Akulah, Tuhan Allah-Mu Yang Membebaskan Kamu
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Di tengah perkembangan dunia yang semakin modern dan kemajuan teknologi yang semakin canggih, kadang kita mendapati ada orang yang merasa aman karena memiliki harta yang berlimpah, karena ada jabatan baik yang menghasilkan uang banyak, dan merasa aman karena apa yang dibutuhkan selalu ada. Kadang mereka berpikir "sampe turunan ke b'rapa lei kita nda akan mo susah", percaya bahwa apa yang dimiliki saat ini menjadi jaminan hidup di hari-hari hidup selanjutnya. Pertanyaan untuk kita, apakah itu benar? Apakah harta kekayaan dan jabatan boleh memberi jaminan untuk kehidupan kita selanjutnya?
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Kitab Keluaran menceritakan dengan jelas tentang perbuatan besar yang Tuhan lakukan kepada umat-Nya dengan membawa mereka keluar dari tanah perbudakan di Mesir menuju ke negeri yang berlimpah susu dan madu, yakni tanah Kanaan. Keluaran 6:1-12, Tuhan memilih dan memakai Musa untuk menjadi pemimpin bagi bangsa Israel untuk keluar dari Mesir. Pasal sebelumnya yakni pasal 5, Musa dan Harun telah menghadap Firaun memohon untuk membebaskan bangsa Israel sesuai perintah Tuhan, tetapi justru Firaun mempertanyakan siapakah Tuhan itu, sehingga ia harus mendengarkan firman-Nya. Kehidupan bangsa Israel terus mengalami penindasan, dipukuli, bekerja sambil disiksa.
Penderitaan yang sangat berat itulah yang dirasakan oleh bangsa Israel di Mesir. Tetapi Tuhan tetap mengingat perjanjian-Nya dan umat-Nya. Sehingga di pasal 6 perenungan kita saat ini Tuhan kembali mengutus Musa menghadap Firaun untuk membebaskan bangsa Israel keluar dari Mesir. Tetapi Musa ragu, ada kebimbangan di hatinya karena dia sudah pernah melakukannya. Apakah dia sanggup menjadi pemimpin bagi Israel? Inilah penegasan Tuhan Allah kepada Musa seperti yang sudah dijanjikan-Nya kepada Abraham, Ishak dan Yakub. Tuhan Allah kembali memperkenalkan diri-Nya kepada Musa, "Akulah Tuhan." Tuhan Allah yang sama yang sudah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub. Tuhan Allah tak pernah lupa akan perjanjian yang sudah Ia tetapkan kepada umat-Nya, selalu mengingat dan itu nyata melalui perbuatan-Nya yang ajaib dan luar biasa bagi kehidupan bangsa Israel. Akulah Tuhan Allah yang Mahakuasa yang peduli terhadap penderitaan yang mereka alami, janji-Nya tidak akan pernah berubah, sebab Allah selalu peduli, selalu mengingat dan Allah akan bertindak. Tangan Tuhan Allah yang kuat akan memukul kalah orang Mesir dengan perbuatan-perbuatan yang ajaib. Tuhan Allah juga akan mengangkat mereka menjadi umat-Nya dan membawa mereka ke negeri atau tanah Kanaan seperti yang dijanjikan-Nya kepada Abraham, Ishak dan Yakub.
Di tengah keputusasaan yang dialami Musa karena penolakan dari Firaun, Musa tetap melakukan perintah Tuhan untuk menyampaikan kepada umat Israel, tetapi apa respon mereka? Umat Israel justru tidak mendengar apa yang disampaikan Musa, mereka putus asa karena penindasan yang mereka alami, seperti dipaksa lebih keras lagi untuk membuat batu bata dan harus mencari jerami sendiri. Umat Israel bahkan menyalahkan Musa dan Harun, tetapi Musa tetap setia melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepada-Nya. Kemudian Tuhan Allah kembali berfirman kepada Musa untuk menjumpai Firaun dan menyampaikan supaya Firaun harus membiarkan umat Israel keluar dari negerinya. Musa kemudian menyampaikan keluh kesahnya kepada Tuhan, bahwa apa yang ia sampaikan kepada umat Israel tidak didengar oleh mereka, apalagi kalau ia hendak menghadap Firaun. Musa sadar bahwa ia tidak petah (KBBI berarti lancar bertutur kata, fasih berbicara dan pandai bercakap) lidah, artinya "Musa tidak fasih berbicara". Musa tidak percaya diri untuk menghadap Firaun. Namun di balik kelemahan Musa, Tuhan Allah tetap mengutus dia dan menjanjikan bahwa Tuhan akan senantiasa menyertainya dan bangsa Israel.
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk tetap percaya akan janji Tuhan yakni ya dan amin. Semua rencana Tuhan atas hidup kita tak pernah gagal, sama halnya yang dialami oleh Musa dan bangsa Israel, di mana Tuhan terus mengingatkan mereka bahwa Akulah Tuhan yang akan membebaskan kamu, dan itu semua terbukti, tidak ada yang mustahil, sebab Dialah Allah yang Mahakuasa yang sanggup memulihkan kehidupan bangsa Israel. Karya penyelamatan Tuhan Allah tak pernah berhenti. Oleh karena itu ketika Tuhan memilih dan memakai dan akan mengutus kita menjadi alat-Nya di tengah dunia ini, jangan takut dan ragu serta mengeluh bahwa kita tidak pandai berbicara, atau kita punya pendidikan standar serta berbagai alasan lainnya. Percaya bahwa saat Tuhan utus kita, Dia tidak akan membiarkan kita sendiri, seperti lirik lagu, tak usah ku takut Allah menjagaku, tak usah ku bimbang Yesus p'liharaku, tak usah ku susah Roh Kudus hiburku, tak usah ku cemas Dia memberkatiku, El Shadai, El Shadai Allah Mahakuasa..., dan seterusnya. Jadilah orang-orang yang benar-benar mau melakukan apa yang dikehendaki oleh Tuhan. Sekalipun terjadi penolakan, tetaplah setia dan teruslah berkarya. Andalkan Tuhan selalu, serahkanlah bebanmu kepada Tuhan, sebab hanyalah Dia yang sanggup menjamin kehidupan kita. Sekalipun kita akan menghadapi "penguasa", tetaplah melakukan kebaikan, kebenaran dan kejujuran. Sebab Tuhan tidak pernah membiarkan orang benar tergoyahkan. Amin.
Pertanyaan Untuk Diskusi:
- Apa yang saudara pahami tentang tema "Akulah, Tuhan Allah-Mu Yang Membebaskan Kamu" dari perikop Keluaran 6:1-12?
- Apa bentuk-bentuk program Wanita/Kaum Ibu untuk membebaskan umat dari belenggu dosa dan kemiskinan sehingga benar-benar merdeka?



