GMIM

RHK GMIM 28 September 2026: Penilik Jemaat Haruslah Seorang yang Tak Bercacat, I Timotius 3:2-3

RHK · 2026-09-27

RHK GMIM 28 September 2026 – Penilik Jemaat Haruslah Seorang yang Tak Bercacat (I Timotius 3:2-3)

I Timotius 3:2-3

📖RHK Hari Ini
Ingin membaca edisi terbaru atau menjelajahi seluruh arsip RHK?
RHK Hari Ini

"Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang."

--- I Timotius 3:2-3

Penilik Jemaat Haruslah Seorang yang Tak Bercacat

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Rasul Paulus menetapkan syarat yang tegas bagi seorang penilik jemaat: ia haruslah seorang yang tak bercacat. Istilah Yunani anepileptos berarti tidak dapat disalahkan, baik secara etis maupun hukum. Ini menunjukkan bahwa pemimpin gereja dituntut memiliki integritas moral dan spiritual yang tinggi — setia dalam pernikahan, mampu mengendalikan diri, bijaksana, sopan, penuh kasih praktis lewat keramahtamahan, serta cakap mengajar. Ia juga harus menjauhi karakter buruk seperti pemarah, gemar minuman keras, atau menjadi hamba uang.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Prinsip ini sangat relevan bagi setiap keluarga Kristen, sebab rumah tangga adalah tempat pertama dan utama di mana integritas rohani diuji dan dibentuk. Seorang suami dipanggil untuk menjadi pemimpin yang setia kepada satu isteri, mencerminkan kasih yang mengayomi dan kepemimpinan yang bertanggung jawab. Sang isteri pun mendukung melalui keteladanan, kerendahan hati, dan peran aktif membangun rumah tangga yang takut akan Tuhan.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Bersama-sama, orangtua dipanggil menjadi teladan dalam penguasaan diri, kebijaksanaan mendidik anak, dan kesantunan dalam tutur kata maupun tindakan. Sikap tidak pemarah, tidak hamba uang, serta menjadi pribadi yang ramah dan suka mendamaikan sangat dibutuhkan dalam dinamika keluarga sehari-hari. Rumah yang demikian akan menjadi tempat anak-anak belajar kasih, hormat, dan hidup dalam kebenaran — sekaligus menjadi saksi Yesus Kristus yang hidup di tengah masyarakat.

Doa

Ya Tuhan Allah, bentuklah kami menjadi keluarga yang tak bercacat di hadapan-Mu. Berilah kami kasih dan hikmat agar hidup kami memuliakan nama-Mu. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.

Tentang Penulis

Ditulis oleh Tim RHK GMIM di bawah pengelolaan Donald K. Lumingkewas, berafiliasi dengan Dodoku GMIM, media informasi warga GMIM di Sulawesi Utara. Lihat profil lengkap di halaman Tentang.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 28/9/2026