"Maka timbullah pula pertentangan di antara orang-orang Yahudi karena perkataan itu. Banyak di antara mereka berkata: Ia kerasukan setan dan gila; mengapa kamu mendengarkan Dia? Yang lain berkata: Itu bukan perkataan orang yang kerasukan setan; dapatkah setan memelekkan mata orang-orang buta?" โ demikianlah firman Tuhan.
--- Yohanes 10:19-21
RESPONS MANUSIA TERHADAP KRISTUS
Sobat Obor, mari kita berefleksi mengapa sebagian orang percaya kepada Yesus, sementara yang lain justru menolak-Nya? Yohanes 10:19-21 menunjukkan bahwa persoalannya bukan terletak pada kurangnya bukti tentang Kristus, melainkan pada kondisi hati manusia. Dari renungan ini kita belajar bahwa kehadiran Yesus selalu menuntut keputusan: menerima-Nya sebagai Tuhan atau menolak-Nya dalam ketidakpercayaan.
Yohanes mencatat bahwa setelah mendengar perkataan Yesus, orang-orang Yahudi kembali terpecah. Sebagian menuduh Yesus kerasukan setan dan tidak layak didengarkan (ay. 20), sedangkan yang lain mengakui bahwa perkataan dan mukjizat-Nya tidak mungkin berasal dari roh jahat (ay. 21). Menurut D. A. Carson, perpecahan ini menunjukkan bahwa penyataan Kristus selalu menuntut respons; tidak ada ruang untuk sikap netral terhadap Anak Allah. Raymond E. Brown menjelaskan bahwa penolakan mereka bukan disebabkan kurangnya bukti, melainkan karena ketidakpercayaan hati. Dalam teologi Reformed, bagian ini menegaskan doktrin total depravity, yaitu bahwa manusia yang telah jatuh ke dalam dosa cenderung menolak terang Allah karena natur dosanya. Namun, mereka yang mulai percaya merupakan bukti karya effectual calling, yaitu panggilan Allah yang efektif melalui Roh Kudus sehingga orang berdosa dimampukan untuk merespons Injil dengan iman. Perbedaan respons ini bukan terutama ditentukan oleh kecerdasan atau pengalaman manusia, melainkan oleh anugerah Allah yang bekerja secara berdaulat (sovereign grace).
Sobat obor, sebagai pemuda Kristen jangan hanya mengenal Yesus sebagai tokoh sejarah atau Guru Agung, tetapi terimalah, akuilah, dan percayalah kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Iman kepada Kristus adalah satu-satunya jalan menuju keselamatan, sebab di luar Dia tidak ada hidup yang kekal (Yoh. 14:6; Kis. 4:12). Menolak Kristus berarti tetap berada di bawah hukuman dosa dan menuju kebinasaan kekal. Karena itu, bangunlah hidup di atas Injil, hiduplah dalam ketaatan kepada firman-Nya, dan jangan malu mengakui Yesus di tengah dunia. Mereka yang percaya kepada Yesus Sang Gembala yang Baik dan satu-satunya Pintu keselamatan memiliki pengharapan yang pasti, dipelihara oleh anugerah-Nya, dan dijamin memperoleh hidup yang kekal. Amin (SM)



