GMIM

UPUS NI MAMA · 2026-03-01

Upus Ni Mama WKI GMIM 1-7 Maret 2026

Seperti Tanah Liat di Tangan Tukang Periuk, Demikianlah Kamu di Tanganku

Wanita/ Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus

Bayangkan segumpal tanah liat yang tampak sederhana dan
tak bernilai, namun di tangan yang tepat, tanah itu bisa berubah
menjadi sesuatu yang berguna dan bernilai. Seperti tanah liat di
tangan tukang periuk, demikianlah kita di tangan Tuhan dibentuk
bukan untuk disakiti, melainkan untuk tujuan memberi kita
kehidupan yang berguna dan bernilai. Pembacaan dan perenungan
kita saat ini dalam Yeremia 18:1-18 merupakan kisah perumpamaan
tentang tukang periuk dan tanah liat yang menegaskan bahwa
Tuhan Allah berdaulat atas Israel. Tuhan Allah berhak membentuk,
merombak, atau memulihkan umat-Nya sesuai dengan cara mereka
menjalani hidup. Nabi Yeremia lahir di Israel pada masa akhir
kerajaan Yehuda Selatan, dan pada tahun ketiga belas raja Yosia
memerintah Yehuda 627 SM. Nabi Yeremia dipanggil untuk
menjadi seorang nabi, melayani selama lebih dari empat puluh
tahun. Pelayanan dan kehidupan Nabi Yeremia tidaklah mudah, ada
begitu banyak tantangan dalam dia menjalankan tugasnya.
Ditambah lagi dia dipakai Tuhan di saat usia muda yang memang
terkadang disepelekan. Nabi Yeremia mengajarkan ketaatan,
ketekunan, dan kesetiaan kepada Allah, sekalipun harus berjalan di
tengah penderitaan.

Wanita/ Kaum Ibu yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Tuhan Allah menyuruh Yeremia turun ke rumah tukang
periuk. Dia ingin bangsa Israel melihat diri mereka apa adanya
bahkan diumpamakan sama seperti tanah liat. Tuhan mau agar
umat-Nya tidak sombong rohani, tidak menyalahgunakan identitas
sebagai umat pilihan dan tidak hidup dalam dosa. Umat diingatkan
bahwa keberadaan mereka bergantung sepenuhnya pada Tuhan.
Kita tahu bersama bahwa bangsa Israel adalah bangsa pilihan Allah,
dan Allah telah berjanji untuk memberkati bangsa Israel. Tuhan
telah memilih bangsa Israel dari bangsa-bangsa lainnya untuk
menjadi bangsa pilihan Allah, dan itu merupakan hak prerogatif
Allah. Namun yang harus diketahui oleh mereka bahwa Tuhan
Allah tidak pernah kompromi dengan dosa sehingga tidak segan-
segan mendatangkan malapetaka kepada bangsa pilihan-Nya ketika
mereka tersebut tidak berbalik dari jalan-jalannya yang jahat.
Dalam Yeremia 18:11 dikatakan "Sebab itu, katakanlah kepada
orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem: Beginilah firman
TUHAN: Sesungguhnya, Aku ini sedang menyiapkan malapetaka
terhadap kamu dan merancangkan rencana terhadap kamu.
Baiklah kamu masing-masing bertobat dari tingkah langkahmu
yang jahat, dan perbaikilah tingkah langkahmu dan
perbuatanmu!" Di ayat sebelumnya, suatu peringatan sekaligus
pilihan disampaikan oleh Yeremia tentang maksud Tuhan seperti
yang tertulis di ayat 7. Jadi tujuan Allah ialah pertobatan supaya
mereka tidak dibinasakan. Kemudian ayat 8, dengan adanya
pertobatan, Allah menyesal terhadap malapetaka. Tuhan
mengingatkan kita di minggu sengsara kedua ini, untuk introspeksi
diri, hidup dalam pertobatan agar terhindar dari malapetaka.

Dalam pembacaan ini, Nabi Yeremia melihat tanah liat yang
rusak di tangan tukang periuk. Namun yang menjadi perhatian yang
sangat penting adalah tanah liat yang rusak itu tidak dibuang.
Tukang periuk justru membentuknya kembali dengan menjadikan
bejana lain yang dianggap baik oleh-Nya. Ini menunjukkan bahwa
sesungguhnya Tuhan melihat hidup kita sebagai sesuatu yang bernilai,
terkadang ada kegagalan tetapi itu bukan akhir dari
rencana Tuhan, karena kita tahu Tuhan sanggup membentuk ulang
hidup umat-Nya yang rusak. Walaupun sering kali kita merasa tidak
layak karena masa lalu, dosa, atau kesalahan, Tetapi Tuhan tidak
pernah menyerah. Selama kita masih ada di tangan-Nya, proses
masih akan terus berlangsung. Tanah liat tidak mempunyai kuasa
untuk membentuk dirinya sendiri, tetapi Allah tahu apa yang sesuai.
Tanah liat juga tidak mempunyai kuasa untuk berkata mau
dijadikan seperti apa tetapi Allah tahu sejak dari awalnya, tanah liat
ini akan dijadikan apa.

Wanita/ Kaum Ibu yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Ada sebuah lagi yang populer "Bagaikan bejana siap di
bentuk, demikian hidupku di tangan-Mu. Bentuklah seturut
kehendak-Mu.............." lagu ini menggambarkan penyerahan
diri
penuh untuk di bentuk oleh Tuhan. Yang harus kita tahu bahwa ada
kalanya proses pembentukan Allah tidaklah mudah. Terkadang kita
diijinkan untuk melewati tahap-tahap seperti sebuah bejana. Kita
merasakan sakit hati, tersinggung, marah, kecewa bahkan juga
mungkin ada masa kita di titik terendah kehidupan dan pada
akhirnya kita menjadi rusak. Jangan menyerah dan jangan berhenti
apalagi sampai meninggalkan Tuhan, percayalah itulah proses
pembentukan untuk menjadi sebuah bejana yang bernilai. Kita
harus rela memberikan hidup kita untuk menjalani proses
pembentukan itu, karena Sang Penjunan tahu persis bagaimana
kehidupan yang terbaik bagi kita. Tuhan akan membentuk kita
sesuai kehendak-Nya. Tuhan akan memperbaiki kehidupan lama
kita dan memolesnya menjadi lebih indah lagi sehingga menjadi
alat yang berguna bagi kemuliaan-Nya.

Sebagai ibu-ibu Tuhan yang percaya kepada rencana-Nya,
kita harus menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan karena itu
akan mempermudah pembentukan bagi kita. Kadang dalam rumah
tangga ada permasalahan dengan suami kita, anak-anak kita, atau
juga kesulitan dalam menjalankan peran sebagai orang tua, belum
lagi permasalahan ekonomi, pendidikan anak, kebutuhan-kebutuhan
dalam rumah tangga terkadang membuat kita depresi dan merasa
terpuruk dalam kehidupan. Tetapi segala penderitaan dan kesakitan
yang kita rasakan Ia tahu, itu sebabnya Ia tetap melakukannya
dengan lembut. Sesulit apa pun perjalanan kehidupan kita jangan
pernah meragukan dan meninggalkan Tuhan, karena Tuhan tidak
pernah bermaksud menghancurkan kita. Ia sedang membentuk,
memperbarui hidup kita menurut rancangan-Nya. Bangun terus
hubungan yang baik dengan Tuhan melalu doa dan kesetiaan
membaca firman agar kehidupan ibu-ibu akan diberkati dan
dikuatkan oleh Tuhan, percayalah kita berada di tangan yang tepat.
Selamat dibentuk oleh Tuhan. Amin.

Pertanyaan untuk diskusi:

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 1/3/2026