GMIM

UPUS NI MAMA · 2026-02-01

Upus Ni Mama WKI GMIM 1-7 Februari 2026

Seia Sekata, Erat Bersatu dan Sehati Sepikir

Wanita Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus

Tema Ibadah kita hari ini adalah: "Seia
sekata, erat bersatu dan sehati sepikir". Tema ini diangkat dari bacaan Alkitab kita saat ini
yakni I
Korintus 1:11-17. Bagian Alkitab ini merupakan nasihat Paulus yang disampaikan kepada jemaat di
Korintus karena mereka dalam situasi pelik yang menunjukkan adanya perselisihan
yang mengarah pada perpecahan
yang disebabkan oleh rivalitas di antara kelompok-kelompok yang terbentuk di dalam jemaat. Nasihatnya
diberikan bukan semata-mata atas dasar otoritas apostoliknya sebagai seorang rasul, melainkan diberikan
"demi nama Tuhan kita Yesus Kristus." Nasihat Paulus tersebut ialah "supaya kamu seia
sekata dan jangan ada perpecahan
di antara kamu." Frasa "seia sekata" diterjemahkan dari kalimat Yunani to auto legete pantes
yang berarti sepakat. Seia
sekata di sini dipahami sebagai berbicara dengan satu suara dan bukannya dalam perang kata-kata.
Tidak adanya seia
sekata adalah alasan terjadinya perpecahan
(schismata) di dalam jemaat. Itulah sebabnya Paulus meminta jemaat supaya erat
bersatu (ete katertismenoi) dan sehati
sepikir (en to auto noi). Erat
bersatu dan sehati sepikir menolong jemaat dapat mengetahui manakah yang baik dan benar, tidak
baik dan salah. Ini adalah dorongan Paulus agar tercipta harmoni dalam jemaat. Perselisihan
(erides) di jemaat Korintus menunjuk pada perdebatan panas yang menuju ke arah yang tidak dapat
ditolerir lagi. Perselisihan itu nyata dalam munculnya kelompok-kelompok di dalam jemaat yang
masing-masing berpusat pada figur yang mereka hormati secara khusus: golongan Paulus, golongan Apolos,
golongan Kefas, dan golongan Kristus. Masing-masing kelompok meninggikan figur yang dipandang memiliki
peran penting atau karunia khusus dalam jemaat. Paulus dipandang sebagai seseorang yang telah menanam
dan mendirikan jemaat. Apolos dipandang sebagai seseorang yang terdidik dan memiliki kemampuan retorika
yang mumpuni dalam pengajaran Kitab Suci. Nama Kefas yang adalah nama lain dari Petrus dikenal sebagai
rasul Tuhan Yesus dan sangat mungkin dipakai oleh mereka yang menjadi Kristen dari latar belakang Yahudi
yang merasa sulit untuk bersatu dengan orang-orang Kristen berlatar belakang Yunani. Pada akhirnya
terdapat kelompok yang memakai nama Yesus
Kristus sendiri.

Paulus memakai tiga pertanyaan untuk menyadarkan jemaat Korintus yang telah dikuasai oleh semangat perpecahan
hingga melupakan bahwa mereka sebagai satu jemaat telah dipanggil kepada persekutuan dengan Anak Allah,
yakni Yesus
Kristus sendiri (1 Korintus 1:9). Pertanyaan pertama yang diajukan Paulus adalah "adakah Kristus
terbagi-bagi?"
Kata terbagi-bagi
diterjemahkan dari kata Yunani merizo, yang dipakai secara khusus oleh Tuhan Yesus dalam Markus
3:24-26 untuk menggambarkan suatu kerajaan dan rumah tangga yang terpecah-pecah, serta Iblis yang
berontak melawan dirinya sendiri dan terbagi-bagi.
Pertanyaan kedua adalah "adakah Paulus disalibkan karena kamu?" Jelaslah bahwa jawabannya adalah tidak.
Paulus mengajukan pertanyaan ini sebagai tamparan keras kepada jemaat yang telah mengagungkan figur
manusia lalu melupakan sentralitas Kristus
dan karya-karya-Nya. Pertanyaan ketiga adalah "adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?" Paulus
berusaha menyadarkan jemaat Korintus bahwa mereka dibaptis dalam nama Kristus dan dengan demikian hanya
dengan Kristuslah mereka memiliki hubungan yang khusus dan dipersatukan dalam karya
kematian dan kebangkitan-Nya.

Dalam bacaan Alkitab ini juga kita membaca bahwa saat mengemukakan tentang baptisan, Paulus mengungkapkan
syukurnya bahwa di dalam jemaat Korintus hanya Krispus dan Gayuslah yang dibaptisnya, "sehingga tidak
ada orang yang dapat mengatakan bahwa kamu dibaptis dalam namaku." Krispus adalah pemimpin rumah ibadat
di Korintus yang menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya karena mendengar
pemberitaan Paulus (Kisah Para Rasul 18:8). Nama Gayus sendiri disebut Paulus dalam Roma 16:23, yakni
dia yang memberi tumpangan kepada Paulus, dan kepada seluruh jemaat. Paulus juga menyebut keluarga
Stefanus sebagai mereka yang dibaptisnya, di mana Stefanus dan keluarganya adalah orang-orang yang
pertama-tama bertobat di Akhaya (1 Korintus 16:15). Pernyataan ini dipakai Paulus dalam menegaskan untuk
apa Kristus mengutusnya, yakni untuk memberitakan Injil dan bukan terutama untuk membaptis. Siapa yang
membaptis dapat saja orang-orang yang berbeda, namun apa yang terpenting adalah bahwa semua yang
dibaptis itu terikat pada Yesus
Kristus saja. Komitmen yang ditunjukkan Paulus dalam memberitakan Injil bukan dengan hikmat
perkataan, melainkan berpusat pada salib
Kristus, mempersiapkan jemaat Korintus pada poin selanjutnya dalam suratnya, yakni salib
Kristus sebagai kekuatan Allah, satu-satunya alasan terbesar yang mempersatukan jemaat.

Wanita/ Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus

Firman Tuhan hari ini mengajak kita semua untuk hidup seia
sekata, erat bersatu dan sehati sepikir. Tuhan tidak meminta kita menjadi sempurna, tetapi
bersedia dibentuk. Sehati
sepikir, seia sekata dan erat bersatu dimulai dari hati yang mau direndahkan di bawah salib
Kristus. Ketika kita belajar mengasihi lebih daripada menyalahkan, mengalah lebih daripada
mempertahankan ego, di situlah Tuhan bekerja melalui hidup kita. Kiranya dari hati para ibu yang lembut,
lahir keluarga yang rukun dan gereja yang penuh damai. Mari kita menjaga hati, menjaga perkataan, dan
menjaga persekutuan. Apa yang kita tanam melalui sikap dan tutur kata sebagai ibu, itulah yang akan
bertumbuh di rumah dan di gereja. Biarlah Kristus
menjadi pusat, sehingga perbedaan tidak memecah, melainkan menyatukan kita dalam kasih. Tuhan
melihat setiap ketulusan, setiap pengorbanan, dan setiap langkah kecil menuju damai. Tuhan Yesus
memberkati kita semua, Amin.

Pertanyaan Untuk Diskusi:

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 1/2/2026