"Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."
--- Filipi 2:8
Taat Sampai Mati
Keluarga kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Paulus menunjukkan bahwa inti ketuhanan Yesus Kristus tampak dalam kerelaan-Nya merendahkan diri hingga mengalami kematian di kayu salib. Dalam kondisi sebagai manusia, Yesus Kristus memilih untuk merendahkan diri-Nya sendiri. Kata etapeinosen dari akar kata tapeinoo yang berarti 'merendahkan'. Penting untuk dicatat bahwa tindakan merendahkan ini tidak dipaksakan oleh pihak lain. Yesus Kristus sendiri yang secara aktif memilih jalan ini. Tidak ada kuasa, baik di surga, di bumi, maupun di bawah bumi yang mampu merendahkan-Nya. Yesus Kristus sepenuhnya berinisiatif untuk menanggalkan kemuliaan-Nya. Di sinilah letak perbedaan mendasar antara Yesus Kristus dan manusia, setiap bentuk merendahkan diri yang Ia alami merupakan keputusan pribadi yang lahir dari ketaatan-Nya.
Ciri khas utama hidup Yesus Kristus ialah kerendahan hati, ketaatan dan penyangkalan diri. Yesus Kristus tidak ingin menguasai manusia, tetapi melayani mereka. Ia tidak menginginkan kehendak-Nya sendiri, tetapi kehendak Bapa-Nya. Bahkan Yesus Kristus tidak ingin meninggikan diri, tetapi merendahkan diri-Nya, menanggalkan seluruh kemuliaan-Nya demi manusia.
Ketaatan Yesus Kristus mencapai puncaknya pada kematian di kayu salib, sebagaimana ditegaskan dalam ungkapan 'bahkan sampai mati di kayu salib' (thanatou de staurou). Hukuman salib saat itu merupakan bentuk penghukuman paling hina yang biasanya dikenakan pada budak atau orang merdeka dari kelas sosial paling rendah, khususnya yang bukan warga negara Romawi yang melakukan kejahatan luar biasa. Meski demikian, Yesus Kristus memilih untuk menjalani hukuman ini karena kasih-Nya yang besar bagi umat manusia.
Keluarga kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Firman Tuhan Allah hari ini mengajarkan kepada kita bahwa ketaatan Yesus Kristus bukanlah ketaatan yang mudah. Ia tidak hanya taat ketika segala sesuatu berjalan baik, tetapi tetap taat ketika harus menghadapi penderitaan, penolakan, penghinaan bahkan kematian di kayu salib. Ketaatan-Nya lahir dari kasih yang sempurna. Teladan Yesus Kristus mengajarkan kepada kita bahwa ketaatan sejati diuji ketika kita harus berkorban. Kiranya kita tetap memiliki komitmen yang teguh untuk melakukan kehendak Tuhan Allah apapun konsekuensinya. Kita dipanggil untuk setia, taat kepada-Nya sampai akhir hidup, amin.



