Takutlah Akan Tuhan Dan Beribadahlah Kepada-Nya Dengan Tulus Ikhlas Dan Setia
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Kita saat ini hidup di era di mana batasan antara kebenaran dan kebohongan menjadi kabur. Orang-orang terjebak dalam spiritualitas etalase, pamer kesalehan demi pujian manusia. Banyak juga yang memandang Tuhan Allah seperti mesin ATM, beribadah hanya kalau diberi berkat materi. Di tengah dunia yang menawarkan kepalsuan dan ketidaksetiaan ini, firman Tuhan Allah melalui masa tua Yosua datang menyapa kita dengan sebuah seruan yang tegas: Takutlah akan Tuhan dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia! Di Usia Lanjut ini, mari kita periksa kembali: seperti apa kualitas ibadah dan rasa takut kita kepada Tuhan Allah?
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sebelum Yosua menuntut komitmen bangsa Israel, ia terlebih dahulu mengingatkan mereka akan rekam jejak kasih karunia Tuhan Allah. Dari panggilan Abraham yang bukan siapa-siapa, pembebasan dari perbudakan Mesir, kemenangan atas berbagai musuh, hingga mereka menempati tanah Kanaan yang kota dan hasil buminya tidak mereka usahakan sendiri. Mengapa kita harus takut dan setia kepada Tuhan? Jawabannya ada pada lembaran-lembaran masa lalu hidup kita. Usia Lanjut yang kita nikmati, kesehatan, anak-cucu, hingga warisan iman di GMIM, semuanya adalah anugerah murni. Kita beribadah bukan untuk 'membeli' berkat Tuhan Allah, melainkan sebagai respons syukur karena hidup kita telah dipenuhi oleh kebaikan-Nya sejak dahulu hingga hari ini.
Yosua menegaskan bahwa ibadah yang benar menuntut tiga hal yang radikal:
- Takut akan Tuhan Allah adalah menyatakan rasa hormat yang kudus dan tunduk pada kedaulatan-Nya.
- Tulus Ikhlas dan Setia adalah menjalani kehidupan beriman secara otentik, murni, dan menjauhi kemunafikan.
- Menjauh dari allah lain adalah membuang berhala agar tidak mendua hati.
Yosua memberikan teladan nyata: "Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!" (Ayat 15).
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Di zaman sekarang, 'allah asing' atau berhala modern bentuknya sangat halus. Bisa berupa materialisme (uang sebagai ukuran kebahagiaan), jabatan atau teknologi yang membuat kita lebih betah menatap layar gadget daripada membaca Alkitab atau berdoa. Sebagai kaum LANSIA, kita dipanggil untuk mengarahkan kembali keluarga kita agar memiliki motivasi yang bersih (tulus ikhlas) dan komitmen yang teguh (setia) kepada Tuhan Allah, bukan kepada berhala-berhala modern ini.
Yosua memperingatkan dengan keras: "Kamu tidak sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Allah itu kudus; Ia Allah yang cemburu..." (Ayat 19). Perjanjian dengan Tuhan Allah bukan ritual tanpa konsekuensi. Kasih karunia tidak memberi kita izin untuk hidup sembarangan. Setelah komitmen diucapkan, Yosua menyuruh bangsa itu pulang ke milik pusaka mereka (Ayat 28). Ini berarti, ibadah yang sejati justru baru dimulai ketika ibadah ritual di Gereja selesai.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Bagi warga GMIM, ukuran keberhasilan iman kita bukan pada ramainya kehadiran di ibadah kolom, LANSIA atau jemaat. Ukuran sejatinya adalah bagaimana kita hidup dari hari Senin sampai Sabtu. Apakah di masa tua ini kita masih kedapatan hidup jujur, tulus, menolak ikut-ikutan menyebar hoaks, menolak berbuat tidak adil dan terus menjadi saksi Yesus Kristus yang berintegritas di tengah masyarakat? Marilah kita jadikan sisa hidup kita sebagai 'Batu Peringatan' yang hidup akan kesetiaan Tuhan Allah. Mari kita respons tema minggu ini dengan langkah-langkah konkret:
- Miliki Rasa Takut akan Tuhan dengan menjadikan Tuhan Allah sebagai pusat kehidupan, bukan ego atau keinginan duniawi kita.
- Beribadah dengan Tulus Ikhlas dengan membuang semua kepalsuan dan motivasi transaksional. Kita beribadah karena kita mengasihi-Nya bukan agar dapat berkat.
- Tetap Setia sampai Akhir dengan mewariskan semangat iman, doa dan gotong-royong kepada anak-cucu kita, agar keteladanan iman tidak terputus pada generasi kita.
Tuhan memanggil kita di Lanjut Usia ini bukan untuk mundur, melainkan untuk berdiri teguh dan berkata: "Kami akan takut akan Tuhan Allah dan kami akan beribadah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia!"
Yesus Kristus memberkati LANSIA GMIM. Amin.



