ALASAN PEMILIHAN TEMA
Siap atau tidak siap, suka atau tidak suka semua orang
akan menghadapi dan mengalami perubahan. Ada perubahan
secara alamiah dan ada perubahan karena upaya atau perjuangan
setiap orang untuk berubah. Ada perubahan yang bersifat positif
tetapi juga negatif. Barrack Obama. mantan Presiden Amerika
mengatakakan “Perubahan tidak akan pernah terjadi jika kita terus
menunggu waktu atau orang yang tepat. Kita adalah perubahan
itu sendiri.”
Fenomena yang terjadi saat ini, banyak orang mengalami
perubahan tetapi cenderung ke arah yang negatif. Orang lebih
suka melakukan segala sesuatu yang duniawi daripada melakukan
apa yang dikehendaki Tuhan Allah. Kita melihat dan mendengar
di berbagai tempat banyak praktik kejahatan yang terjadi, ada
kasus percabulan, korupsi, pembunuhan, saling mengfitnah dan
mendustai, mengeluarkan kata-kata kotor baik lewat ucapan yang
keluar dari mulut maupun lewat permainan jari-jari di media sosial
sehingga ada hujatan, ujaran kebencian dan penyebaran berita
hoax. Semua yang terjadi pada orang percaya menunjukan
bahwa masih banyak yang hidup sebagai manusia lama yang
kelakuannya tidak berkenan kepada Tuhan.
Kehidupan orang percaya adalah proses kehidupan yang
seharusnya mengalami perubahan ke arah karakter Kristus. Orang
yang percaya dan mempercayakan hidup sepenuhnya kepada
Tuhan Allah akan berjuang untuk hidup baru dalam Kristus
sebagai tanda mengenakan manusia baru. Karena itu, diangkatlah
tema: “Hidup Baru dalam Kristus Sebagai Orang-Orang
Pilihan Allah yang Dikuduskan dan Dikasihi-Nya.”
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Secara geografis, kota Kolose termasuk dalam wilayah
propinsi Asia Kecil, yang terletak di lembah sungai Likus dan
berdekatan dengan Hierapolis dan Laodikia. Pada umumnya
penduduknya adalah orang non-Yahudi.
Jemaat Kolose tidak didirikan oleh Paulus tetapi oleh
Epafras, hamba Kristus Yesus, seorang yang berasal dari Kolose,
yang selalu bergumul dalam doa dan sangat bersusah payah
untuk orang-orang di Kolose, Laodikia dan Hierapolis (4:12-13).
Rupanya ada persoalan yang dialami oleh orang-orang Kristen di
Kolose, yaitu masuknya sekelompok “guru-guru palsu” yang
menyusup ke dalam jemaat dan menyebarkan ajaran sesat yang
mengancam iman jemaat. Mereka memperdaya jemaat dengan
kata-kata yang indah dan menawan jemaat dengan filsafatnya
yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-
roh dunia (2:4,8). Mereka berpura-pura merendahkan diri dan
beribadah kepada malaikat-malaikat, serta menyatakan memiliki
penglihatan-penglihatan dan membesar-besarkan diri oleh
pikirannya yang duniawi dan untuk memuaskan hidup duniawi
(2:18,23).
Untuk melawan para pengajar sesat, maka penulis surat
Kolose menampilkan Kristus sebagai figur yang memiliki peranan
sentral. Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang
sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan (1:15). Melalui
kematian Kristus, Allah telah mendamaikan segala sesuatu dengan
diri-Nya, oleh darah salib Kristus (1:20). Karena itu seluruh jemaat
diajak untuk mewujudkan perdamaian di antara mereka sebagai
wujud kehidupan manusia baru dengan mengenakan kasih
sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan
(3:14).
Memang dahulu jemaat Kolose hidup jauh dari Allah dan
melakukan hal-hal duniawi, tetapi sekarang telah berada dalam
satu identitas yang baru, yakni hidup bersama dengan Kristus.
Penulis surat Kolose memerintahkan dengan tegas supaya jemaat
mematikan, membuang dan menanggalkan semua perbuatan manusia lama (3:5-9) dan mengenakan manusia baru yang terus-
menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang
benar menurut gambar Khaliknya/Penciptanya (3:10-17).
Untuk dapat menanggalkan manusia lama serta
kelakuannya dan mengenakan manusia baru yang terus-
menerus diperbaharui maka jemaat diperintahkan untuk:
Proses menanggalkan manusia lama dan mengenakan
manusia baru bukan bersifat sementara, tetapi harus diperbaharui
terus-menerus, dari sehari ke sehari. Untuk menanggalkan
manusia lama serta kelakuannya dan mengenakan manusia baru
maka harus mampu menguasai dan mengendalikan diri serta
hidup dalam kasih sehingga memiliki karakter yang sesuai dengan
kehendak Yesus Kristus dan senantiasa bersyukur.
MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
NAS PEMBIMBING:
Yehezkiel 11:19
POKOK-POKOK DOA
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:
HARI MINGGU BENTUK I
NYANYIAN YANG DIUSULKAN
Panggilan Beribadah:KJ No. 12 "Kita Masuk Rumah-Nya”
Ses Nas Pemb:KJ No. 2 “Suci, Suci, Suci"
Pengakuan Dosa:KJ No. 467 “Tuhanku, Bila Hati Kawanku”
Berita Anugerah Allah: DSL No. 133 “Ni'mat Besar”
Ses Hukum Tuhan:NNBT No. 29 Apakah Yang T'lah Engkau Lakukan
Ses Pemb Alkitab: KJ No. 59 “Bersabdalah Tuhan Kami Mendengarkan”
Persembahan:KJ No. 433 “Aku Suka Membagi”
Nyanyian Penutup: PKJ No. 200 “'Ku Diubah-Nya”.
ATRIBUT
Warna Dasar Hijau dengan Simbol Salib dan Perahu di atas Gelombang

