GMIM

Renungan Lansia GMIM, Pakatuan Wo Pakalawiren, 16-22 Agustus 2026 - Keluaran 6:1-12

LANSIA · 2026-08-16

Renungan Lansia GMIM, Pakatuan Wo Pakalawiren, 16-22 Agustus 2026 - Keluaran 6:1-12

Keluaran 6:1-12

Akulah, Tuhan Allahmu yang Membebaskan Kamu

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Sejarah mencatat bangsa Indonesia pernah dijajah oleh Belanda tiga ratus lima puluh tahun dan Jepang selama tiga tahun enam bulan. Bangsa yang terjajah, tidak punya otoritas untuk mengatur dirinya sendiri sebab dia diatur oleh yang menguasainya. Hal yang sama pernah dialami oleh umat Israel ketika mereka dijajah oleh bangsa Mesir selama empat ratus tiga puluh tahun (Kel. 12:40). Perbudakan tidak saja bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan tapi juga bertentangan dengan hukum Tuhan (Mat. 22:39). Peristiwa pembebasan umat Israel dari perbudakan di Mesir adalah wujud janji Tuhan Allah kepada Abraham, Ishak dan Yakub leluhur mereka untuk pergi ke negeri yang dijanjikan yaitu tanah Kanaan. Keadaan umat Israel keluar dari perbudakan adalah hal yang mustahil karena kekuatan bangsa Mesir tidak ada tandingan. Namun, bagi Tuhan Allah tidak ada yang mustahil. Karena itu tema perenungan kita minggu ini ialah "Akulah Tuhan Allahmu yang membebaskan kamu".

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Kitab Keluaran 6:1-12 mencatat beberapa hal:

Pertama, ayat 1-5, Tuhan Allah akan membebaskan dan melepaskan dari perbudakan. Musa bahasa Ibrani "moshe" artinya ditarik dari air (Keluaran 2:10). Musa dipakai Tuhan Allah untuk memimpin umat Israel keluar dari perbudakan di tanah Mesir. Tuhan Allah berfirman kepada Musa bahwa Dia telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub, namun belum menyatakan diri kepada umat Israel. Belum menyatakan diri artinya belum memperlihatkan eksistensi-Nya, baik kepada Musa, maupun kepada umat Israel. Dia telah berjanji kepada leluhur umat Israel memberi tanah Kanaan untuk jadi tempat tinggal selaku orang asing. Dia telah mendengar erang atau rintihan karena diperbudak oleh bangsa Mesir dan Dia ingat akan perjanjian itu. Dia akan membebaskan dari kerja paksa, melepaskan dari perbudakan. Juga akan menebus, artinya membayar, mengganti dan dengan tangan-Nya yang kuat dan teracung memberikan hukuman yang berat kepada penjajah.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Tuhan Allah telah membebaskan umat-Nya di masa lampau hendak memberi pesan kepada kita bahwa Dia tidak menghendaki ada perbudakan atau saling menindas di antara sesama manusia. Karena itu, Tuhan Allah memakai siapa saja termasuk LANSIA untuk jadi alat-Nya memberitakan bahwa Ia itu Mahakuasa. Dia telah membebaskan dan melepaskan umat Israel di masa lampau maka Tuhan Allah yang sama telah datang melalui Yesus Kristus menebus dan menyelamatkan kita. Untuk itu kita diutus menjadi saksi-saksi-Nya agar hidup utuh dan tidak saling menjajah.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Kedua, ayat 6-8, "Tuhan Allah janjikan negeri untuk jadi milik". Apa yang Tuhan Allah janjikan kepada Abraham, Ishak dan Yakub disampaikan juga kepada Musa untuk mempertegas komitmen-Nya kepada umat Israel. Bahwa mereka adalah umat-Nya dan Dia adalah Tuhan Allah yang membebaskan mereka dari kerja paksa di Mesir dan akan membawa mereka ke negeri yang telah dijanjikan untuk menjadi milik. Namun karena umat dalam keputusasaan karena perbudakan yang berat sehingga mereka tidak mendengar atau memperhatikan perkataan Musa. Tetapi, keadaan hidup yang berbeban berat mendorong umat introspeksi diri, bertobat dan kembali untuk mengakui Tuhan Allah yang Mahakuasa dan yang menyelamatkan.

Janji Tuhan Allah tak pernah Ia ingkari dan berlaku sepanjang masa. Hanya saja, kita manusia sering meragukan sehingga mencari pertolongan pada kekuatan dunia yang akhirnya kecewa dan putus asa. Pesan firman kepada kita termasuk LANSIA bahwa janji memberi negeri atau tempat tidak saja menunjuk pada negeri tempat tinggal di dunia, tetapi negeri tempat kehidupan kekal. Untuk itu, selama masih ada di negeri tempat kita hidup dan berkarya termasuk selaku warga negara Republik Indonesia, marilah kita mencintai dan merawat tanah air yang telah dimerdekakan oleh Tuhan Allah melalui perjuangan leluhur dan pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Ketiga, ayat 9-12, "Tidak fasih berbicara". Memimpin bangsa yang besar butuh pemimpin yang cerdas secara intelektual, spiritual, emosional dan sosial. Musa merasa kriteria seorang pemimpin tidak ada padanya untuk pimpin umat Israel keluar dari tanah Mesir. Apalagi kalau Tuhan Allah perintahkan pergi menghadap raja Firaun untuk meminta agar bangsa Israel dilepas dari tanah Mesir. Tentu bagi Musa hal ini mustahil, karena konsekuensinya dianggap pembangkang terhadap raja. Apalagi Musa sadar orang Israel sendiri tidak mendengarkan apa yang ia katakan sebab dia petah lidah artinya tidak fasih berbicara, tidak cerdas. Namun bagi Tuhan Allah keterbatasan kemampuan secara jasmani tidak menjadi penghalang untuk menjadi pemimpin. Karena itu Tuhan Allah berfirman kepada Musa dan Harun serta mengutus mereka kepada orang Israel dan kepada Firaun supaya orang Israel dibawa keluar dari tanah Mesir.

Kalau Musa mengaku tidak fasih berbicara namun Tuhan Allah memanggil untuk memimpin umat, maka hal yang sama Tuhan Allah pakai kepada setiap orang yang percaya. Kita juga dipanggil dan diutus untuk membawa keluarga kita masing-masing keluar dari berbagai persoalan yang menekan bahkan membelenggu kehidupan keluarga. Dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara Tuhan Allah dengan otoritas-Nya telah memakai rakyat dan pejuang kemerdekaan sehingga bangsa Indonesia boleh merebut dan memelihara kemerdekaan sampai sekarang. Secara faktual semangat patriotik untuk menjaga dan merawat kedaulatan bangsa makin berkurang. Contoh sederhana kalau musim piala dunia sepak bola kita begitu fanatik dengan berlomba memasang bendera negara tertentu. Sedangkan bendera merah putih simbol negara kita tidak kita pasang. Sesama anak bangsa menjajah dengan merampas kebebasan beragama. Merampas hak kesejahteraan rakyat dengan melakukan korupsi.

Ibu, Bapak Lansia yang dikasihi Yesus Kristus,

Pada bulan Oktober 2026 GMIM akan melaksanakan pemilihan pelayan khusus kolom, BIPRA dan kelompok pelayanan LANSIA. Pemilihan adalah proses untuk menjawab panggilan Tuhan Allah terhadap warga jemaat yang akan dipilih dan bersedia secara sukarela menjadi pelayan. Bersedia untuk menggembalakan domba-domba Tuhan Allah dan menyampaikan berita Injil kabar baik kepada semua orang tanpa kecuali. Untuk memilih pelayan-Nya, kita boleh merancang siapa figur yang diinginkan. Namun, tetap libatkan peran Roh Kudus sebab bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu (Yoh. 15:16). Tuhan Allah menghendaki agar kita mengakui bahwa Dialah yang telah membebaskan dari belenggu-belenggu perbudakan dunia. Karena itu, marilah selaku orang tua LANSIA percaya, seperti Musa diutus Tuhan Allah, maka hal yang sama kita juga diutus di tengah-tengah keluarga, jemaat dan masyarakat untuk merawat hubungan yang akrab antara sesama karena kita telah diselamatkan oleh Tuhan Allah melalui Yesus Kristus. Amin.

Bagikan:

Tentang Penulis

Ditulis oleh Tim Pelayanan Lansia GMIM di bawah pengelolaan Donald K. Lumingkewas, berafiliasi dengan Dodoku GMIM, media informasi warga GMIM di Sulawesi Utara. Lihat profil lengkap di halaman Tentang.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 16/8/2026