Renungan Lansia GMIM
MENU
Renungan Lansia GMIM, 8-14 Februari 2026 - Renungan Lansia GMIM

Renungan Lansia GMIM, 8-14 Februari 2026

Bilangan 1:1-45

Hitung dan Catatlah Segenap Umat

Hitung dan Catatlah Segenap Umat

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Hanya karena kemurahan dan kasih sayang Tuhan Allah kita boleh ada seperti sekarang ini. Hari-hari hidup sebagai orang percaya selalu ada dalam pemeliharaan-Nya. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa hidup yang kita jalani sering diperhadapkan dengan tantangan dan pergumulan. Namun kasih Tuhan Allah telah mengantar kita menjalaninya dengan penuh ucapan syukur. Dialah yang memberi kita kekuatan dan kemampuan sebagai LANSIA menjalani hidup sehingga boleh beraktifitas, bekerja dan bahkan menjadi teladan buat anak-anak dan cucu-cucu. Semua itu karena kemurahan dan cinta Tuhan Allah bagi kita.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Bacaan kita hari ini dalam Bilangan 1:1-54 mengisahkan tentang keberadaan umat Israel yang keluar dari tanah Mesir dan tiba di padang gurun Sinai. Tuhan Allah memerintahkan kepada Musa agar menghitung umat Israel. Penghitungan ini sangat penting, sebab mereka akan melakukan perjalanan panjang menuju tanah perjanjian. Penghitungan atau sensus bagi orang Israel bukan semata untuk memenuhi data administratif, tetapi sebagai bentuk penataan dan pengorganisasian sebagai umat Tuhan Allah yang tidak lagi sebagai budak melainkan sebagai bangsa milik kepunyaan-Nya. Dengan kata lain, sensus ini sangat bermakna teologis di mana umat Israel bukan lagi sebagai bangsa yang tertindas melainkan kini mereka adalah bangsa milik Tuhan Allah yang akan mewarisi tanah perjanjian yang dijanjikan-Nya.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Musa bersama dengan Harun, mencatat orang Israel yang dimulai dengan mendaftarkan orang laki-laki yang berumur 20 tahun ke atas dan sanggup berperang. Kemudian diangkat juga kepala-kepala suku yang akan mendampingi kepemimpinan Musa dan Harun saat mereka akan mengadakan perjalanan yang sarat dengan tantangan menuju tanah perjanjian. Akhirnya pada tanggal satu bulan kedua disusunlah silsilah orang Israel menurut kaum-kaum yang ada dalam suku mereka (Ayat 18). Betapa pentingnya pendataan ini bagi Israel, sebab bagi orang Israel silsilah keluarga sangat mempengaruhi keberadaan mereka sebagai umat Tuhan Allah. Seseorang dapat diketahui keberadaannya, hanya berdasarkan silsilah keluarga.

Akhirnya semua orang Israel dapat dihitung menurut suku-suku mereka mulai dari suku Ruben, Simeon, Gad, Yehuda, Isakhar, Zebulon, Yusuf yang diwakili oleh Efraim dan Manasye, Benyamin, Dan, Asyer sampai Naftali. Semuanya ada 12 suku beserta dengan pemimpin mereka. Semua yang berumur 20 tahun ke atas dan siap berperang berjumlah 603.550 orang. Itu berarti belum termasuk anak-anak dan perempuan. Yang menarik adalah bahwa, suku Lewi tidak dimasukkan dalam penghitungan ini. Mengapa? Karena mereka mempunyai tugas khusus sebagai kaum yang mengawasi Kemah Suci, merawat perabotan dan perlengkapan Kemah Suci, sebab di dalam Kemah Suci terdapat Tabut yang berisi Hukum Allah. Tidak boleh orang lain mendekat Kemah suci selain kaum Lewi. Orang lain yang mendekat harus dihukum mati. Kaum Lewi juga bertugas mengangkat Kemah Suci dan perabotannya untuk berpindah-pindah dalam perjalanan Israel ke tanah perjanjian. Di sini kita melihat bahwa kaum Lewi ditugaskan khusus untuk menjaga kekudusan Kemah Suci dan perabotannya, sebab Kemah Suci adalah simbol kehadiran Tuhan Allah yang adalah kudus dalam kehidupan orang Israel.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Penghitungan atau sensus orang Israel ini adalah bentuk penataan dan pengaturan Tuhan Allah bagi mereka. Umat Israel bukan lagi sebagai budak dan bangsa yang tertindas melainkan umat milik Tuhan Allah. Oleh karena itu penataan demi keteraturan menjadi ciri khas kehidupan umat yang kudus sebab Tuhan Allah adalah kudus. Dengan kata lain, keteraturan sebagai umat adalah cerminan kekudusan sebagai bangsa yang kudus milik-Nya. Mereka ditata agar mereka mengerti siapa mereka di hadapan Tuhan Allah. Mereka adalah bangsa pilihan dan yang dikuduskan bagi-Nya.

Pencatatan orang Israel di mana urut-urutan suku seperti yang kita baca tadi bukanlah urut-urutan suku siapa yang lebih unggul dan lebih istimewa di antara Israel, melainkan penataan dalam otoritas Tuhan Allah. Demikian juga ketika Tuhan Allah menunjuk kaum Lewi dengan tugas khusus mengawasi Kemah Suci, bukanlah suku itu lebih istimewa di antara suku yang lain. Tetapi semua itu dimaksudkan agar semua suku, semua orang Israel mengambil perannya masing-masing sebagai umat Tuhan Allah yang akan menuju tanah perjanjian. Keberadaan setiap suku dengan tanggung jawab mereka masing-masing itu adalah bentuk ketaatan dan kesetiaan umat menjadi bangsa yang kudus.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Firman Tuhan Allah menyapa kita sebagai warga gereja yang juga tahun ini kita diperhadapkan dengan persiapan-persiapan untuk mengakhiri periode pelayanan dan akan memasuki periode pelayanan baru. Ibarat orang Israel yang ditata dan dipersiapkan untuk menuju tanah perjanjian, kita pun sebagai warga gereja dipersiapkan lewat penataan dan pengaturan pelayanan menuju pelayanan yang semakin baik. Kita mungkin akan di sensus kembali dan diatur dalam penataan dan pemetaan Kolom. Semua itu dimaksudkan bukan sekadar memenuhi administrasi jemaat tetapi demi keteraturan dan ketertiban sebagai umat Tuhan Allah. Proses itu harus dilihat sebagai tanggapan kita terhadap eksistensi kita sebagai umat yang kudus milik kepunyaan Yesus Kristus. Pendataan dan penataan di tengah jemaat bukanlah untuk mengkategorikan siapa yang lebih istimewa atau lebih unggul di antara kita, melainkan sebagai wujud nyata refleksi iman sebagai warga gereja yang bertanggung jawab membangun pelayanan ini.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Sebagai warga gereja kita semua dipanggil untuk membangun pelayanan gereja-Nya dengan talenta dan karunia yang Tuhan Allah berikan. Kita semua adalah orang-orang yang dipilih Tuhan Allah dan diperlengkapi dengan karunia-karunia. Dalam kepelbagaian karunia, kita menyatu dalam tanggung jawab yang sama yaitu membangun gereja-Nya. Kiranya kita mengambil bagian dalam pekerjaan-pekerjaan Tuhan Allah ini dengan sukacita dan rasa syukur.

Sebagai LANSIA, marilah kita menjadi contoh dan teladan untuk mewariskan kehidupan yang taat dan setia termasuk merespon penataan-penataan dan pengaturan gereja kita. Kita menjadi orang-orang yang memberikan teladan bagaimana membangun pelayanan gereja ini. Sebab kita pun dipakai Tuhan Allah untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan-Nya, baik dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam kehidupan berjemaat. Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.