GMIM

RHK GMIM 18 Agustus 2026: Tuhan Allah Membebaskan, Keluaran 6:5

RHK · 2026-08-17

RHK GMIM 18 Agustus 2026 – Tuhan Allah Membebaskan (Keluaran 6:5)

Keluaran 6:5

"tetapi Aku sudah mendengar juga erang orang Israel yang diperbudak oleh orang Mesir itu, dan Aku ingat kepada perjanjian-Ku." — Keluaran 6:5

Tuhan Allah Membebaskan

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Karya Tuhan Allah bagi umat Israel sungguh ajaib dan luar biasa, itu digambarkan melalui tiga kata dalam ayat Alkitab yang kita baca saat ini, yakni: pertama, membebaskan (Ibr. Wehowseti dari kata yatsa yang berarti pergi atau membawa keluar), umat Israel dari kerja paksa orang Mesir. Tuhan Allah sudah mendengar rintihan dan keluh kesah umat-Nya, karena mereka disiksa, anak laki-laki yang baru lahir dibunuh, harus bekerja keras membuat batu bata serta berbagai tindakan kekejaman lainnya. Tuhan Allah berjanji akan membebaskan mereka dari semua penderitaan tersebut. Kedua, Tuhan Allah akan melepaskan (Ibr. Natsal yang berarti menyelamatkan atau merebut) umat-Nya dari perbudakan orang Mesir menjadikan mereka bangsa yang merdeka. Umat Israel tidak dapat berbuat apa-apa karena mereka diperbudak, tidak diberikan keleluasaan untuk hidup dan menyembah Tuhan Allah seperti nenek moyang mereka. Hidup sebagai orang-orang yang diperbudak tentu tidak menyenangkan melainkan menderita. Ketiga, Tuhan Allah akan menebus (Ibr. gaal) mereka dari perbudakan orang Mesir dengan tangan yang teracung (simbol kekuatan atau menunjukkan kekuatan).

Tuhan Allah membebaskan umat-Nya dari perbudakan di Mesir dengan tangan yang teracung, menggambarkan situasi atau keadaan yang siap untuk bertindak. Tuhan Allah akan menjatuhkan hukuman yang berat bagi orang Mesir, dengan sepuluh tulah dan tulah terakhir yakni "anak-anak sulung di tanah Mesir akan mati mulai dari anak sulung Firaun sampai kepada budak-budak dan anak sulung hewan" (Kel. 11:5), sehingga raja Firaun sadar dan membiarkan umat Israel pergi dari tanah Mesir. Tuhan Allah benar-benar bertindak bukan hanya sekadar berfirman saja. Dengan demikian umat Israel hanya perlu untuk memercayai tindakan Tuhan Allah dan Ia yang akan menggantikan mereka berperang melawan orang Mesir. Hal ini sekali lagi menunjukkan kasih sayang Tuhan Allah kepada umat-Nya.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Lalu bagaimana kasih sayang Tuhan Allah kepada kita di masa kini? Ia juga sangat mengasihi kita. Ia rela datang menjadi sama dengan kita umat manusia, menderita, mati di kayu salib, tetapi bangkit mengalahkan maut dan memberikan kita kehidupan kekal. Bukan hanya itu saja, Ia juga menyertai kita sampai saat ini dengan kuasa Roh Kudus. Menjadi sebuah perenungan bagi kita, apa kita tetap setia kepada-Nya, apakah ketika menghadapi realita hidup dengan berbagai kesulitan dan tantangan kita tetap mengandalkan Dia? Datanglah kepada Tuhan Allah setiap saat, nyatakan syukur kita atas segala pertolongan dan berkat-Nya, tetaplah berharap kepada Dia yang sudah melakukan perbuatan-perbuatan besar dalam hidup ini.

Doa

Ya Tuhan Allah yang sudah membebaskan kami dari belenggu dosa, berilah kami kemampuan untuk tetap setia mengikuti Engkau dan terus bersaksi tentang kebaikan-Mu dalam hidup ini. Dalam nama Yesus Kristus, Amin.

Tentang Penulis

Ditulis oleh Tim RHK GMIM di bawah pengelolaan Donald K. Lumingkewas, berafiliasi dengan Dodoku GMIM, media informasi warga GMIM di Sulawesi Utara. Lihat profil lengkap di halaman Tentang.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 17/8/2026