"(6-8) Lalu Musa mengatakan demikian kepada orang Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa karena mereka putus asa dan karena perbudakan yang berat itu."
— Keluaran 6:8
TIDAK MAU MENDENGAR
Sobat Obor,
Putus asa? Anak muda zaman sekarang akan bilang: “so perna lei!” Kita bangun pagi dan buka berita—isinya perang, ketidakadilan, dan kekacauan dunia. Kita lihat media sosial—hidup orang lain kelihatan lebih baik, lebih sukses. Kita kerja keras, tapi masih tidak cukup, atau bahkan merasa tidak dihargai. Kita sudah berdoa bertahun-tahun, tapi tidak ada perubahan. Bagaimana kita tidak menjadi putus asa dengan semua hal buruk dan mengecewakan yang terjadi dalam diri kita dan di sekitar kita? Sobat Obor, ini bukan problem baru.
Di dalam Alkitab bangsa Israel sempat mengalami keputusasaan dan penolakan terhadap firman Tuhan akibat penderitaan yang luar biasa. Selama di Mesir, bangsa Israel mengalami tekanan kerja yang sangat kejam. Hal ini menimbulkan keputusasaan yang mendalam sehingga mereka tidak lagi memiliki energi atau harapan untuk mendengarkan janji pembebasan dari Tuhan melalui Musa. Beban hidup yang menindas membuat mereka melihat masalah jauh lebih besar daripada kuasa Allah. Akibatnya, mereka memalingkan telinga dari kebenaran. Musa tidak memberikan harapan palsu, sebab apa yang disampaikannya adalah perintah dari Allah sendiri. Bila kita membaca ayat-ayat sebelumnya, maka kita akan mengetahui bahwa apa yang akan disampaikan Musa adalah janji pembebasan Allah atas umat Israel yang sedang tertindas akibat perbudakan di Mesir. Musa menyampaikan firman Tuhan. Namun apa respon bangsa Israel? Mereka tidak mendengarkan karena putus asa.
Rasa putus asa datang saat seseorang merasa terjepit dan menghadapi jalan buntu. Saat putus asa, kita tidak mampu lagi mengarahkan pandangan kepada Tuhan dan mulai meragukan kuasa-Nya. Untuk dapat bangkit dari rasa putus asa, setidaknya kita harus memiliki iman bahwa Tuhan selalu beserta dengan kita bahkan Ia akan menjamin hidup kita, sekalipun saat ini kita mengalami masalah. Hari ini persoalan apapun yang dihadapi tetaplah melangkah maju untuk mencapai tujuan kita, jangan pernah tenggelam di dalam keputusasaan, dan pandanglah Yesus yang selalu memberikan kemenangan bagi kita. Amin (BFP)



