GMIM

UPUS NI MAMA · 2025-09-14

Upus Ni Mama WKI GMIM 14-20 September 2025

Orang Benar Akan Masuk ke Dalam Hidup yang Kekal

Wanita/ Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan

Jika kepada kita ditanyakan, apakah kita masih
percaya ada sorga dan neraka? Masihkah kita yakin
bahwa Tuhan Yesus akan datang kembali dan akan ada
kebangkitan, penghakiman dan kehidupan kekal? Tidak
dapat dipungkiri bahwa banyak orang mulai tidak percaya
akan adanya sorga dan neraka. Mereka menyampaikann
pemikiran mereka melalui Fb, Instagram, twitter,
Youtube dan media lainnya tentang pemahaman mereka
yang tidak meyakini penghakiman oleh Tuhan Yesus
dengan kedatangan-Nya kembali. Hal itu membuat
mereka hidup sesuka hati, tidak lagi berjalan pada koridor
kehendak Firman Tuhan, banyak menyimpang dari
peraturan Tuhan dengan hidup sesuka hati mencari
kesenangan dan kepuasan nafsu duniawi.
Bagaimana dengan kita sebagai Wanita/ Kaum Ibu?
Semoga kita tetap berpegang kepada kebenaran Firman
dengan tetap mengimani bahwa suatu saat nanti janji
Tuhan Yesus bahwa Ia akan datang kembali untuk
menghakimi orang yang hidup dan yang mati akan
digenapi karena Tuhan tidak pernah ingkari janji-Nya.
Dengan keyakinan itu akan membuat orang percaya tetap
hidup taat dan setia.

Teks ini merupakan bagian dari Injil Matius mengenai
khotbah tentang akhir zaman yakni pasal 24 dan 25.
Bacaan kita saat ini mengisahkan perumpamaan tentang
kehidupan kekal bersama-Nya. Di teks ini hal Kerajaan
Sorga diumpamakan sepuluh gadis, lima gadis bodoh dan
lima gadis bijaksana. Mereka memiliki satu tujuan yaitu
menanti datangnya sang mempelai, memiliki pelita tetapi
perbedaannya terletak pada persediaan minyak untuk
pelita. Gadis yang bijaksana menyiapkan cadangan
minyak yang diisi di buli-buli supaya kalaupun harus
menunggu lama pelita mereka tidak akan padam. Beda
dengan gadis yang bodoh yang hanya memiliki pelita
tetapi tidak memiliki persediaan minyak sehingga disaat
minyak mereka menipis sehingga pelita hampir padam
barulah mereka berusaha mencari tambahan minyak.
Ketika mempelai sudah tiba, gadis-gadis yang bodoh
masih mencari minyak untuk pelita mereka sehingga
mereka tidak dapat masuk ke tempat perjamuan kawin.
Yang dapat masuk adalah gadis-gadis yang bijaksana
yang tetap setia dan berjaga-jaga dengan menyiapkan
minyak dalam buli-buli. Ketika gadis-gadis bodoh datang
didapati pintu tempat perjamuan kawin sudah tertutup,
mereka memanggil-manggil tetapi sang mempelai berkata
“sesungguhnya aku tidak mengenal kamu”

Wanita/ Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan

Ada lagu yang mengisahkan tentang perumpamaan
ini “Tak lama Tuhan datanglah bersiap dirimu.... Reff
Hendaklah engkau jaga-jagalah, sedia lampu dengan
minyaknya karena dengan sekejap kedengaranlah gegap,
mempelai laki-laki datanglah”
Mempelai laki-laki yang ditunggu kedatangannya
menunjuk kepada kedatangan Tuhan Yesus yang tidak
tahu persis kapan datangnya. Gadis-gadis yang bijaksana
menunjuk pada orang percaya yang setia, berjaga-jaga
dalam iman, tetap melakukan kehendak Tuhan,
mempersiapkan kehidupan beriman menanti kapanpun
kedatangan Tuhan. Berbeda dengan gadis-gadis yang
bodoh menanti kedatangan Tuhan dengan tidak
mempersiapkan segala sesuatu. Menggambarkan
ketidaktaatan dan ketidaksetiaan.

Sebagai Wanita/ Kaum Ibu kristen kita memiliki
tanggungjawab besar untuk mempersiapkan diri kita dan
keluarga kita agar mendapat bagian dalam kehidupan
bersama Tuhan Yesus di sorga yang kekal. Sayangnya ada
yang tujuan hidup di dunia ini hanya memikirkan hal-hal
duniawi yang bersifat sementara lalu mengabaikan hal-hal
rohani yang bersifat kekal. Tidak peduli untuk hidup
dalam kebenaran. Karena itu kita diingatkan agar terus
menyalakan pelita dengan mempersiapkan minyak agar
dapat menjaga nyala pelita tidak akan padam. Ini
gambaran kehidupan yang terus menjadi berkat. Hidup
dalam ketaatan dan kestiaan kepada Tuhan. Berjaga-jaga
dalam iman dan pengharapan akan kedatangan Tuhan
dengan kehidupan yang berkenan kepada-Nya. Jangan
menyia-nyiakan hidup ini, bergaya hidup yang kelihatan
wah, mewah, kaya, membuat terpesona bahkan iri orang
lain melihat kita padahal semuanya semu karena dibalik
semua itu kita memiliki hati yang hampa,
ketidaktenanganan, kelihatan sukses padahal hidup susah.
Membohongi public hanya untuk kesenangan sesaat
akhirnya hancur. Banyak Wanita/ Kaum Ibu yang sudah
memiliki suami masih menggodai suami orang lain hanya
untuk mendapatakan fasilitas ini dan itu, akhirnya
keluarga dikorbankan. Pelita kehidupan dibiarkan padam,
hidup dalam kegelapan dosa. Tidak lagi peduli bahwa
semuanya akan dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan.
Tetapi puji syukur karena masih lebih banyak wanita
kaum ibu yang tetap berusaha menyalakan pelita dengan
kehidupan yang berkenan kepada Tuhan. Rela
mengorbankan keingainan diri, untuk menjadi berkat bagi
rumahtangganya. Salut untuk Wanita/ Kaum Ibu yang
terus setia memerankan kehidupan sebagai istri dan mama
yang takut akan Tuhan sehingga kehadirannya di keluarga
mendatangkan sukacita dan berkat.
Jadilah istri dan mama yang bijaksana yang tetap bertekun
dalam Tuhan dan mempersiapkan segala sesuatu dengan
baik, bertanggungjawa, hidup dalam kebenaran sehingga
keluarga selalu bersyukur diberikan istri dan mama seperti
kita. Nyalakan pelita rohani kita, jangan padamkan
kesaksian hidup kita sebagai orang percaya dan terus setia
menanti Tuhan datang dengan setia beribadah, giat baca 
Firman, tekun berdoa dan selalu rajin bekerja sehingga
keluarga kita bahagia dan sejahtra didalam berkat Tuhan,
Amin.

Pertanyaan untuk Diskusi

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 14/9/2025