"Musa mengatakan demikian kepada orang Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa karena mereka putus asa dan karena perbudakan yang berat itu. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa:" — Keluaran 6:9-10
Beritakan Firman Walau Penuh Risiko
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Syair lagu NNBT 21 "Pergilah kamu b'ritakan Injil-Nya. Bagi semua orang Tuhanlah pandumu. Kasih karunia Yesus Kristus Tuhan, menyertai kamu selama-lamanya. Amin". Syair lagu ini berlandaskan penugasan Yesus Kristus untuk pergi memberitakan Injil sehingga semua bangsa menjadi murid-Nya, kemudian membaptis serta mengajarkan segala sesuatu yang diajarkan-Nya. Dan Ia berjanji untuk menyertai orang yang percaya kepada-Nya sampai akhir zaman (Mat. 28:19-20). Tuhan Allah berfirman kepada Musa, (Firman KBBI berarti perintah Tuhan, ucapan, sabda). Artinya Tuhan Allah sendiri yang memerintahkan Musa untuk menyampaikan maksud-Nya kepada umat Israel bahwa keluh kesah mereka sudah didengar. Ia berjanji untuk membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir serta hendak memberikan tanah perjanjian kepada mereka. Dan menghadap Firaun untuk membebaskan umat-Nya dari perbudakan. Kalimat penugasan yang sangat tegas diucapkan oleh Tuhan Allah, yakni: "Pergilah menghadap, katakanlah kepada Firaun, raja Mesir, bahwa ia harus membiarkan orang Israel pergi dari negerinya." Musa tahu bahwa ia harus menghadapi risiko yang besar untuk kembali menghadap Firaun. Walaupun ia ragu, tapi ia mempunyai keyakinan bahwa Tuhan Allah akan menyertai dia.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Panggilan untuk menjadi pelayan Tuhan dan menyampaikan firman-Nya bukanlah tanpa risiko dan konsekuensi. Kadang kita harus berhadapan dengan situasi yang tidak menyenangkan. Kita harus meninggalkan zona nyaman dan harus mengorbankan sesuatu yang kita cintai. Itulah panggilan yang harus dijawab. Hanya orang yang rela mengambil risiko untuk sebuah panggilan yang ditugaskan akan meraih keberhasilan. Sebaliknya mereka yang menolak risiko akan kesulitan menjalankan panggilan dan tanggung jawab yang diberikan.
Sebagai warga Gereja, kita diajak untuk tetap setia menjadi hamba-hamba-Nya yang setia di tengah berbagai situasi dan keadaan. Demikian pula, sebagai warga gereja kita sementara mempersiapkan diri secara khusus menuju pemilihan Pelayan Khusus. Menjawab panggilan ini memang tidaklah mudah. Ada banyak risiko dan konsekuensi yang menuntut kita untuk siap menerimanya apabila kita menjadi Pelayan Khusus. Menjadi hamba yang melayani membutuhkan kerelaan dan kemauan untuk memikul salib dan mengikut Dia. Kita percaya bahwa Yesus Kristus pasti memampukan kita untuk menjawab panggilan-Nya.
Doa
Bapa dalam Kerajaan Sorga, mampukanlah kami untuk tetap setia memberitakan Injil kebenaran-Mu di manapun kami pergi dan berada. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.



