"24:14 Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN. 24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!" 24:16 Lalu bangsa itu menjawab: "Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain! 24:17 Sebab TUHAN, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, dan yang telah melakukan tanda-tanda mujizat yang besar ini di depan mata kita sendiri, dan yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita tempuh, dan di antara semua bangsa yang kita lalui, 24:18 TUHAN menghalau semua bangsa dan orang Amori, penduduk negeri ini, dari depan kita. Kamipun akan beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah kita."
--- Yosua 24:14-18
Memilih Tuhan Allah Setiap Hari
Ayat Kunci: "Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN." Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Di zaman sekarang, "allah lain" tidak selalu berupa patung. Bisa berupa uang, jabatan, popularitas, media sosial, bahkan kesibukan yang menggeser posisi Tuhan Allah. Setiap hari kita diperhadapkan pada pilihan: mengutamakan Tuhan Allah atau mengutamakan hal-hal lain. Keputusan mengikuti Tuhan Allah bukan keputusan sekali seumur hidup, tetapi keputusan yang diperbarui setiap hari. Hidup ini adalah pilihan. Setiap bangun pagi kita diperhadapkan pada banyak pilihan. Apakah berdoa dan baca firman dulu? Atau mandi dan sarapan dulu? Atau bersiap untuk bekerja? Mengurus anak? Ke sekolah? Dan lain sebagainya. Sebagai keluarga Kristen, kita meyakini bahwa hidup yang diberkati adalah jika kita menjadikan firman Tuhan Allah sebagai "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (Mazmur 119:105). Artinya jalan hidup diberkati dan bahagia adalah hidup dalam firman. Semua manusia pasti berusaha dalam hidup untuk meraih hidup yang diberkati dan bahagia.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Yosua tidak memaksa bangsa Israel. Ia memberikan pilihan. Tetapi sebelum mereka memilih, Yosua lebih dahulu mengambil keputusan untuk dirinya sendiri dan keluarganya. "Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN." Iman selalu bersifat pribadi sebelum memengaruhi orang lain. Pertanyaan bagi kita adalah: Siapakah yang paling menguasai hati saya hari ini? Marilah kita meneladani sikap Yosua.
Doa
Ya Tuhan Allah, kami memilih Engkau sebagai Tuhan dalam hidup. Tolong kami agar selalu teguh meyakini dan mewujudkan iman kepada-Mu dalam setiap langkah hidup. Kami berdoa dalam nama Anak-Mu, Yesus Kristus. Amin.



