GMIM

MTPJ · 2026-05-31

MTPJ GMIM 31 Mei - 6 Juni 2026

Barangsiapa Menghujat Roh Kudus Tidak Akan Diampuni · Lukas 12:1-12

Tema Bulanan

Spiritualitas kebangkitan Yesus Kristus Menggerakkan Gereja Untuk melayani Mewujudkan Tanda-tanda Kerajaan Allah

Tema Mingguan

Barangsiapa Menghujat Roh Kudus Tidak Akan Diampuni

Bacaan Alkitab

Lukas 12:1-12

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Kita berada di era teknologi digital dengan segala inovasi yang sangat mencengangkan di bidang Informasi dan komunikasi. Hampir tidak ada orang yang tidak terkait dengan menggunakan handphone, komputer, internet, facebook, WhatsApp, Tablet dalam berkomunikasi. Menggunakan hasil teknologi di satu sisi sangat menolong mendapatkan informasi dan berkomunikasi. Namun di lain sisi, jika kemajuan teknologi ini disalah gunakan dapat dijadikan alat untuk menyebarkan kabar bohong, fitnah, ujaran kebencian, hujat-menghujat baik kepada sesama manusia maupun kepada sang Pencipta yang disembah dan dimuliakan. Orang yang tidak percaya Tuhan Allah, tidak yakin pada pertolongan Tuhan Allah dan memutarbalikkan pekerjaan Roh Kudus akan cenderung mengandalkan kemampuan manusia, mengabaikan Tuhan Allah dan menghujat Roh Kudus. Mengingat hal ini, tema perenungan di minggu ini: "BARANG SIAPA MENGHUJAT ROH KUDUS TIDAK AKAN DIAMPUNI."

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)

Injil Lukas ditulis oleh seorang Tabib yang bernama Lukas (Lukas 1:1) yang juga menulis kitab Kisah Para Rasul sekitar tahun 65 Masehi (Kis. 1:1). Sesuai kesaksian dari mereka yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman (Luk. 1:2). Injil Lukas ditujukan kepada Teofilus yang mulia. Teofilus terdiri dari dua kata Teos artinya Allah dan Filus dari kata Yunani Filia artinya cinta atau kasih. Jadi secara harafia kata Teofilus dapat diartikan Allah mencintai, mengasihi atau sahabat Allah. Injil ini ditujukan kepada orang-orang yang mencintai, mengasihi Tuhan Allah atau mereka yang dicintai, dikasihi oleh Tuhan Allah. Tujuan Injil ini ditulis supaya Teofilus mengetahui pengajaran yang diajarkan kepadanya tentang Yesus Kristus dan kepada mereka yang bukan orang Yahudi.

Dalam ayat 1 disebutkan beribu-ribu orang banyak telah berkerumun dan berdesak-desakan untuk dapat bersoal jawab dengan Yesus Kristus. Momen ini dipakai untuk mengajar khususnya kepada Murid-murid-Nya. Kata Tuhan Yesus waspadalah terhadap "ragi", yaitu kemunafikan orang Farisi. Bahasa Yunani "Zyme" artinya fermentasi untuk pembuatan roti atau minuman. Bahasa Inggris 'leaven' artinya pengaruh negatif, ajaran sesat atau dosa. Yesus Kristus menyampaikan perumpamaan "ragi" untuk menggambarkan bagaimana pengaruh ajaran orang Farisi menyebar ke seluruh adonan (Mark. 8:15). Kata ragi digunakan untuk menggambarkan kejahatan dan dosa yang berakar kuat (1Kor 5:6). Ragi dikiaskan pengajaran busuk (band. Mat. 16:6, 1Kor 5:7). Karena itu Yesus Kristus memperingatkan untuk berjaga-jaga dan waspada terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes (Mark. 8:15).

Kata waspada artinya hati-hati, berjaga-jaga, siap siaga. Kata munafik artinya pura-pura, bermuka dua, tidak tulus, menipu, berbuat licik yang dilakoni orang Farisi. Selanjutnya dalam ayat 2 disebutkan yang tertutup akan dibuka dan yang tersembunyi akan diketahui. Artinya kemunafikan orang Farisi akan ketahuan dan tidak ada yang dapat disembunyikan. Dalam ayat 3 dan 4 berbicara tentang apa yang dikatakan di dalam gelap akan terdengar di terang, dan apa yang dibisikkan ke telinga dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah, artinya tidak ada yang tertutup, tersembunyi yang tidak dibuka dan diketahui. Yesus Kristus berkata kepada murid-murid-Nya sebagai sahabat jangan takut kepada orang Farisi dan ahli-ahli Taurat (Luk. 11:42) yang dapat membunuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Artinya mereka tidak punya kuasa.

Ayat 5, Yesus Kristus katakan, Dia akan menunjukkan siapa yang harus mereka takuti. Takutilah Dia yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Neraka dalam bahasa Yunani "gehena" tempat hukuman abadi yang penuh dengan siksaan. Bahasa Ibrani "sheol" atau alam maut, dunia orang mati, tempat kebinasaan (Bil. 16:30). Untuk itu takutilah atau hormatilah Tuhan Allah. Ayat 6-7 disebutkan burung Pipit dijual 5 ekor dua duit artinya harga murah tetapi tidak seekorpun dilupakan Tuhan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Artinya tidak ada yang terabaikan, karena itu jangan takut karena mereka lebih berharga dari burung Pipit.

Ayat 8. Kata Tuhan Yesus setiap orang yang mengakui Dia di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Artinya setiap orang yang mengakui Yesus Kristus, akan mengakui mereka di hadapan Tuhan Allah. Lalu pada ayat 9 dikatakan siapa menyangkal Yesus Kristus di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Tuhan Allah. Artinya apa yang diikat manusia di bumi terikat juga di Sorga (Mat. 16:19). Ayat 10. Yesus Kristus mengingatkan setiap orang yang dengan perkataan melawan Anak Manusia, dia akan diampuni. Hal ini dikatakan Yesus Kristus saat berhadapan langsung, masih berada di dalam dunia, untuk memberi pengertian. Tetapi ada hal yang tidak akan diampuni, yaitu siapa yang menghujat Roh Kudus. Kata menghujat menurut KBBI mencaci, mencela, memfitnah. Sebagai contoh Yesus Kristus dituduh mengusir setan dengan kuasa Beelzebul penghulu setan, padahal mereka tahu Tuhan Yesus mengusir setan dengan kuasa Roh Kudus (Bnd Mat. 12:24-31, Mark 3:29-30).

Ayat 11, Tuhan Yesus mengingatkan kepada murid-murid apabila mereka dihadapkan kepada majelis-majelis, kepada pemerintah, dan penguasa-penguasa jangan kuatir. Bahasa Yunani "merimnate" artinya jangan cemas apa yang harus kamu katakan tentang kebenaran. Oleh karena Roh Kudus akan mengajarkan kepada para murid tentang apa yang harus mereka katakan, sebagaimana pada ayat 12. Ayat ini menegaskan tentang peran Roh Kudus yang membimbing dan menyatakan kebenaran; Roh Kudus hadir ketika murid-murid dalam tekanan dan penganiayaan, dalam situasi kritis. Roh Kudus akan memberi hikmat dan mengajarkan kata-kata yang hendak dikatakan saat itu juga.

MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN

  1. Tuhan Yesus mengajarkan murid-murid-Nya untuk waspada terhadap kemunafikan. Pengajaran ini juga untuk setiap orang percaya selaku gereja kini. Banyak bentuk kepura-puraan, mulut manis, penipuan, tawaran, godaan, ajaran untuk menyesatkan, karena itu waspadalah.
  2. Dalam kuasa Yesus Kristus semua bentuk kemunafikan, tipu, pura-pura, tidak tulus akan dibuka. Setiap orang yang tidak percaya dan menolak kasih karunia Yesus Kristus akan dipermalukan (band. Roma 10:11).
  3. Kuasa, Jabatan, Harta, Uang, Fitnah dapat menjatuhkan martabat, harga diri. Tetapi tangan Tuhan Allah yang kuat tidak akan membiarkan orang percaya jatuh tergeletak. Kalau burung pipit berharga di mata Tuhan Allah apalagi orang yang percaya kepada-Nya (band. Mzm. 37:23-26). Karena itu janganlah kuatir.
  4. Menyangkal Tuhan Yesus karena belum paham tentang Dia yang sesungguhnya seperti Petrus menyangkal Yesus sampai tiga kali, dia diampuni. Seperti ucapan Yesus di kayu salib "ampuni karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Luk. 23:34). Namun jika menghujat Roh Kudus tidak akan diampuni.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

  1. Apa yang anda pahami tentang "Menghujat Roh Kudus tidak akan diampuni" menurut Lukas 12:1-12?
  2. Mengapa Yesus mengajarkan waspada terhadap kemunafikan dan hanya takut kepada Tuhan Allah yang berkuasa?
  3. Bagaimana supaya gereja dapat membedakan mana pekerjaan Roh Kudus dan roh duniawi sehingga tidak terjebak pada menghujat Roh Kudus?

POKOK DOA

  1. Hidup menurut Roh Kudus dan tidak menghujat-Nya.
  2. Hidup takut akan Tuhan, tidak menyangkal dan tidak meninggalkan gereja-Nya apapun alasannya.
  3. Roh Kudus memberi kemampuan menghadapi tantangan dan pergumulan hidup.
  4. Membuka ruang seluas-luasnya bagi pekerjaan Roh Kudus.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN

Hari Minggu Bentuk V (Oratorium)

NYANYIAN YANG DIUSULKAN

Menghadap Hadirat-Nya: PKJ No. 2 "Mulia, Mulia, NamaNya."
Bersekutu Dalam Nama-Nya: KJ No. 46 "Besarkan Nama Tuhan."
Persekutuan Yang Mengaku Dosa: NNBT No. 10 "Ya Tuhan Yang Kudus."
Jaminan-Nya yang Menguatkan: NKB No. 34 "Setia-Mu, Tuhanku, Tiada Bertara."
Ses Pembacaan Alkitab: PKJ No. 15 "Kusiapkan Hatiku Tuhan."
Berilah Yang Baik: KJ No. 235 "Ku Dengar Berkat-Mu Turun."
Tembang Tekad: NNBT No. 27 "Ya Tuhan, Engkaulah."

ATRIBUT

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 30/5/2026