"Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu."
--- Yohanes 10:11-13
Pengorbanan Gembala Yang Baik
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Dalam hidup sehari-hari, kita sering melihat banyak pemimpin hanya memikirkan diri sendiri. Tidak sedikit orang yang memilih kenyamanan pribadi dan tidak mau repot-repot membantu orang lain, apalagi jika harus berkorban. Demikian pula, sangat jarang kita menemukan seseorang yang benar-benar rela mengutamakan kepentingan orang lain. Di dunia yang penuh dengan keegoisan ini, Yesus Kristus hadir sebagai teladan yang sangat berbeda. Dia menunjukkan arti pengorbanan yang sejati.
Ayat 11 mengatakan 'Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.' Yesus Kristus ingin menegaskan bahwa Dia bukan seperti orang upahan yang bekerja hanya demi imbalan dan lari saat ada bahaya. Orang upahan tidak peduli jika domba-dombanya terancam. Namun Yesus Kristus, sebagai Gembala yang baik, tetap setia dan rela menyerahkan nyawa-Nya sendiri untuk menyelamatkan domba-domba-Nya. Secara rohani, ini menunjukkan bahwa kasih Yesus Kristus jauh lebih besar daripada kepentingan pribadi. Ia rela menanggung penderitaan, bahkan sampai mati di kayu salib, agar manusia bisa selamat dan hidup dalam perlindungan-Nya. Pengorbanan-Nya adalah wujud cinta yang paling dalam, dan cinta yang benar-benar tulus dan tak mengharapkan balasan.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Kita sebagai pengikut Yesus Kristus diajak untuk merenungkan dan belajar dari pengorbanan-Nya. Dalam keseharian, kita bisa meneladani sikap Yesus Kristus dengan cara mau melayani, memberi maaf atau mendahulukan kebutuhan orang lain di atas kepentingan sendiri, terutama di keluarga, gereja atau lingkungan tempat kita tinggal. Meneladani Yesus Kristus berarti siap menjadi 'gembala kecil' bagi sesama: menyediakan waktu, perhatian dan kasih, meski kadang harus berkorban. Dengan melakukan hal-hal sederhana ini, hidup kita bisa menjadi saluran berkat, menghadirkan kasih dan perubahan nyata bagi orang-orang di sekitar kita.
Doa
Ya Tuhan Allah, terima kasih atas pengorbanan Anak-Mu dan menjadi sebagai Gembala yang baik untuk kami. Ajari kami untuk meneladani kasih dan kerelaan-Nya dalam kehidupan sehari-hari, agar kami pun bisa menjadi berkat bagi orang lain. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.



