"24:25 Pada hari itu juga Yosua mengikat perjanjian dengan bangsa itu dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem. 24:26 Yosua menuliskan semuanya itu dalam kitab hukum Allah, lalu ia mengambil batu yang besar dan mendirikannya di sana, di bawah pohon besar, di tempat kudus TUHAN. 24:27 Kata Yosua kepada seluruh bangsa itu: "Sesungguhnya batu inilah akan menjadi saksi terhadap kita, sebab telah didengarnya segala firman TUHAN yang diucapkan-Nya kepada kita. Sebab itu batu ini akan menjadi saksi terhadap kamu, supaya kamu jangan menyangkal Allahmu.""
--- Yosua 24:25-27
Bangunlah Tugu Peringatan Rohani
Ayat Kunci: "Batu ini akan menjadi saksi." Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Perubahan dunia yang begitu cepat dan tidak menentu membuat banyak manusia sering bingung, kehilangan pegangan dan harapan. Untuk mempertahankan hidup, ada orang Kristen bersikap ikut arus dan hanyut oleh derasnya pengaruh sekularisasi. Sehingga tidak dapat membedakan mana yang baik dan yang jahat. Oleh karena itu ada kecenderungan banyak orang Kristen meninggalkan iman, baik berpindah agama maupun meninggalkan iman (sekuler/ateis).
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Bangsa Israel mengalami hal yang sama dalam perjalanan di padang gurun dan hendak memasuki tanah Kanaan. Yosua mengingatkan dengan keras bahwa Tuhan Allah adalah kudus dan cemburu. Perjanjian dengan-Nya bukanlah permainan. Sebagai pengingat atas rapuhnya memori manusia, sebuah batu besar didirikan di bawah pohon Tarbantin. Mengapa? Karena manusia mudah lupa. Hari ini kita bisa berjanji setia kepada Tuhan Allah, tetapi besok bisa mulai mengendur. Sebagai keluarga Kristen, kita memerlukan "batu peringatan" rohani. Bukan batu secara harfiah, melainkan kebiasaan-kebiasaan yang mengingatkan kita kepada Tuhan Allah melalui membaca Alkitab setiap hari, doa keluarga, ucapan syukur, ibadah atau kesaksian tentang pertolongan Tuhan Allah. Semua itu membantu kita tetap mengingat kasih setia, penyertaan dan berkat-Nya. Selain itu, kita dapat mengkreasikan "membangun batu peringatan rohani" dalam keluarga sesuai dengan kondisi kita masing-masing agar tidak melupakan Tuhan Allah, seperti inisiatif saling mendoakan pasangan atau anak-anak kita agar rumah kita menjadi tempat penyembahan yang benar.
Doa
Ya Tuhan Allah, tolonglah kami untuk membangun kehidupan rohani yang kokoh sehingga kami tetap setia mengingat kasih-Mu dan iman kami tidak mudah goyah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran. Kami berdoa dalam nama Anak-Mu, Yesus Kristus. Amin.



