GMIM

Renungan Lansia GMIM, Pakatuan Wo Pakalawiren, 30 Agustus-5 September 2026 - Efesus 4:17-32

LANSIA ยท 2026-08-29

Renungan Lansia GMIM, Pakatuan Wo Pakalawiren, 30 Agustus-5 September 2026 - Efesus 4:17-32

Efesus 4:17-32

๐Ÿ“–Renungan Lansia Minggu Iniโ†’
Ingin membaca edisi terbaru atau menjelajahi seluruh arsip LANSIA?
Renungan Lansia Minggu Iniโ†’

Dibaharui Dalam Roh Dan Pikiranmu Serta Mengenakan Manusia Baru

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Ada sebuah anggapan keliru di tengah masyarakat yang memandang bahwa ketika seseorang sudah Lanjut Usia, watak, kebiasaan dan karakternya sudah 'harga mati' atau tidak bisa diubah lagi. Sering kita mendengar ungkapan, "Ah, dia kan sudah tua, wajar kalau sifatnya keras dan suka mengomel." Namun, firman Tuhan Allah melalui Rasul Paulus hari ini mematahkan anggapan tersebut. Panggilan untuk bertobat dan mengenakan 'manusia baru' tidak mengenal batas usia. Selama napas kehidupan masih dikaruniakan Tuhan Allah, kita semua, termasuk kaum LANSIA, terus dipanggil untuk dibarui dalam roh dan pikiran agar hidup kita semakin memancarkan kemuliaan Yesus Kristus.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Rasul Paulus mengingatkan jemaat Efesus agar tidak hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Tuhan Allah: dengan pikiran yang sia-sia, pengertian yang gelap, dan hati yang degil (keras). Orang yang hidup dalam 'manusia lama' akan kehilangan perasaan moral dan menyerahkan diri pada keserakahan.

Bagi kita kaum LANSIA, hidup dalam 'manusia lama' di masa tua bisa mewujud dalam bentuk yang halus, seperti: 1. Kecenderungan untuk terus mengungkit-ungkit luka masa lalu. 2. Merasa paling benar atau paling senior, sehingga menutup telinga dari nasihat orang lain. 3. Mengisi hari-hari tua dengan kekhawatiran yang berlebihan, keluhan atau justru terjebak dalam arus post-truth (mudah mempercayai gosip, hoaks, dan prasangka buruk yang memecah belah keluarga).

Firman Tuhan Allah berkata: "...kamu harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan." (Ayat 22).

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Bagaimana caranya agar kita bisa berubah? Kuncinya ada pada ayat 23: "...supaya kamu dibarui di dalam roh dan pikiranmu." Pembaruan sejati tidak dimulai dari luar (bukan sekadar rajin hadir di ibadah), melainkan dari dalam, yaitu roh dan cara berpikir kita. Ketika roh dan pikiran kita diserahkan kepada pimpinan Roh Kudus, maka cara kita memandang hidup, cara kita merespons masalah dan tutur kata kita akan ikut berubah.

Di Lanjut Usia ini, marilah kita ganti pikiran yang penuh kecemasan dengan pikiran yang penuh ucapan syukur. Ganti kekerasan hati dengan kelembutan. Mengenakan manusia baru berarti membiarkan kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya dari Tuhan Allah memimpin sisa perjalanan hidup kita.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Rasul Paulus tidak hanya berbicara soal teori, ia memberikan panduan praktis tentang bagaimana manusia baru itu hidup sehari-hari. Hal ini sangat relevan bagi kita kaum LANSIA dalam kehidupan keluarga dan berjemaat:

  1. Berkatalah Benar dan Bangunlah Sesama (Ay. 25, 29): Buanglah dusta. Jangan biarkan ada perkataan kotor atau gosip keluar dari mulut kita. Sebaliknya, pakailah mulut dan lidah di usia tua ini untuk mengucapkan kata-kata berkat, nasihat yang sejuk dan kata-kata yang membangun iman anak-cucu.
  2. Kelola Amarah dengan Bijak (Ay. 26-27): "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam kemarahanmu." Jangan simpan kejengkelan atau dendam di dalam hati, karena itu memberi kesempatan kepada iblis untuk merusak damai sejahtera di masa tua kita.
  3. Buang Kepahitan, Miliki Hati yang Mengampuni (Ay. 31-32): Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah harus dibuang. Sebaliknya, jadilah ramah, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sama seperti Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus telah mengampuni kita.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Masa tua adalah masa yang sangat indah untuk memanen buah-buah roh. Mari kita jadikan sisa usia kita sebagai kesaksian nyata dari 'manusia baru' yang telah ditebus oleh Yesus Kristus dengan:

  • Jaga Pikiran Tetap Segar dengan Firman: Jangan biarkan pikiran kita dipenuhi oleh kekosongan duniawi atau kecanduan gadget yang sia-sia. Hiasi pikiran dengan doa dan pembacaan Alkitab.
  • Jadilah Peneduh dalam Keluarga: Gantilah sikap suka mengkritik dengan sikap yang ramah, penuh kasih mesra dan siap mengampuni kesalahan anak dan cucu.
  • Wariskan Teladan Karakter Yesus Kristus: Warisan terbaik yang bisa kita tinggalkan bagi anak, cucu dan jemaat bukanlah harta materi, melainkan keteladanan hidup dari seorang LANSIA yang roh dan pikirannya terus dibarui oleh Tuhan Allah setiap hari.

Marilah kita berkomitmen di usia yang semakin lanjut, biarlah iman kita semakin matang, kasih kita semakin berdampak dan kehidupan kita semakin memancarkan manusia baru.

Yesus Kristus memberkati kaum Lanjut Usia GMIM. AMIN

Bagikan:

Artikel Terkait

Tentang Penulis

Ditulis oleh Tim Pelayanan Lansia GMIM di bawah pengelolaan Donald K. Lumingkewas, berafiliasi dengan Dodoku GMIM, media informasi warga GMIM di Sulawesi Utara. Lihat profil lengkap di halaman Tentang.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 29/8/2026