Carilah Orang Yang Cakap Dan Takut Akan Allah
Wanita/Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Saat ini, kita semua sedang ada dalam persiapan pemilihan pelayan khusus untuk melaksanakan tanggung jawab di lima tahun ke depan. Mungkin kita sering mendengar kalimat seperti ini: "dia pintar sekali, dia memang orang hebat, atau dia orang baik." Tetapi firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak hanya mencari orang yang pintar atau cakap, melainkan juga orang yang takut akan Allah. Di zaman sekarang, banyak orang mengejar kemampuan, jabatan, dan popularitas. Itu tidak salah. Tetapi Tuhan ingin kemampuan berjalan bersama karakter dan iman. Itulah yang terlihat dalam bacaan kita.
Kitab Keluaran menceritakan tentang bagaimana Tuhan membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir melalui Musa. Dari Mesir, mereka berjalan menuju tanah perjanjian. Jumlah mereka sangat banyak dan persoalan hidup juga makin kompleks. Pada pasal 18, dijelaskan tentang Musa bertemu dengan mertuanya, Yitro. Yitro melihat Musa bekerja dari pagi sampai malam melayani bangsa Israel seorang diri. Semua masalah dibawa kepada Musa. Akibatnya Musa kelelahan, dan bangsa itu juga harus menunggu lama. Yitro lalu memberi nasihat yang bijaksana. Ia berkata: "..kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya..." (ay. 21). Nasihat ini bukan sekadar soal pembagian kerja, tetapi tentang kepemimpinan yang sehat dan takut akan Tuhan.
Kata "cakap" dalam bahasa aslinya, menunjuk pada orang yang mampu, terampil, kuat, dan sanggup menjalankan tanggung jawab. Tuhan tidak ingin umat dipimpin oleh orang malas atau tidak bertanggung jawab. Kata "takut akan Allah" berarti menghormati Tuhan dan hidup menurut kehendak-Nya. Kata "dapat dipercaya dan benci suap" ini bicara tentang integritas. Orang yang dipilih harus jujur dan tidak menyalahgunakan kuasa. Dari tiga kata ini, secara teologis mengajarkan kita bahwa: Tuhan menghargai kerja sama dalam pelayanan; kepemimpinan bukan hanya soal kemampuan, tetapi karakter; dan orang yang takut akan Tuhan akan membawa keadilan dan ketertiban. Musa adalah pemimpin besar, tetapi ia tetap mau mendengar nasihat. Ini juga pelajaran penting tentang kerendahan hati. Augustinus pernah berkata, "Kesombongan membuat manusia jatuh, tetapi kerendahan hati membuka jalan bagi hikmat."
Wanita/Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita:
1. Jadilah perempuan yang cakap dan takut akan Tuhan.
Ibu-ibu GMIM memiliki banyak tanggung jawab. Ada yang menjadi ibu rumah tangga, pegawai, petani, guru, pedagang, pelayan gereja, bahkan sekaligus pengasuh cucu. Tuhan menghargai perempuan yang rajin dan cakap. Tetapi lebih dari itu, Tuhan melihat hati kita. Percuma pandai berbicara di organisasi, tetapi kasar di rumah. Percuma aktif melayani, tetapi suka menyebarkan gosip dan iri hati. Perempuan yang takut akan Tuhan akan terlihat dari perkataannya yang membangun, kesabarannya, kejujurannya, dan kesetiaannya dalam hal kecil.
2. Jangan memikul semuanya sendirian.
Musa hampir kelelahan karena mengurus semuanya sendiri. Banyak ibu juga demikian. Kadang ibu merasa kalau bukan dia yang kerjakan, semuanya akan berantakan. Padahal Tuhan juga memberi keluarga, rekan pelayanan, dan sesama anggota jemaat untuk saling membantu. Di organisasi wanita kaum ibu, kerja sama sangat penting. Jangan semua tugas ditumpuk pada satu orang. Kalau hanya sedikit orang yang bekerja sementara yang lain diam, akhirnya pelayanan kehilangan sukacita. Gereja yang sehat adalah gereja yang melayani bersama.
3. Pilih pemimpin berdasarkan karakter, bukan hanya kemampuan.
Firman ini juga penting dalam memilih pemimpin, baik di gereja, organisasi, maupun masyarakat. Kadang orang dipilih karena pintar bicara atau terkenal. Tetapi Tuhan melihat apakah dia takut akan Allah dan dapat dipercaya. Di zaman sekarang, integritas sangat mahal. Banyak orang hebat tetapi tidak jujur. Banyak orang pintar tetapi tidak takut Tuhan. Karena itu wanita kaum ibu juga dipanggil menjadi pendoa bagi pemimpin gereja, bangsa, dan keluarga.
4. Jadilah teladan bagi anak-anak dan generasi muda.
Anak-anak belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi dari contoh hidup. Kalau anak melihat ibunya suka berdoa, menghormati Tuhan, rajin bekerja, dan jujur, maka itu menjadi warisan iman yang sangat berharga. Billy Graham pernah berkata, "Integritas adalah siapa dirimu saat tidak ada orang yang melihat."
Wanita/Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sering kita merasa bahwa semua harus ditangani sendiri, yang berakibat pada cepat lelah, mudah marah, dan kehilangan sukacita. Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa membagi tugas bukan tanda lemah, tetapi tanda bijaksana. Tuhan tidak hanya mencari orang yang pandai, tetapi orang yang cakap dan takut akan Allah. Dunia saat ini membutuhkan perempuan-perempuan beriman: yang kuat tetapi rendah hati, yang rajin tetapi tetap mengandalkan Tuhan, dan yang aktif tetapi memiliki hati yang tulus. Mari belajar dari Musa dan Yitro: yang mau mendengarkan nasihat, mau bekerja sama, dan memilih hidup takut akan Tuhan. Kiranya Wanita/Kaum Ibu GMIM menjadi perempuan-perempuan yang dipakai Tuhan membawa damai, hikmat, dan teladan iman di keluarga, gereja, dan masyarakat. Amin.
Pertanyaan untuk diskusi:
- Sejauh mana pemahaman ibu-ibu tentang orang yang cakap dan takut akan Tuhan menurut Keluaran 18:13-27?
- Bagaimana implementasinya dalam kehidupan setiap hari?



