GMIM

Obor GMIM 31 Juli: Bukan Hukuman Tapi Pengampunan, Yohanes 7:9-10

OBOR PEMUDA · 2026-07-30

Renungan Obor Pemuda GMIM 31 Juli 2026 Yohanes 7:9-10 Bukan Hukuman Tapi Pengampunan

Yohanes 7:9-10

Yesus bertanya kepada perempuan itu, "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang pun yang menghukum engkau?" Perempuan itu menjawab, "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus, "Aku pun tidak menghukum engkau; pergilah, dan mulai sekarang jangan berbuat dosa lagi."

--- Yohanes 7:9-10

BUKAN HUKUMAN TAPI PENGAMPUNAN

Yohanes 7:9-10 mengajarkan bahwa perempuan yang tertuduh berzina itu tidak dihukum melainkan diberi pengampunan, dan itulah anugerah yang juga tersedia bagi kita yang berdosa.

Sobat Obor, bukankah yang bersalah harus mendapatkan hukuman atas kesalahannya? Jawaban dari pertanyaan itu, ya. Tapi yang terjadi tidak demikian. Dalam cerita yang kita renungkan saat ini, perempuan yang berzinah itu tidak dihukum dan mendapatkan pengampunan. Dan itu adalah anugerah. Sobat Obor, marilah kita merenung. Jika Yesus tidak mati di kayu salib, bagaimana nasib kita manusia yang berdosa ini? Kematian dan kebangkitan Yesus yang kita imani sebagai Tuhan dan Juruselamat merupakan wujud kasih Allah bagi kita manusia berdosa (Yoh 3:16). Allah mengasihi perempuan yang berzinah itu, dan Allah mengasihi kita yang berdosa ini.

Mereka yang menuduh telah pergi satu persatu. Sekarang fokus berpindah pada percakapan Yesus dan perempuan itu. Yesus bertanya, "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang pun yang menghukum engkau?" Momen inilah untuk pertama kalinya ada yang berbicara kepada perempuan itu. Perempuan itu diseret, dituduh berzinah, dituntut dengan hukuman mati, tetapi tidak ada seorang pun yang berbicara kepadanya. Perempuan itu diperlakukan semena-mena. Perlakuan berbeda ditunjukkan Yesus. Perempuan itu disapa, dan Yesus tidak memulai percakapan dengan dosa yang dilakukannya. Yesus mulai dengan orang-orang yang menuduhnya. Di manakah mereka? Itulah Yesus, Ia tahu sampai kedalaman hati setiap orang. Yesus tahu maksud busuk mereka yang menuduh dan tahu isi hati perempuan yang tertuduh. Tidak memulai dengan dosanya, Ia memulai dengan para penuduhnya. Lebih indah lagi Yesus berkata, "Aku pun tidak menghukummu; pergilah, dan mulai sekarang jangan berbuat dosa lagi."

Kembali pada pertanyaan di atas, bukankah perempuan itu jika bersalah pantas dihukum? Apakah Yesus mengabaikan hukum? Sobat Obor, Yesus tidak mengatakan "Kamu tidak bersalah", tapi yang Yesus katakan, Aku pun tidak menghukummu. Menjawab pertanyaan di atas, Roma 8:1, "demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus." Inilah alasannya kita bisa bersalah tetapi tidak dihukum. Hanya jika kita berada dalam Kristus. 2 Korintus 5:21, Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. Apakah ini masuk akal? Rasanya tidak. Jikalau Allah menempuh cara yang wajar dan adil, maka kitalah yang akan menanggung penderitaan, hinaan, dan kutukan itu. Semoga Allah memberkati kita. Amin.

3 Pelajaran dari Yohanes 7:9-10

  • Yesus tidak memulai percakapan dengan menyoroti dosa, tetapi dengan memulihkan martabat orang yang dituduh.
  • Pengampunan bukan berarti dosa dibenarkan, melainkan hukuman ditanggung oleh Kristus bagi mereka yang ada di dalam-Nya.
  • Kasih Allah yang mengampuni orang berdosa adalah anugerah yang juga berlaku bagi kita hari ini.

Tentang Penulis

Ditulis oleh Pdt. Frany Prokla Kuron, S.Th di bawah pengelolaan Donald K. Lumingkewas, berafiliasi dengan Dodoku GMIM, media informasi warga GMIM di Sulawesi Utara. Lihat profil lengkap di halaman Tentang.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 30/7/2026