"Kata Yesus kepada mereka: 'Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.'"
— Yohanes 4:34
Makanan-Ku Ialah Melakukan Kehendak Dia yang Mengutus Aku
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Manusia memiliki aspek jasmani dan aspek rohani. Hidup secara rohani menyadarkan kita bahwa hidup bukan hanya tentang pemenuhan kebutuhan jasmani semata. Yesus Kristus menegaskan hal ini saat Iblis mencobainya di padang gurun. Yesus Kristus berkata, "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Matius 4:4). Hal inilah yang menggerakkan hidup dan seluruh pelayanan Yesus Kristus di dunia.
Perjalanan Yesus Kristus dan murid-murid-Nya kembali ke Galilea mengharuskan mereka melintasi daerah Samaria. Karena letih, Yesus Kristus duduk di pinggir sumur Yakub di Sikhar. Namun demikian, semua itu terjadi bukan secara kebetulan. Ada tujuan khusus Yesus Kristus bagi orang-orang Samaria, yang dimulai perjumpaan dengan perempuan yang datang untuk menimba air di sumur itu. Yesus Kristus bercakap-cakap dengan perempuan itu dan sesudah itu ia bersaksi tentang Yesus Kristus kepada orang banyak. Yesus Kristus tinggal dua hari untuk memenuhi permintaan orang banyak. Lalu Yesus Kristus mengajarkan tentang jalan keselamatan. Dan mereka menjadi percaya.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Desakan para murid agar Yesus Kristus segera makan menunjukkan perhatian para murid tentang keadaan fisik guru mereka. Namun di saat bersamaan menunjukkan mereka kurang memahami Yesus Kristus dan misi-Nya di dunia. Bagi Yesus Kristus, pemenuhan terhadap misi-Nya adalah jauh lebih penting dari makanan untuk tubuh. Apa yang memuaskan Yesus Kristus ialah melaksanakan kehendak Bapa-Nya dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Sebagai orang percaya dan sebagai keluarga Kristen, tujuan utama kita adalah melaksanakan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya di dunia ini. Komitmen itu terpatri dalam "Doa Bapa kami" yang kita doakan sebagai orang percaya, "Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga." Maukah kita mengerjakannya dengan setia? Kebahagiaan dan kepuasan sejati terletak pada melaksanakan hal tersebut. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan jasmani keluarga adalah hal yang harus dilakukan, namun dalam kesadaran akan hal yang jauh lebih penting, sebagaimana Yesus Kristus sendiri berfirman, "Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu" (Yoh. 6:27).
Doa
Ya Bapa sorgawi, tolonglah kami melaksanakan kehendak-Mu di dalam dan melalui hidup kami. Melalui apapun yang kami lakukan dan kerjakan kiranya Yesus Kristus disaksikan kepada banyak orang. Amin.


