GMIM

MTPJ · 2025-11-27

MTPJ GMIM 30 November - 6 Desember 2025

Menanti Kedatangan Raja yang Bijaksana dan Benar · Yeremia 23:1-8

Tema Bulanan

Firman Tuhan: Menumbuhkan Iman, Membuahkan Kebaikan dan Menerangi Kegelapan

Tema Mingguan

Menanti Kedatangan Raja yang Bijaksana dan Benar

Bacaan Alkitab

Yeremia 23:1-8

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Sejarah dunia mencatat, ada pemimpin negara atau penguasa yang terkenal kejahatannya. Pemimpin yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat tetapi justru menyalahgunakan kekuasaannya, mementingkan kepentingan pribadi, keluarga atau golongan daripada kepentingan rakyat yang seharusnya mereka lindungi, pelihara dan sejahterakan. Bangsa yang memiliki pemimpin demikian pastilah akan mengalami krisis politik, hukum, ekonomi, moral dan etika serius. Akibatnya, norma-norma etika seringkali diabaikan, nilai-nilai kebenaran dan keadilan dilanggar demi keuntungan pribadi dan kelompok sehingga menyebabkan meningkatnya kejahatan, kekerasan dan perilaku tidak bermoral dalam masyarakat. Keadaan ini memicu munculnya protes masyarakat karena tekanan hidup yang semakin berat, hilangnya kepercayaan terhadap pemimpin sehingga rakyat merasa kehilangan harapan karena adanya kesenjangan, penindasan dan ketidakadilan.

Masa Advent bagi orang Kristen merupakan perayaan minggu-minggu penantian kedatangan Yesus Kristus, Sang Mesias. Kedatangan-Nya sudah terjadi dalam sejarah dan sampai kini terus dirayakan di masa-masa menjelang perayaan natal Yesus Kristus. Hal ini menjadi perenungan gereja selaku orang percaya yang menantikan kedatangan Yesus Kristus kembali. Oleh karena itu, di minggu advent pertama ini, yang menjadi tema perenungan kita adalah "Menanti Kedatangan Raja yang Bijaksana, Adil, dan Benar."

PEMBAHASAN TEMATIS

■ Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)

Kitab Yeremia dibuka dengan kalimat: "inilah perkataan-perkataan Yeremia" yang memastikan bahwa Yeremia adalah penulis kitab ini. Kitab ini juga disebut kitab nubuat karena berisi nubuatan Yeremia dalam pelayanannya kepada Israel Selatan atau Yehuda selama 40 tahun terakhir dari sejarah kerajaan Yehuda (sekitar tahun 626 - 586 SM). Dengan demikian Yeremia menjadi saksi hidup runtuhnya Yerusalem oleh serbuan kerajaan Babel. Yeremia adalah putera seorang imam bernama Hilkia dari kota Anatot di wilayah Benyamin. Ia dipanggil menjadi nabi tepatnya pada tahun ke-13 pemerintahan raja Yosia yang terkenal baik. Namun setelah Yosia, semua raja yang memerintah Yehuda terkenal sebagai raja-raja yang jahat, mengerikan dan penuh kemerosotan moral dalam pemerintahannya yakni raja Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin hingga raja Zedekia yang terkenal bodoh karena di masa pemerintahannyalah Yehuda ditaklukan Babel dan mengakibatkan bait Allah dihancurkan dan umat Yehuda ditawan dalam pembuangan Babel. Yeremia terkenal sebagai nabi yang berani menegur dan memberitakan hukuman bagi raja-raja tersebut. Meski sepanjang pelayanannya Yeremia harus banyak meratapi nasib bangsanya yang terancam hancur binasa, namun ia selalu gigih dalam perjuangan melayani, menentang dan melawan kebobrokan, kepalsuan dan kejahatan. Bahkan Yeremia juga menubuatkan janji pemulihan bagi Yehuda di masa depan dan nubuatan kedatangan Mesias yang disebut Tunas keadilan bagi Daud.

Yeremia 23:1-8 merupakan satu bagian dari pasal 2-33 yang berbicara tentang nubuat Yeremia kepada Yehuda dan secara khusus mulai pasal 21-24:10 merupakan nubuat penghukuman bagi raja-raja jahat, nabi-nabi palsu dan umat Yehuda yang bobrok.

Ay. 1-2: Yeremia memulai dengan kecaman keras terhadap para pemimpin Israel yang gagal menjalankan tugasnya. Mereka disebut gembala (Ibr. "ra'ah": menggembalakan tetapi juga yang berkuasa; Ing. Shepherd"; gembala, penggembala, pelindung; Lat. "Pasco": membiarkan ternak gembalaannya makan rumput di padang belantara; memelihara ternak dan memberi ternaknya makanan). Dalam PL bahkan bila ditarik jauh sampai pada masyarakat Timur dekat kuno, gembala bukan menunjuk pada para pemimpin agama, melainkan raja dan kelompok orang yang ditunjuk, dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan Allah untuk menggembalakan dan memegang kekuasaan dalam kepemimpinan suatu bangsa. Mereka ini didapati mencerai-beraikan dan membinasakan umat Tuhan dengan membiarkan mereka kelaparan. Yohanes Calvin menyatakan bahwa dosa para gembala ini adalah tidak setia menjalankan tugas yang telah dipercayakan kepada mereka, sehingga umat Tuhan menjadi tercerai-berai dan hilang.

Ay. 3: Tuhan Allah menjanjikan bahwa Dia sendiri yang akan mengumpulkan kembali umat-Nya. Agustinus dalam bukunya: "Kota Tuhan" menyatakan bahwa janji ini menunjukkan pemeliharaan Tuhan Allah yang tak pernah berakhir bagi umat-Nya, bahkan ketika mereka tersesat dan terpencar.

Ay. 4: Tuhan Allah akan menggantikan para gembala yang jahat dengan gembala yang setia. Gembala yang bersikap selayaknya gembala yang baik, sungguh-sungguh menjaga kambing domba milik Tuhan, memberi mereka makan, melindungi dan membimbing mereka sehingga tidak ada satupun yang ketakutan dan terhilang.

Selanjutnya menunjukkan 2 janji yang disampaikan Yeremia. Janji ini merupakan tanggapan Tuhan Allah atas kehidupan Yehuda yang sedang dipimpin para gembala palsu dalam keadaan suram dan terancam binasa.

Ay. 5-6 merupakan janji yang pertama dalam kaitan dengan pemulihan kembali kerajaan Daud melalui kedatangan seorang gembala yang baik bagi mereka di masa depan. Gembala ini menunjuk pada keturunan Daud yang akan menggantikan tunas Daud yang telah ditebas Tuhan Allah saat jatuhnya Yerusalem dengan tumbuhnya tunas yang baru bagi Daud. Tunas ini disebut tunas adil (tunas, Ibr.tsemach: tumbuh-tumbuhan/bagian tumbuhan yang baru tumbuh), adil (Ibr.tsaddiyq: adil, halal, benar) yang mengarah kepada Mesias yakni Yesus Kristus sebagai keturunan Daud, yang akan memerintah dengan bijaksana, adil, dan benar. Nama yang diberikan kepadanya ialah Tuhan keadilan kita. Nama ini ternyata hampir sama dengan arti nama raja Zedekia: "keadilan Allah" namun Zedekia dalam kepemimpinannya sebagai raja atau gembala justru tidak sanggup menghadirkan keadilan bagi umat Yehuda. Sehingga dalam kepemimpinannya Yehuda jatuh ke tangan Babel.

Ay. 7-8 merupakan janji kedua dalam kaitan dengan waktu yang akan datang di mana akan ada peristiwa kepulangan yang tidak kalah hebat dari peristiwa exodus (keluaran) dari Mesir. Karena kepulangan ini tidak hanya kembali ke tanah perjanjian, tetapi juga kembali kepada Tuhan Allah yakni ada pemulihan hubungan yang rusak antara Tuhan Allah dengan umat-Nya. Secara eskatologis (doktrin akhir zaman) hal ini hanya mungkin terjadi melalui perantara kepada Tuhan Allah yang tidak lain hanya bisa dilakukan oleh Tunas Adil bagi Daud sebagai satu-satunya jalan untuk datang kepada-Nya. (bdk. Yoh 14:6).

MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

NAS PEMBIMBING: 1 Timotius 6:14-15

POKOK-POKOK DOA:

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN

MINGGU ADVEN I

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan: KJ. No. 76 "Kau Yang Lama Dinantikan"
Nas Pembimbing: KJ. No. 19 "Tuhanku Yesus"
Hukum Tuhan: DSL 184 "Berjagalah dan Berdoalah"
Pengakuan Dosa: KJ. No. 39 "Ku Diberi Belas Kasihan"
Berita Anugerah Allah: KJ No. 84 "Ya Yesus Dikau Kurindukan"
Persembahan: NKB No. 52 "Hai Orang Yang Beriman"
Penutup: NKB No. 207 "Taat, Setia, Bertekad Yang Bulat"

ATRIBUT

Warna Dasar Biru Muda dengan Simbol Empat Buah Lilin Berwarna Ungu

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 27/11/2025