GMIM

RHK · 2025-08-23

RHK GMIM 23 Agustus 2025

""Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.""

— Yohanes 8:36

Kita Benar-benar Merdeka Karena Dibenarkan Yesus Kristus

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Merdeka artinya bebas. Semua orang menginginkannya.
Manusia ingin bebas dari tekanan, masalah, diskriminasi dan berbagai
persoalan hidup lainnya. Manusia ingin bebas dari segala bentuk
kesukaran dan menikmati hidup bahagia. Hal ini tentu saja baik, tetapi
dapat mendorong orang melakukan apa saja demi mencapai
keinginannya. Tanpa kendali moral dan etika, kehidupan bebas justru
mendorong orang pada perbuatan dosa. Ini bukan kemerdekaan.
Merdeka (Yun. ἐλεύθερος/eleutheros) artinya bebas, tidak diperbudak.
Kata ini tidak hanya dimaknai terbebas dari situasi sulit dan
mendapatkan apa yang menjadi hak, tetapi bermakna terlepas dari hukuman dan memperoleh selamat. Karenanya, kemerdekaan hanya
terjadi di dalam penebusan Yesus Kristus. Oleh penebusan-Nya, orang
yang percaya dibebaskan dari dosa dan beroleh pembenaran serta
kehidupan baru yang diselamatkan. Kemerdekaan yang sesungguhnya
adalah keintiman hubungan dan keterikatan yang sungguh-sungguh
pada Tuhan Allah.

Ada 3 (tiga) ciri orang merdeka. Pertama, hidup dalam Yesus
Kristus.
Maksudnya adalah hidup tidak menuruti hawa nafsu daging
dan dunia dengan segala kebebasannya, tetapi tunduk pada ketetapan
dan perintah Tuhan Allah. Kedua, bertanggungjawab atas
kemerdekaan yang Tuhan Allah beri
. Sebagaimana yang dituliskan
dalam Galatia 5:13 "Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil
untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan
itu sebagai kesempatan untuk hidup dalam dosa, melainkan layanilah
seorang akan yang lain oleh kasih.” Ketiga,
menjadi hamba Tuhan
Allah.
Hidup merdeka berarti tidak diperbudak dosa, sebaliknya
menjadi hamba-Nya. Ada perbedaan besar antara menjadi hamba dosa
dan hamba-Nya. Dalam keadaan sebagai hamba dosa, manusia
diperbudak oleh kejahatan dan ditetapkan untuk binasa. Sebaliknya,
menjadi hamba-Nya, berarti manusia memperoleh kembali harkatnya
sebagai ciptaan Tuhan Allah segambar dengan-Nya
. Manusia yang
terpisah dari Tuhan Allah, dibawa pulang kembali pada pemilik-Nya.
Menjadi hamba-Nya berarti menikmati persekutuan dengan Tuhan
Allah, sang pemberi hidup dan berkat.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Tiga hal ini mengajari kita sebagai keluarga Kristen, bahwa
merdeka tidak semata-mata berarti bebas tanpa batas, melainkan
selamat. Pergumulan, masalah dan tantangan tidak boleh dilihat sebagai
keadaan terjajah atau perbudakan. Kesukaran pun dipakai Tuhan Allah
membentuk karakter kita untuk tetap taat pada-Nya. Merdeka berarti
selamat. Dalam pengertian ini, kita diajar untuk hidup bertekun dalam
Tuhan Allah apapun situasi yang dialami, sebab hanya dalam
persekutuan dengan-Nya kita tidak binasa. Amin.

DOA

Ya Tuhan Allah, kami bersyukur atas pemerintah yang Engkau berikan bagi kami. Berilah hikmat bagi mereka dalam melaksanakan tugas dengan baik, benar dan adil sebagai hamba-Mu. Juga, kuatkanlah kami untuk hidup dalam kebaikan dan kebenaran. Amin.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 23/8/2025