"Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!"
— Lukas 12:4-5
Takutilah Dia
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Kata "takutilah" asal kata takut menurut KBBI mempunyai beberapa arti: merasa gentar, takwa, segan, hormat, tak berani, gelisah dan khawatir. Menurut bahasa Yunani punya dua arti yaitu "phobos" rasa takut, panik dan "phobeomai" merasa takut. Bahasa Inggris "phobia" rasa takut atau ketakutan. Jadi frasa 'Takutilah Dia' adalah perintah untuk takut kepada Tuhan Allah dalam artian takwa dan menghormati serta melakukan dengan setia perintah-Nya. Dalam konteks bacaan hari ini Lukas 12:4-5, Yesus Kristus mengajarkan jangan takut kepada orang-orang Farisi, ahli-ahli Taurat dan penguasa Romawi yang dapat membunuh tubuh namun tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Yesus Kristus menunjuk siapa yang harus mereka takuti, yaitu Tuhan Allah yang membunuh musuh-musuh-Nya dan mempunyai kuasa untuk melemparkan orang-orang ke dalam neraka. Kuasa-Nya tidak ada yang dapat menghalangi. Kata "neraka" dalam bahasa Yunani "gehena" tempat hukuman abadi yang penuh dengan siksaan. Bahasa Ibrani "sheol" atau alam maut, dunia orang mati, tempat kebinasaan. Menurut KBBI adalah alam akhirat tempat orang kafir dan orang durhaka mengalami siksaan dan kesengsaraan. Yesus Kristus mengajar murid-murid-Nya takutilah Dia yang berkuasa "melemparkan" orang ke neraka, bukan takut kepada penguasa dunia yang tidak punya kuasa itu.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Di zaman modern arus sekularisme, kenikmatan dunia, sangat mempengaruhi nilai-nilai spiritual. Banyak orang Kristen tidak lagi takut kepada Tuhan Allah pencipta langit dan bumi, tetapi lebih takut pada kehilangan jabatan, kedudukan, pamor, tahta dan harta. Kejahatan, kelaliman, kefasikan, ketidakjujuran disembunyikan, keadilan, dan kebenaran dikorbankan. Firman Tuhan Allah mengingatkan kepada kita selaku keluarga Kristen untuk jangan takut pada ancaman kuasa dunia yang dapat membunuh, merampas, memeras, memangkas hak hidup dan membunuh karakter, menjatuhkan, serta membelenggu kebebasan untuk mendapatkan hidup yang layak. Melainkan takutlah akan Tuhan Allah dan hiduplah dalam perintah-perintah-Nya. Juga selaku keluarga Kristen, marilah kita siuman bahwa di era modern gaya hidup orang Kristen sangat dirasuki oleh gaya hidup instan, suka berselancar di dunia maya dari pada dunia nyata sehingga cenderung mengalami stres, depresi dan rentan terhadap sakit jiwa. Kiranya perenungan firman hari ini memberi pencerahan untuk tidak takut menghadapi ancaman dunia, melainkan menyerukan hidup takut akan Tuhan Allah, yang memiliki kuasa atas hidup kita. Amin.
Doa
Tuhan Allah ajarlah kami hanya takut kepada-Mu dan bukan takut kepada manusia. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.


