ALASAN PEMILIHAN JUDUL
Menikmati dan merasakan kehidupan yang adil damai dan sejahtera menjadi dambaan setiap orang. Sebab kenyataan disekitar kita menyaksikan bagaimana keadilan sepertinya menjadi hal yang sulit di gapai dan damai sejahtera sepertinya sulit dirasakan. Kenyataan itu sering membuat orang merasa hidup ini jauh dari kebahagiaan dan sukacita. Akibatnya orang menjadi kecewa dan bahkan kehilangan pengharapan dalam hidupnya. Tidak terkecuali orang percaya juga sering diperhadapkan dengan kenyataan-kenyataan tersebut sehingga selalu merindukan pemulihan. Apalagi ketika kehidupan di penuhi dengan berbagai tantangan, pergumulan dan penderitaan sebagai pribadi maupun keluarga. Pergumulan saat membangun keluarga, meniti karir dan pekerjaan, membangun relasi atau pergaulan dengan orang lain dan lain sebagainya. Di minggu Adven ini kita dibawa dalam perenungan Firman Tuhan dalam Zakharia 9:9-17 di bawah tema "Lihatlah Rajamu datang Kepada-Mu, Ia Adil dan Jaya."
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)
Kitab Zakharia termasuk dalam kumpulan kitab nabi nabi kecil. Disebut nabi nabi kecil bukan karena alasan status sosial atau kedudukannya tetapi tulisan nabi nabi kecil tergolong singkat sehingga disebut nabi nabi kecil.
Kitab Zakharia berisi penglihatan-penglihatan nabi dengan gambaran simbolis. Kitab ini juga berisi sastra atau tulisan apokaliptik yaitu menyingkap rahasia tentang akhir zaman.
Zakharia berasal dari keluarga Imam, anak dari Imam Berekhya dan cucu dari Imam Ido, mereka dari suku Lewi (Za.1:1; bdk. Ezra 5:1, 6:14 , Neh.12:16).
Kitab Zakharia terdiri dari dua bagian, yaitu pasal 1-8 tentang Penglihatan yang berisi seruan untuk membangun kembali Bait Allah, dan pasal 9-14 yang berisi nubuat tentang Kedatangan Mesias. Suasana Yehuda saat Zakharia bernubuat sesungguhnya adalah ketika umat Tuhan Allah ini sudah pulang dari pembuangan. Namun sukacita dan antusias yang mewarnai kepulangan mereka rupanya sudah meredup. Umat Yehuda sedang patah semangat, apatis dan depresi. Hal ini ditandai dengan puluhan tahun sesudah kembali dari pembuangan namun Bait Allah belum juga di bangun kembali. Dalam keadaan yang terpuruk itulah Zakharia berbicara menyampaikan firman Tuhan Allah kepada Yehuda. Berita sukacita yang menyemangati lagi kehidupan umat di tengah keterpurukan tersebut.
Bersama nabi Hagai, memotivasi umat Yehuda untuk kembali membangun Bait Allah yang telah hancur sewaktu Babel menyerang Yehuda dan mengangkut mereka ke pembuangan pada tahun 587 sM.
Ayat 9-10, Zakharia mengajak umat untuk bersorak-sorak (Ibr. Gil; Yang bermakna sukacita yang tak terhingga, kuat dan bersemangat). Sebab raja yang adil datang kepada mereka. Zakharia tidak mengatakan "Seorang raja" tetapi dikatakan "Rajamu". Itu berarti Raja kepunyaan Israel dan raja itu dari Israel bukan dari negeri antah berantah. Ini pula menandakan raja yang datang itu adalah raja yang memberi kemenangan (Ibr. ydsha; membawa (memiliki) keselamatan, menyelamatkan, memperoleh kemenangan.) dan pemulihan bagi umatNya. Raja itu adalah raja yang adil (Ibr. tsaddiyg; yang berarti adil, benar).
Eksistensi raja ini jelas berbeda dengan raja-raja lain yang cenderung melakukan yang tidak adil dan tidak benar. Raja ini besar dan jaya namun lembut dan penuh kerendahan. Ini di tandai dengan ia menunggang seekor keledai beban yang muda. Biasanya raja-raja akan menunggang kuda yang gagah sebagai tunggangan militer dan sebagai simbol kekuasaan dan kebesaran Namun Mesias Israel adalah raja yang berjaya dengan penuh kelembutan dan kerendahan dalam menghadirkan kedamaian bagi umat-Nya. Kehadiran-Nya melenyapkan segala perang dan konflik (Kereta-kereta, kuda-kuda dan busur perang adalah simbol peralatan perang yang dilenyapkan) termasuk meniadakan pertikaian Efraim (Israel Utara) dan Yerusalem (Israel Selatan). Kehadiran Mesias akan menghacurkan kekuatan militer mereka dan kemudian mempersatukan mereka sebagai umat Tuhan Allah. Bahkan Ia memberitakan damai (Ibr. dibbēr shālôm), yang berarti Mesias menghadirkan damai sejahtera kepada seluruh bangsa.
Ia akan memerintah dan laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi. Pemerintahan Raja itu berlaku untuk selamanya dan menjadi Raja di atas segala Raja. Dia akan bertindak benar memulihkan keadaan umat-Nya yang menderita demi menyelamatkan dan menebus mereka. Dengan sikap-Nya yang lembut tapi berkuasa untuk kedamaian seluruh bumi.
Ayat 11-12, Tuhan Allah akan memulihkan umat-Nya sebab Ia setia dengan perjanjian yang diadakan-Nya bagi umat Israel. Perjanjian yang sudah diikat-Nya sejak Abraham dan yang terus diteguhkan di Sinai (Kel 24). Hal ini menunjukkan bagaimana Tuhan Allah adalah Allah yang setia bagi umat-Nya. Mereka yang masih berada di Babel akan dilepaskannya. Dari lobang yang tidak berair adalah sebutan untuk penjara. Bahkan Tuhan Allah akan menjawab harapan mereka. Aku akan memberi ganti kepadamu dua kali lipat, berarti akan tersedia berkat yang melimpah bagi mereka yang terbebaskan dari tawanan.
Ayat 13-15, Selanjutnya Tuhan Allah akan membela dan menyelamatkan umat-Nya. Tuhan Allah semesta alam (Ibr. Yehowa zebaoth; Tuhan atas segala tentara; Tuhan adalah panglima perang) sebagai panglima berperang dan memberi kemenangan atas umat terhadap musuh-musuh mereka, la tetap bersama mereka dan menaklukkan bangsa yang memusuhi umat-Nya. Umat akan menikmati kemenangan sebab Tuhan Allah ada dipihak mereka. Kemenangan digambarkan seperti mereka menginjak-injak pengumban-pengumban (senjata-senjata) musuh dan jatuh tak berdaya di bawah kaki mereka. Demikian pula minum darah seperti anggur adalah bahasa simbolik tentang kekalahan dan ketidakberdayaan para musuh.
Ayat 16-17, Tuhan Allah menyelamatkan umat-Nya dan memberi kemenangan kepada mereka. Kemudian, dengan menggunakan bahasa kiasan nabi menggambarkan keselamatan dan kasih Tuhan Allah bagi umat-Nya. Yaitu, umat adalah kawanan domba, di mana Dia adalah Gembala yang membimbing dan memelihara umat-Nya (bdk. Mazmur 100:3 ). Juga, umat bagaikan permata-permata yang berkilauan seperti mahkota dan piala bagi kemuliaan-Nya. Mereka ibarat permata-permata mahkota yang berkilap-kilap (Ibr. Natsats; berkilauan). Artinya mereka menjadi kebanggaan Tuhan Allah dan menjadi milik yang berharga di mata-Nya.
Di akhir perikop, digambarkan kelak akan terjadi kemakmuran dan kelimpahan berkat, menjadi suatu pemandangan yang indah dan memberi semangat sukacita bagi generasi mudanya. Maksudnya, para pemuda akan bersukacita karena tersedianya gandum dan para pemudi sangat bergembira dengan hasil buah anggur yang melimpah. Ini menunjukkan bahwa ketika Mesias yang memerintah, maka suasana yang penuh dengan damai sejahtera akan dirasakan dan dinikmati oleh umat Tuhan Allah.
MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
NAS PEMBIMBING: Filipi 4:4-6
POKOK-POKOK DOA:
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN
HARI MINGGU ADVEN KE-III
NYANYIAN YANG DIUSULKAN
Persiapan: KJ.No 85. "Kusongsong Bagaimana".
Nas Pembimbing: NNBT.No.7. "Mari Puji Tuhan Yesus".
Hukum Tuhan: KJ No. 38. "T'lah Kutemukan Dasar Kuat"
Pengakuan Dosa: KJ.No. 149 "Sang Maha Tabib T'lah Dekat"
Pemberitaan Anugerah Allah: NKB No. 34 "Setia-Mu, Tuhanku, Tiada Bertara"
Persembahan: NNBT No. 15 "Hai Seluruh Umata Tuhan"
Nyanyian Penutup: KJ No.91 "Putri Sion, Nyanyilah"
ATRIBUT:
Warna Dasar Biru Muda dengan Simbol Empat Buah Lilin Berwarna Ungu.

