GMIM

RHK GMIM 19 Agustus 2026: Tanah Perjanjian, Keluaran 6:6-7

RHK · 2026-08-18

RHK GMIM 19 Agustus 2026 – Tanah Perjanjian (Keluaran 6:6-7)

Keluaran 6:6-7

"Sebab itu katakanlah kepada orang Israel: Akulah TUHAN, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir, melepaskan kamu dari perbudakan mereka dan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat. Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir." — Keluaran 6:6-7

Tanah Perjanjian

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Tanah mempunyai makna teologis yang sangat mendalam bagi umat Israel, sebab tanah menunjukkan bukan hanya identitas sebagai suatu bangsa saja melainkan kepada Sang Pemberi tanah perjanjian yakni Tuhan Allah yang Mahakuasa. Ayat 6 berkata "Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu", kata mengangkat dalam KBBI mengartikan "mengambil, menjadikan, mengakui sebagai anak". Artinya Tuhan Allah menjadikan umat Israel sebagai anak-Nya dan Ia sebagai Bapa mereka. Hal ini menunjukkan suatu hubungan yang sangat erat dan mendalam, sehingga sebagai Bapa, maka Tuhan Allah membebaskan mereka dari kerja paksa (menunjukkan suatu penderitaan yang sangat berat) yang dilakukan oleh orang Mesir.

Ayat 7, "Dan Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan.... Dan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu. Akulah Tuhan". Tuhan Allah telah bersumpah kepada diri-Nya sendiri untuk memberikan tanah perjanjian yang berlimpah susu dan madu kepada umat Israel. Tuhan Allah sendiri yang bersumpah dan berjanji, sehingga tidak ada lagi yang dapat menggugat atau meragukannya. Janji itu disampaikan Tuhan Allah kepada para bapa leluhur umat Israel, yakni Abraham, Ishak dan Yakub. Janji itu kembali diulang kepada Musa untuk kemudian diteruskan kepada umat Israel yang sementara dalam penindasan di Mesir. Janji itu pasti digenapi dengan dibebaskan dari perbudakan di Mesir dan menduduki tanah perjanjian itu untuk selama-lamanya.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Bagi kita Tanah Perjanjian bukanlah sebuah wilayah teritorial dengan batas-batasnya, tetapi mengandung pengertian kehidupan damai sejahtera dan persekutuan dengan Tuhan Allah. Tanah Perjanjian itu pula bermakna eskatologis di mana langit dan bumi yang baru yang dijanjikan Tuhan Allah bagi orang percaya. Itu berarti kita yang hidup sekarang bukan hanya dijanjikan tanah di dunia ini saja, melainkan tanah air sorgawi. Hal inilah yang seharusnya diajarkan orangtua kepada anak-anak supaya sejak kecil mengasihi Yesus Kristus, mau berusaha, belajar dan tekun bekerja. Jangan karena "sejengkal tanah" akhirnya hubungan orangtua dengan anak, kakak-beradik, tetangga dan sanak saudara menjadi tidak harmonis lagi. Jangan hanya karena "warisan atau budel" tanah akhirnya terjadi pertikaian dan pembunuhan. Ajarkanlah kepada generasi muda untuk setia kepada Tuhan Allah, karena Ia menjanjikan tanah air sorgawi yang tidak akan binasa. Amin.

Doa

Ya Tuhan Allah, kami bersyukur bahwa Engkau tetap memelihara kehidupan kami sampai saat ini. Biarlah kami hidup setia dengan memegang janji-janji-Mu yang selalu ditepati baik kemarin, hari ini maupun yang akan datang. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.

Tentang Penulis

Ditulis oleh Tim RHK GMIM di bawah pengelolaan Donald K. Lumingkewas, berafiliasi dengan Dodoku GMIM, media informasi warga GMIM di Sulawesi Utara. Lihat profil lengkap di halaman Tentang.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 18/8/2026