GMIM

RHK · 2025-08-21

RHK GMIM 21 Agustus 2025

""Kata Yesus kepada mereka: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.""

— Yohanes 8:34

Pembuat Dosa Adalah Hamba Dosa

Keluarga Kristen yang dikaisihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Hamba (Yun. Doulos) artinya budak. Hidup seorang budak sangat
ditentukan oleh tuannya. Budak tidak punya kuasa atas dirinya
sendiri, tetapi sepenuhnya bergantung pada pemiliknya. Budak tidak bisa membebaskan dirinya. Untuk dapat lepas, seorang budak harus
ditebus. Demikianlah kondisi manusia yang menjadi hamba dosa. Ia
sepenuhnya budak dosa.

Penegasan Yesus Kristus, "Sesungguhnya setiap orang yang
berbuat dosa adalah hamba dosa"
, hendak menyatakan kondisi
manusia yang terhukum tanpa peluang bebas. Manusia tidak punya
kuasa atas dirinya, juga tak mampu melepaskan diri dengan
kekuatannya sendiri
. Manusia butuh penebusan yang membuat ia
terlepas dari perbudakan tersebut. Inilah yang dikerjakan Yesus
Kristus di salib. Menebus manusia. Membebaskan dari dosa. Dengan
kata lain, di luar Yesus Kristus, tidak ada kemerdekaan. Tanpa Yesus
Kristus, tidak ada keselamatan.

Sebagai keluarga Kristen, kita bersyukur atas tindakan Tuhan
Allah yang memerdekakan. Rasa syukur ini hendaknya membawa
kita pada respon yang benar atas kasih karunia-Nya, yakni hidup
dalam pertobatan. Bertobat (Yun. Metanoeo) artinya berbalik
meninggalkan dosa. Penebusan harus direspon dengan pertobatan.
Dengan begitu, kita tidak lagi menjadi hamba dosa melainkan anak
Allah. Sungguh keliru apabila seseorang yang telah ditebus dari dosa
memilih tetap hidup dalam dosa. Sebab setiap orang yang
melakukan dosa adalah hamba dosa. Tanpa pertobatan, penebusan
menjadi sia-sia
. Firman Tuhan dalam Alkitab menyatakan dengan
tegas upah dosa adalah maut (Roma 6:23). Dosa memisahkan
manusia dari Tuhan Allah, yang adalah sumber kehidupan dan
keselamatan.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Sebagai orang yang telah ditebus dan diselamatkan, kita
dikuduskan-Nya dan beroleh hidup kekal. Kita dipanggil untuk
bersaksi tentang Tuhan Allah supaya orang lain juga menjadi percaya
dan diselamatkan. Membawa orang lain datang pada Tuha i Allah
merupakan tanggung jawab yang harus dimulai dari keluarga.
Dalam relasi suami dan istri, keduanya saling menguatkan dan
mendorong agar dapat membangun rumah tangga yang mengasihi
Tuhan Allah. Juga dalam hubungan orangtua dan anak, pengajaran
tentang firman Tuhan ditanamkan. Pekerjaan yang digeluti orangtua
tidak boleh menjadi alasan lalai mengajarkan firman Tuhan kepada
anak-anak. Pengenalan akan Tuhan Allah harus bertumbuh dalamkeluarga, sehingga orangtua dan anak bersama-sama hidup takut
akan Tuhan
.

DOA

Ya Tuhan Allah, terima kasih atas kasih karunia-Mu yang
menebus dan menyelamatkan kami. Mampukanlah kami untuk
hidup dalam pertobatan sehingga dapat membangun kehidupan
keluarga yang takut akan Engkau. Amin.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 21/8/2025