GMIM

UPUS NI MAMA · 2026-05-23

Upus Ni Mama WKI GMIM 24-30 Mei 2026

Kisah Para Rasul 2:29-40

Roh Kudus yang Dijanjikan Itu Dicurahkan-Nya

Wanita/ Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti tidak asing dengan kata janji. Kita berjanji kepada suami, kepada anak, kepada orang tua, kepada teman bahkan kepada Tuhan Allah. Terkadang tanpa dipikir terlebih dahulu apakah dapat melakukannya atau tidak, kita berkata kepada anak-anak kita: "Nanti ya mama belikan." "Besok mama pasti temani." "Nanti mama pasti doakan." "Iya, mama janji mama akan memberikan." Begitu cepat kalimat-kalimat itu keluar dari mulut kita. Namun karena kesibukan, kelelahan, banyaknya tanggung jawab, atau karena lupa, janji itu bisa tertunda bahkan terabaikan padahal telah terucap kata "pasti".

Sebagai manusia, kita terbatas. Kita punya niat baik, tetapi sering tidak punya kekuatan yang cukup untuk menepatinya. Kita ingin setia, tetapi terkadang keadaan yang membuat kita tidak menepati komitmen. Berbeda dengan Tuhan Allah. Apa yang Tuhan Allah telah janjikan, pasti ditepati. Bukan karena keadaan mendukung, tetapi karena karakter Tuhan Allah.


Wanita Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Firman Tuhan pada minggu yang berjalan ini diambil dari Kisah Para Rasul 2:29-40. Dikisahkan bahwa pada hari Pentakosta, setelah Tuhan Yesus naik ke surga, Roh Kudus yang dijanjikan dicurahkan atas murid-murid. Peristiwa ini bukan sekadar pengalaman rohani yang spektakuler, tetapi penggenapan janji Tuhan Allah yang membawa perubahan besar dalam kehidupan orang percaya.

Jadi Roh Kudus bukan hanya untuk pemimpin rohani, tetapi untuk setiap orang percaya, tua ataupun muda, baik laki-laki maupun perempuan. Ayat 39 menegaskan: "Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh..." Ini kabar yang sangat menguatkan bagi kaum ibu, di mana Roh Kudus bukan hanya untuk generasi sekarang. Tuhan Allah peduli pada generasi berikutnya, di mana anak-anak kita ada dalam rencana Tuhan Allah. Semua anak juga berarti laki-laki dan perempuan. Perempuan tidak dikesampingkan, ibu-ibu tidak dianggap kelas dua, karena Tuhan Allah memakai semua orang secara aktif.

Selanjutnya Firman Tuhan Allah menyaksikan bagaimana kuasa Roh Kudus mengubahkan hati orang. Ketika orang banyak mendengar khotbah Petrus, mereka "terharu." Perubahan sejati tidak dimulai dari luar, tetapi dari dalam. Lalu mereka bertanya apa yang harus dilakukan. Petrus mengajak mereka untuk bertobat dan menerima karunia Roh Kudus dan dengan tegas pula Petrus bersuara mengecam dan menasehati untuk memberi diri diselamatkan dari angkatan yang jahat.


Wanita/ Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Dari perenungan Firman Tuhan ini kita diingatkan beberapa hal:

Pertama, dalam kehidupan di dunia ini, ada banyak janji manusia yang gagal, tetapi janji Tuhan Allah tidak pernah gagal, selalu ditepati. Mungkin ada doa yang sudah lama dinaikkan, baik untuk anak-anak, untuk suami, dan seisi keluarga. Juga berdoa untuk pekerjaan dan ekonomi keluarga. Pentakosta mengajarkan bahwa janji Tuhan Allah pasti digenapi menurut waktu Tuhan.

Kedua, ada budaya yang sering kali membatasi peran perempuan. Namun Tuhan Allah mencurahkan Roh-Nya tanpa membedakan jenis kelamin. Roh Kudus bekerja menguatkan ibu-ibu dalam kelemahan, memberi hikmat dalam mendidik anak dan memberi keberanian menghadapi masalah.

Ketiga, Roh Kudus mengubahkan hati. Sebagai ibu, sering kali kita ingin anak berubah, suami berubah, keadaan berubah. Tetapi Roh Kudus mengingatkan bahwa perubahan hati adalah pekerjaan-Nya. Tugas kita berdoa, menjadi teladan dan tetap setia oleh karena yang menyentuh hati adalah Roh Kudus.

Keempat, ajakan untuk bertobat dan memberi diri diselamatkan. Bertobat berarti meninggalkan kehidupan yang lama dan hidup baru di dalam Yesus Kristus. Sebagai ibu, kita juga manusia bisa lelah, bisa marah, bisa kecewa, bisa salah, tetapi Roh Kudus menolong kita. Sehingga kita dimampukan untuk rendah hati mengakui kesalahan, meminta ampun dan bangkit kembali. Tidak ada ibu yang sempurna, tetapi ada Roh Kudus yang sempurna menolong kita.

Kitapun yang sering khawatir tentang masa depan anak-anak, tentang pergaulan mereka, iman mereka dan banyak hal lain lagi tetapi Firman Tuhan Allah berjanji bahwa Roh Kudus juga bagi anak-anak. Tugas ibu bukan menjamin masa depan anak dengan kekuatan sendiri, tetapi membawa mereka kepada Tuhan Allah dan menyerahkan mereka dalam kuasa Roh Kudus.

Oleh karena itu mari kita tetap berdoa walau doa belum dijawab. Tetap percaya walau keadaan sulit. Tetap mengasihi walau disakiti. Tetap menjadi teladan di tengah keluarga, di tengah kaum ibu, di tengah jemaat dan di mana kita berada. Terpujilah Tuhan Allah. Amin.


Pertanyaan Untuk Diskusi

  1. Bagaimanakah kisah Roh Kudus yang dijanjikan dicurahkan dan kepada siapakah janji itu menurut Kisah Para Rasul 2:29-40?
  2. Apa yang ibu-ibu harus lakukan sehingga mengalami janji Allah dan hidup dalam kuasa Roh Kudus?

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 23/5/2026