GMIM

Obor GMIM 17 Agu: Allah Yang Hadir, Keluaran 6:1-3

OBOR PEMUDA · 2026-08-17

Renungan Obor Pemuda GMIM 17 Agustus 2026 Keluaran 6:1-3 ALLAH YANG HADIR

Keluaran 6:1-3

"(6-1) Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Akulah TUHAN. (6-2) Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri. (6-3) Bukan saja Aku telah mengadakan perjanjian-Ku dengan mereka untuk memberikan kepada mereka tanah Kanaan, tempat mereka tinggal sebagai orang asing."

— Keluaran 6:1-3

ALLAH YANG HADIR

Sobat Obor,

Penindasan manusia kepada sesamanya telah menjadi persoalan klasik dalam peradaban. Manusia menindas manusia lainnya. Satu bangsa yang merasa superior, menindas bangsa lainnya. Dalam hidup kita pasti tidak ingin mengalami penindasan dalam bentuk apapun dan dari siapa pun. Sejalan dengan hal ini, dalam hidup ini pula kita tidak diperkenankan untuk melakukan apapun kepada siapa pun yang bersifat penindasan. Mengapa demikian? Sebab perbuatan menindas orang lain merupakan hal yang sangat dibenci oleh Tuhan. Teks Alkitab hari ini menjelaskan kepada kita akan panggilan Tuhan pada Musa. Panggilan ini menggerakkan Musa untuk berbicara atas nama TUHAN kepada Firaun untuk membebaskan umat Israel.

Kepada Musa, Tuhan memberikan jaminan diri-Nya. Tuhan yang berjanji membebaskan mereka adalah Tuhan yang sudah menyatakan Diri-Nya kepada nenek moyang mereka. Yaitu “Allah Yang Mahakuasa” yang dahulu diimani oleh leluhur mereka dan yang sudah terbukti keperkasaan-Nya dalam memelihara Abraham, Ishak, dan Yakub. Kalau dulu nenek moyang mereka memercayai Allah dengan sepenuh hati mereka, maka sekarang umat Israel dan Musa harus percaya secara total juga. Selanjutnya nama TUHAN menyatakan kesetiaan Tuhan kepada umat-Nya melalui Perjanjian yang telah Dia adakan dengan bapa-bapa leluhur mereka. Bagian ini mengingatkan kita bahwa orang-orang yang nampak tak berdaya itu walaupun seperti tidak memiliki pembela, sebenarnya mereka memiliki Pembela yang dahsyat, yaitu Allah sendiri. Oleh karena itu, menindas orang lemah bagaikan menindas Allah sendiri. Kadang-kadang Allah seperti diam saja saat ada orang yang mencoba-coba melawan Dia. Akan tetapi, sebenarnya Allah sudah menyiapkan hukuman bagi orang yang hendak melawan Dia.

Bila kita saat ini sedang berada di dalam posisi sebagai orang yang tertindas, jangan takut dan putus asa! Ingatlah bahwa Allah selalu membela mereka yang tertindas, bukan membela mereka yang memakai kekuasaan secara sewenang-wenang. Bila kita sedang berada dalam posisi sebagai penindas sesama kita, kita harus segera bertobat sebelum Allah menjatuhkan hukuman ke atas diri kita. Amin (BEP)

Artikel Terkait

Bagikan:

Tentang Penulis

Ditulis oleh Pdt. Belly F. Pangemanan M.Th di bawah pengelolaan Donald K. Lumingkewas, berafiliasi dengan Dodoku GMIM, media informasi warga GMIM di Sulawesi Utara. Lihat profil lengkap di halaman Tentang.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 17/8/2026