GMIM

RHK · 2026-05-27

RHK GMIM 27 Mei 2026

Kisah Para Rasul 2:34-36

"Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."

— Kisah Para Rasul 2:34-36


Yesus Kristus adalah Tuhan atas Segalanya

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Seorang ayah dan anaknya sedang menonton parade militer di televisi. Sang anak berkata, "Ayah, kenapa semua orang memberi hormat kepada orang yang di atas panggung itu?" Sang ayah menjawab, "Karena dia pemimpin tertinggi. Tanpa komandonya, semua bisa kacau." Anak itu termenung, lalu bertanya, "Kalau dalam hidup kita, siapa pemimpinnya?" Sang ayah menjawab, "Yesus Kristus. Dia bukan cuma Penolong, tapi juga Pemimpin hidup kita."

Petrus dalam Kisah Para Rasul 2:34-36 menyatakan bahwa Yesus Kristus bukan hanya bangkit, tetapi juga ditinggikan sebagai Tuhan dan Mesias. Petrus mengutip Daud yang berkata, "Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku." Ini menunjukkan bahwa Daud sendiri mengakui otoritas Mesias yang lebih tinggi darinya. Petrus ingin menegaskan bahwa Yesus Kristus yang disalibkan itu bukan sekadar tokoh, tetapi Dia adalah Tuhan atas segala sesuatu. Ini bukan sekadar pernyataan teologis. Ini adalah kebenaran yang menuntut respons: bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, maka Dia berhak memimpin hidup kita — termasuk rumah tangga kita, melalui cara kita bersikap kepada pasangan, mendidik anak, mengelola keuangan, sampai memutuskan arah hidup.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Masalahnya, banyak keluarga Kristen mengakui Yesus Kristus sebagai Juruselamat, tapi tidak benar-benar menjadikan-Nya sebagai Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Kita mengambil keputusan sendiri, marah sesuka hati, mendidik anak dengan cara dunia, lalu hanya memanggil Tuhan Allah saat darurat. Yesus Kristus adalah Tuhan yang adil dan penuh kasih yang wajib ditaati. Keluarga yang menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan akan membangun rumah tangga di atas dasar kebenaran. Firman Tuhan Allah menjadi acuan, bukan opini pribadi. Pengampunan dan kerendahan hati menjadi nilai utama. Setiap masalah dikembalikan kepada Tuhan Allah, bukan hanya diselesaikan dengan logika manusia.

Hari ini, mari kita bertanya: apakah Yesus Kristus sungguh menjadi Tuhan dalam keluarga kita? Apakah kehendak-Nya menjadi pusat dalam keputusan kita? Mari kita berserah, bukan hanya percaya. Dan mari kita ajarkan kepada anak-anak bahwa hidup yang tunduk pada Tuhan Allah akan selalu diberkati. Amin.

Doa

Ya Bapa di Sorga, dalam karya-Mu kami mengakui bahwa Yesus Kristus bukan hanya Juruselamat kami, tetapi juga Tuhan atas hidup dan keluarga kami. Ajarlah kami untuk taat, tunduk dan berjalan dalam kehendak-Mu setiap hari. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 27/5/2026