""Jawab mereka: ”Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?”""
— Yohanes 8:33
Keselamatan Bukan Warisan
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Hidup selalu berkaitan dengan apa yang kita warisi dan yang
kita wariskan, termasuk dalam hal iman. Orangtua memelihara
imannya kepada Tuhan Allah lalu mewariskannya kepada anak-cucu
untuk membangun kehidupan sebagai umat-Nya. Demikian
seterusnya. Hal ini diperintahkan Tuhan Allah sejak awal Ia
memanggil Abraham dan membentuk umat Israel sebagai pilihan-
Nya (band. Kejadian 12)
Meski iman diwariskan, keselamatan tidak demikian. Mari
perhatikan relasi antara Abraham dan keturunannya. Abraham
dikenal sebagai Bapa orang beriman karena kepercayaan dan
ketaatannya kepada Tuhan Allah. Bagi orang Yahudi, Abraham
sangat istimewa, sebab itu mereka memandang diri secara eksklusif.
Ini keliru. Yesus Kristus tidak merendahkan iman Abraham, namun
menolak pemikiran orang Yahudi yang mengganggap hubungan
darah sebagai jaminan keselamatan mereka. Bukan Abraham yang
menyelamatkan, melainkan Yesus Kristus. Abraham dibenarkan
karena iman kepada Tuhan Allah dan Sang Firman yang telah
menjadi manusia yaitu Yesus Kristus (band. Yoh 1:1-14).
Sebagaimana teladan Abraham, demikian keturunannya dituntut
untuk hidup benar, bukan sekadar memeluk agama yang sama
(band. Yoh 6:37-40).
Sekalipun lahir sebagai keturunan Abraham. perbuatan dosa
menyebabkan mereka tidak mendapat bagian dalam perjanjian
Tuhan Allah dengan Abraham (Lih. Kejadian 15). Ini menyatakan
keselamatan bukan warisan keluarga, melainkan anugerah yang
dikerjakan Tuhan Allah dalam Yesus Kristus bagi tiap orang yang
percaya kepada-Nya. Percaya berarti yakin, taat dan setia pada-Nya.
Sebagai keluarga kristen, kita diingatkan untuk menjadikan keluarga
sebagai wadah bertumbuhnya iman dan ketaatan kepada Tuhan
Yesus. Anak-anak tidak boleh hanya sekadar memeluk agama yang
sama dengan orangtua, melainkan secara bersama, orangtua dan
anak mengenal Yesus Kristus , hidup menyembah dan taat pada-
Nya. Kristen bukan menjadi agama semata. Kekristenan adalah
kehidupan yang percaya dan taat pada Yesus Kristus setiap hari.
Seperti iman dan kesetiaan Abraham, demikian teladan iman bagi
setiap keluarga kristen.
Dalam keluarga Kristen, orangtua mewariskan imannya
kepada anak-anak. Artinya, orangtua harus hidup benar dan
mengupayakan dengan segenap kemampuan agar anak memiliki
iman dan ketaatan pada Yesus Kristus. Sebaliknya, anak-anak harus
mewarisi kehidupan beriman tersebut. Setiap anak wajib menerima
nasihat dan didikan agar dapat bertumbuh dalam kebenaran. Anak
yang mengabaikan didikan orangtua sama artinya mencelakai
dirinya sendiri. Amsal 8:33 menasihati. “Dengarlah didikan, maka
kamu menjadi bijak, janganlah mengabaikannya.” Amin.
DOA
Ya Tuhan Allah, tambahkanlah iman kami setiap hari supaya
kami dapat melakukan tugas tanggung-jawab dalam ketaatan dan
kepercayaan kepada-Mu. Dalam Nama Yesus Kristus. Amin.


