GMIM

Obor GMIM 30 Juli: Potret Dan Sketsa, Yohanes 7:7-8

OBOR PEMUDA · 2026-07-29

Renungan Obor Pemuda GMIM 30 Juli 2026 Yohanes 7:7-8 Potret Dan Sketsa

Yohanes 7:7-8

Dua hari berturut-turut Yesus mengajar di bait Allah, dan dihadapkan pada seorang perempuan yang tertuduh berzina, Ia didesak untuk menjawab pertanyaan yang menjebak. Namun jawaban Yesus justru menusuk hati nurani para penuduh, sehingga mereka pergi satu persatu dengan rasa bersalah atas dosa mereka sendiri.

--- Yohanes 7:7-8

POTRET DAN SKETSA

Yohanes 7:7-8 mengajarkan bahwa jika Injil sinoptik memotret Yesus apa adanya, Injil Yohanes menyketsa Yesus secara simbolik agar pembaca percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah.

Sobat Obor, apa beda potret dengan sketsa? Potret memperlihatkan wajah sesungguhnya, sedangkan sketsa membuat penonjolan. Potret adalah gambaran realistik, sketsa adalah gambaran simbolik. Potret mudah dikenali, sketsa perlu diterka.

Bagian bacaan kita saat ini, Yohanes menggambarkan Yesus sebagai sosok yang berwibawa. Pengajaran-Nya menarik untuk didengar. Dua hari berturut-turut Yesus mengajar dan banyak orang ingin mendengarkan-Nya. Yesus digambarkan sebagai sosok yang berhikmat dan bijaksana, menyelesaikan masalah dengan ajaib. Situasi yang dialami tidak mudah. Di hadapan banyak orang Yesus dipaksa untuk memberikan pendapat-Nya. Di hadapan-Nya seorang perempuan yang berzina, Yesus didesak untuk menjawab pertanyaan mereka. Tapi Yesus mampu memutarbalikkan keadaan. Jawaban Yesus menusuk sampai hati nurani para penuduh, dan mereka pergi satu persatu dengan rasa bersalah karena dosa yang mereka lakukan. Yohanes juga menggambarkan Yesus penuh kasih tetapi juga menghormati hukum. Yohanes juga menggambarkan Yesus punya otoritas untuk mengampuni.

Sobat Obor, Injil sinoptik ibarat potret Yesus, dan Injil Yohanes adalah sketsa tentang Yesus. Injil sinoptik melaporkan tentang Yesus, sedangkan Injil Yohanes menafsirkan Yesus. Di tangan Yohanes, sketsa Yesus menjadi unik. Apa tujuan sang pelukis sketsa? "Supaya kamu percaya, bahwa Yesus Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya" (Yoh 20:31). Dan penulis sketsa ini ternyata berhasil, sketsanya tepat. Sampai hari ini gereja mengakui Yesus Kristus sesuai dengan sketsa-sketsa-Nya, yaitu bahwa Yesus adalah Roti hidup (6:35), Yesus adalah terang dunia (8:12), Yesus adalah pintu ke domba-domba (10:7), Yesus adalah gembala yang baik (10:11), Yesus adalah kebangkitan dan hidup (11:25), Yesus adalah jalan dan kebenaran dan hidup (14:6), dan Yesus adalah pokok anggur yang benar (15:1). Sang pembuat sketsa dituntun oleh Roh Kudus menuliskan keyakinan imannya dan menjadi kesaksian bagi dunia tentang Firman yang menjadi manusia. Amin.

3 Pelajaran dari Yohanes 7:7-8

  • Yesus digambarkan Yohanes sebagai sosok berhikmat yang mampu menyelesaikan situasi paling sulit sekalipun.
  • Kasih dan penghormatan pada hukum bisa berjalan bersamaan dalam diri Yesus.
  • Setiap sketsa Injil Yohanes tentang Yesus dituliskan supaya kita percaya dan memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Tentang Penulis

Ditulis oleh Pdt. Frany Prokla Kuron, S.Th di bawah pengelolaan Donald K. Lumingkewas, berafiliasi dengan Dodoku GMIM, media informasi warga GMIM di Sulawesi Utara. Lihat profil lengkap di halaman Tentang.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 29/7/2026