ALASAN PEMILIHAN TEMA
Di dalam membangun kehidupan berjemaat dan
bermasyarakat, hubungan antara anggota jemaat dan pemimpin,
juga anggota masyarakat dan pemimpinya haruslah dipelihara
dengan baik. Caranya hubungan tersebut harus dibangun dengan
dasar saling menghormati dan mengasihi. Seringkali konflik dalam
persekutuan jemaat dan masyarakat muncul karena kurangnya
saling menghargai sehingga tidak adanya keharmonisan. Gereja
sehat sangat tergantung pada hubungan antara pemimpin dengan
anggota berlangsung dalam tuntunan kasih Tuhan Allah. Gereja
yang hidup dalam damai akan menjadi tempat yang kondusif
untuk pertumbuhan rohani. Sehingga dapat mengaktualisasikan
panggilan gereja bersekutu, melayani dan bersaksi secara
maksimal. Penghormatan terhadap pemimpin sangat ditentukan
oleh sikap dan sifat keteladanan serta integritas. Keharmonisan
dan soliditas jemaat akan menjawab kebutuhan pelayanan, serta
mengatasi tantangan untuk menghasilkan buah-buah iman.
Tema: “Hormatilah Pemimpin dan Hiduplah Selalu
Dalam Damai Seorang dengan yang Lain” menjadi kajian
yang akan diuraikan selanjutnya berdasarkan I Tesalonika 5:12-
22.
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Surat 1 Tesalonika ditulis oleh Rasul Paulus dan ditujukan
kepada jemaat di Tesalonika, sebuah kota penting di Makedonia
(sekarang bagian dari Yunani utara). Kitab ini diyakini ditulis
sekitar tahun 50 - 51 M saat ia berada di Korintus, setelah
meninggalkan Tesalonika karena penganiayaan (lihat Kisah Para
Rasul 17). Tesalonika merupakan kota pelabuhan yang penting
dan Ibukota Provinsi Makedonia. Paulus, bersama Silas dan
Timotius, mendirikan jemaat di Tesalonika selama perjalanan
misionaris kedua. Di masa itu jemaat berada dalam penganiayaan
yang hebat.
1 Tesalonika 5:12-22, terdapat beberapa pokok penting,
antara lain: menghormati pemimpin, hidup selalu dalam damai
seorang dengan yang lain, menegor, menghibur, membela,
kesabaran, tidak membalas kejahatan, bersukacita, mengucap
syukur dan tidak memadamkan Roh dan lainnya.
Ayat 12, Hormatilah pemimpin. Kata menghormati (Yun.
ἡγέομαι/hegeomai) berarti menganggap, menghormati atau
mengangkat. Ini menunjukkan panggilan untuk memberikan
penghargaan dan penghormatan kepada pemimpin jemaat. Kata
Yunani yang digunakan untuk pemimpin adalah τοὺς ἡγουμένους (tous hegoumenous). Kata τοὺς (tous) adalah kata sandang jamak
yang berarti mereka atau mereka yang.
Pemimpin bagi jemaat menurut rasul Paulus adalah:
Pertama, mereka yang bekerja keras. Kedua, yang memimpin
kamu dalam Tuhan. Ketiga, yang menegor kamu. Frasa "mereka
yang bekerja keras" diterjemahkan dari kata Yun. κοπιῶντας (kopiontas). Kata ini merupakan bentuk jamak dari kata kerja
κοπιάω (kopiaō), yang memiliki arti dasar bekerja keras, berjuang,
atau berusaha dengan keras. Arti kata κοπιάω (kopiaō)
menunjukkan usaha atau pekerjaan yang dilakukan dengan
tekun, keras dan berat. Menggambarkan kerja keras fisik atau
mental yang memerlukan dedikasi, kesungguhan dan kerelaan
berkorban. Ini merujuk pada pemimpin jemaat yang melakukan
pekerjaan keras dalam membimbing, mengajar dan memelihara
jemaat. Frasa “yang menegor kamu”, kata Yun. νουθετέω (noutheteō) untuk menegor, yang berarti memperingatkan,
memberi nasihat atau menyampaikan teguran, (band. Amsal
27:5). Hal ini menegaskan pentingnya pemimpin gereja dalam
memberikan nasihat dan teguran yang konstruktif untuk
mengarahkan dan memenangkan hidup jemaat bagi Tuhan. Frasa
“yang memimpin kamu dalam Tuhan” menunjuk pada mereka
yang mengenal dan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan
dan Juruselamat serta hidup mengandalkan-Nya dalam segala
hal. Mereka ini adalah pemimpin yang memiliki karakter Kristus
dengan spiritualitas, moralitas dan dedikasi pelayanan
berdasarkan kasih Yesus Kristus yang rela berkorban. Pemimpin
inilah yang memimpin jemaat dalam Tuhan. Merekalah yang
bertanggung jawab untuk membimbing jemaat melalui
pengajaran, penggembalaan dan nasihat sesuai dengan ajaran
Yesus Kristus dan Kitab Suci. Merekalah pemimpin yang patut
diteladani dan dihormati jemaat.
Ayat 13a, Jemaat diajak memberikan dukungan kepada
para pemimpin gereja: “supaya kamu sungguh-sungguh
menjunjung mereka dalam kasih." Menjunjung mereka dalam
kasih, merujuk pada sikap dan tindakan jemaat untuk
memperlakukan pemimpin rohani dengan kasih yang tulus dan
penuh penghargaan. Kata Yunani yang digunakan adalah
ἀγαπᾶτε (agapate), bermakna cintai atau kasihilah. Arti
menjunjung mereka dalam kasih adalah jemaat diimbau untuk
mencintai para pemimpin rohani mereka dengan kasih yang tidak
egois atau berorientasi pada diri sendiri, melainkan dengan kasih
yang tulus dan peduli. Hal ini mencakup sikap penghargaan dan
hormat yang lahir dari cinta kasih, yaitu memperlakukan mereka
dengan penghormatan yang pantas atas pelayanan dan
pengorbanan mereka dalam menggembalakan jemaat. Selain dari
aspek emosional, kasih juga mencakup dukungan praktis dan doa
bagi pemimpin rohani serta kerjasama dalam membangun dan
memelihara persekutuan dalam gereja.
Jadi, “menjunjung mereka dalam kasih” menekankan
bahwa penghargaan dan hubungan yang baik antara jemaat dan
pemimpin rohani harus didasarkan pada kasih yang tulus dan
cermat dalam menghargai pelayanan serta peran mereka di
gereja.
Ayat 13b - 15, Hiduplah selalu dalam damai seorang
dengan yang lain, menekankan pentingnya menjaga kedamaian
dalam hubungan antar jemaat. Selanjutnya ajaran-ajaran yang
memberikan panduan konkret tentang bagaimana jemaat dapat
mendukung dan memelihara kedamaian. Seperti menegor
mereka yang hidup dengan tidak tertib, menghibur mereka yang
tawar hati, membela mereka yang lemah, sabarlah terhadap
semua orang, jangan membalas jahat dengan jahat, tetapi
usahakanlah senantiasa yang baik. Ajaran ini mengingatkan
jemaat bahwa teguran dengan kasih merupakan cara untuk
memperbaiki perilaku yang tidak sejalan dengan kehendak Yesus
Kristus. Hiburlah mereka yang tawar hati berarti memberikan
dukungan moral dan emosional kepada mereka yang sedang
menghadapi kesulitan atau keputusasaan dengan memberi
dukungan dan menunjukkan kepedulian terhadap yang
membutuhkan bantuan dan perlindungan ekstra. Dan
mengajarkan untuk menjaga kesabaran dalam menghadapi
berbagai tipe orang dalam situasi berbeda-beda. Bagi orang
percaya sangat penting menahan diri dari sikap balas dendam
atau membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi sebaliknya
berupaya untuk melakukan yang baik kepada semua orang.
Ayat 16-18, Paulus mengimbau agar selalu bersukacita,
bertekun dalam doa
dan mengucap syukur dalam segala hal
sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan Allah.
Ayat 19-22, Paulus juga menekankan pentingnya tidak
memadamkan Roh Kudus dan tidak menganggap rendah
nubuatan. Pengajaran ini menuntun jemaat untuk hidup dalam
kesadaran akan pekerjaan kuasa Roh Kudus dan untuk tidak
menyepelekan janji-janji Tuhan Allah yang telah digenapi dan
akan digenapi. Orang percaya perlu berhati-hati dengan cara
menguji segala sesuatu dan memegang yang baik. Dinasihati juga
agar jangan dekat-dekat dengan segala kejahatan tetapi
berusahalah menjauh.
MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
NAS PEMBIMBING:
Ibrani 13 : 17
POKOK-POKOK DOA
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:
HARI MINGGU BENTUK IV
NYANYIAN YANG DIUSULKAN
Panggilan Beribadah: NNBT. 2 Dunia Tercipta Oleh Kar'na Tuhanmu
Nas Pembimbing : KJ. No.376 Ikut Dikau Saja Tuhan
Pengakuan Dosa dan Pengampunan:NKB No.10 Dari Kungkungan Malam Gelap
Puji-pujian: PKJ No.14, "Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan"
Ses. Pembacaan Alkitab: KJ No.52 Sabda Tuhan Allah
Persembahan: KJ No.288 Mari, Puji Raja Sorga
Nyanyian Penutup: DSL No. 138 Berjalan Diterang
ATRIBUT
Warna Dasar Hijau dengan simbol Salib dan Perahu di atas Gelombang.

