GMIM

Obor GMIM 23 Sep: Gembala yang Baik Menyerahkan Nyawa-Nya, Yohanes 10:11-13

OBOR PEMUDA · 2026-09-23

Renungan Obor Pemuda GMIM 23 September 2026 Yohanes 10:11-13 Gembala yang Baik Menyerahkan Nyawa-Nya

Yohanes 10:11-13

📖Obor Pemuda Hari Ini
Ingin membaca edisi terbaru atau menjelajahi seluruh arsip OBOR PEMUDA?
Obor Pemuda Hari Ini

"Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu." — demikianlah firman Tuhan.

--- Yohanes 10:11-13

GEMBALA YANG BAIK MENYERAHKAN NYAWA-NYA

Sobat Obor, dalam Yohanes 10:11-13 Yesus menyatakan diri-Nya sebagai "Gembala yang baik". Pernyataan ini bukan sekadar gambaran tentang kepemimpinan, melainkan penyataan keilahian Yesus dan penyataan identitas Mesias menggenapi nubuat Perjanjian Lama. Allah sendiri adalah Gembala Israel (Mzm. 23; Yeh. 34), dan kini Yesus menyatakan bahwa di dalam diri-Nya hadir Sang Gembala ilahi yang datang menyelamatkan umat-Nya.

Secara gramatikal, frasa Yunani egō eimi ho poimēn ho kalos berarti "Akulah Gembala yang baik." Ungkapan egō eimi ("Akulah") menggemakan nama ilahi dalam Keluaran 3:14 dan menegaskan identitas Yesus sebagai Anak Allah. Kata ho poimēn menunjuk pada gembala yang memimpin, memelihara, dan melindungi kawanan domba. Sementara itu, kata kalos tidak hanya berarti "baik" secara moral, tetapi juga "mulia," "indah," dan "sempurna." Dengan demikian, Yesus bukan sekadar salah satu gembala yang baik, melainkan satu-satunya Gembala yang sempurna. Hal ini terlihat dari tindakan-Nya yang "memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya." Berbeda dengan orang upahan yang melayani demi keuntungan pribadi, Yesus rela berkorban sampai mati demi keselamatan umat-Nya. Secara teologis, ayat ini menyingkapkan kasih Kristus yang bersifat pengorbanan (sacrificial love) dan karya penebusan-Nya yang menggantikan umat berdosa (substitutionary atonement). Ia mengenal domba-domba-Nya secara pribadi dan menjaga mereka hingga akhir. Karena itu, keselamatan orang percaya tidak bergantung pada kekuatan mereka sendiri, melainkan pada kesetiaan Sang Gembala Agung yang tidak pernah meninggalkan kawanan-Nya ketika bahaya datang.

Sobat obor, bagi kita sebagai pemuda Kristen firman ini mengingatkan bahwa hanya Yesus yang layak menjadi pusat hidup dan sumber arah masa depan. Dunia menawarkan banyak "gembala" palsu berupa popularitas, harta, dan kesenangan sesaat, tetapi semuanya tidak mampu menyelamatkan. Karena itu, pemuda dipanggil untuk mendengar suara Kristus, mengikuti pimpinan-Nya, dan mempercayakan seluruh hidup kepada-Nya. Ketika tantangan dan pencobaan datang, Yesus tetap setia memelihara, menuntun, dan menjaga umat-Nya sampai pada tujuan akhir yang telah Allah tetapkan. Amin (SM)

Artikel Terkait

Bagikan:

Tentang Penulis

Ditulis oleh Pdt. Dr. S. F. Mawitjere, S.Th, M.Th di bawah pengelolaan Donald K. Lumingkewas, berafiliasi dengan Dodoku GMIM, media informasi warga GMIM di Sulawesi Utara. Lihat profil lengkap di halaman Tentang.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 23/9/2026