""Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar.""
— Keluaran 23:1
Jangan Jadi Penyebar Kebohongan
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Penyebaran hoaks atau berita bohong terus terjadi di era
digital ini. Hoaks adalah informasi tidak benar atau palsu, tetapi
dibuat seolah-olah benar adanya. Secara serius pemerintah
menyikapi hal ini, bahkan harus merevisi Undang-Undang (UU)
No. 11/2008 dengan UU No. 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). UU ini melarang setiap orang dengan
sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan
menyesatkan yang merugikan kerugian konsumen dalam transaksi
elektronik. Pelanggar diancam dengan hukuman pidana. Meski
begitu, masih saja ada orang yang suka menyebarkan berita bohong.
Ironinya, berita bohong yang selalu diulang-ulang pada akhirnya
dianggap sebagai sebuah kebenaran.
Kebohongan memang telah menjadi persoalan sejak lama.
Itu sebabnya Tuhan Allah memberi perintah penting kepada umat
Israel, "Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah
engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang
tidak benar” (Keluaran 23:1). Perintah ini menjelaskan bahwa kabar
bohong dapat menghancurkan reputasi seseorang, menghalang-
halangi keadilan, sehingga yang benar bisa menjadi salah, demikian
pun sebaliknya. Menyebarkan kabar bohong dan bersaksi dusta akan melahirkan perselisihan, permusuhan bahkan tindakan
kejahatan lainnya yang akan berakhir pada pembunuhan.
Dampak negatif ketika seseorang dibohongi atau termakan
hoaks, sudah pasti akan merasa tertipu, kesal dan kecewa. Apalagi
jika kebohongan ini datang dari orang-orang terdekat yang
dipercaya. Kebohongan akan menghancurkan kepercayaan dan
merysak hubungan serta memicu kekerasan. Sebagai keluarga
Kristen, kita diingatkan untuk tidak berbohong, termasuk dalam relasi
suami dan istri, anak dan orangtua. Hal selanjutnya yang perlu
diperhatikan adalah bijaklah dalam memberikan atau mendapatkan
informasi dari media sosial agar tidak terpengaruh dengan berita
bohong dan meneruskannya pada orang lain. Kita wajib
membangun hidup jujur, dengan berpikir, berkata dan bertindak
benar sesuai hukum-hukum Tuhan Allah. Sikap jujur akan
membangun kepercayaan dan memungkinkan keadilan ditegakkan
serta relasi dengan sesama akan terpelihara. Sebagaimana Yesus
Kristus mengajarkan murid-murid-Nya untuk berkata ya di atas ya
dan tidak di atas tidak (Matius 5:37). Amin.
DOA
Ya Tuhan Allah, tolonglah kami dalam kelemahan dan
keterbatasan agar dapat berpikir, berkata dan bertindak jujur serta
benar seorang terhadap gang lain. Mampukanlah kami agar dapat
menguasai diri untuk tidak menyebarkan hoaks tetapi menjadi
pemberita-pemberita kebenaran. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.


