"Sebab itu, katakanlah kepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem: Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku ini sedang menyiapkan malapetaka terhadap kamu dan merancangkan rencana terhadap kamu. Baiklah kamu masing-masing bertobat dari tingkah langkahmu yang jahat, dan perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu! Tetapi mereka berkata: Tidak ada gunanya! Sebab kami hendak berkelakuan mengikuti rencana kami sendiri dan masing-masing hendak bertindak mengikuti kedegilan hatinya yang jahat.""
— Yeremia 18:11-12
Jangan Hidup Dalam Kedegilan Hati
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Manusia seringkali membalas kemurahan kasih Tuhan Allah dengan hidup menyenangkan, tetapi berperilaku tidak sesuai kehendak-Nya. Bahkan untuk hal yang sudah jelas salah, manusia tetap bersikap tidak acuh dan menganggap dosa adalah hal yang biasa saja. Meskipun telah diberikan waktu untuk bertobat, manusia sulit melakukannya karena merasa nyaman untuk tinggal dalam dosa
Firman hari ini menyatakan bahwa Tuhan Allah penuh kasih dan panjang sabar terhadap urnat-Nya. Meskipun la hendak mendatangkan malapetaka atas mereka, tetapi la memberi kesempatan kepada mereka untuk bertobat. Namun, apakah mereka meresponinya dengan takut dan gentar terhadap-Nya? Tidak sama sekali! Malahan dengan sinis mereka berkata. \''Tidak ada gunanya! Sebab kami hendak berkelakuan mengikuti rencana kami sendiri dan masing-masing hendak bertindak mengikuti kedegilan hatinya yang jahat\" (ayat 12). Hal ini bukan hanya menunjukkan sikap yang tidak hormat kepada-Nya, tetapi kedegilan hati. Kedegilan (Ibr. sheriyruth) berarti kekerasan hati, bengkok dan keras kepala kepada Tuhan Allah serta hati yang jahat yang menganggap remeh kasih-Nya. Kedegilan hati yang berarti keras kepala dan tidak mau mendengar nasihat, telah menjadi karakter umat. Itulah alasan penolakkan mereka terhadap tawaran pertobatan dan pengampunan dari Tuhan Allah, yang pada akhirnya membawa pada penghukuman.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman hari ini, meperingatkan dan mengajak kita untuk merenungkan dan menjawab kasih Tuhan Allah yang telah dinyatakan-Nya kepada kita. Apakah masih ada ruang dalam hidup kita yang mengabaikan suara-Nya dan berkompromi dengan dosa? Terkadang ada peringatan-peringatan yang diberikan-Nya, namun kita cenderung mengabaikannya dan tetap memilih untuk tinggal dalam dosa dan kejahatan di hadapan-Nya. Kita diajak untuk tidak mengabaikan kesempatan untuk bertobat, sebab hati yang keras tidak hanya menjauhkan kita dari kasih Tuhan Allah, tapi juga akan membawa pada kehancuran hidup sendiri. Mintalah hati yang lembut untuk dapat menerima proses pembentukan dari Tuhan Allah, sehingga hidup kita sesuai kehendak-Nya dan diberkati. Amin.
Doa
Ya Tuhan Allah, biarlah kami tidak mengeraskan hati ketika diproses dan dibentuk oleh-Mu, sebab Engkau lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hidup kami. Sehingga kami selalu hidup sesuai kehendak-Mu dan boleh diberkati dan dipakai untuk menjadi berkat bagi orang lain. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.