Yesus berkata kepada perempuan itu, "Aku pun tidak menghukum engkau." Perempuan itu mengalami anugerah pengampunan, bukan hukuman yang pantas ia terima. Namun Yesus tidak berhenti di situ; Ia menambahkan, "Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
--- Yohanes 7:10-11
ANUGERAH MAHAL
Yohanes 7:10-11 mengajarkan bahwa pengampunan Yesus adalah anugerah, tetapi anugerah itu menuntut respons hidup yang berubah, bukan sekadar bebas dari hukuman.
Sobat Obor, pernah dengar nama Dietrich Bonhoeffer? Pernah baca bukunya? Pada tanggal 9 April 1945, pagi-pagi benar, matahari belum lagi tampak, beberapa orang terpidana hukuman mati berjalan menuju tiang gantungan di penjara Flossenburg. Mereka dituduh dan didakwa melakukan tindakan makar terhadap pemerintahan Hitler. Seorang di antara terpidana itu berusia setengah baya, berkacamata, berdahi botak, dan tampak sangat terpelajar. Beberapa menit kemudian lehernya dikalungi tali, lalu tubuhnya terkulai lemas. Dokter yang berdinas mengamati orang itu dan kemudian berkata bahwa hampir lima puluh tahun ia berdinas, tetapi baru saat itu ia melihat orang menghadapi maut dengan sikap begitu pasrah kepada Tuhan. Terpidana yang baru meninggal di tiang gantungan itu adalah Dietrich Bonhoeffer, pakar teologi Jerman terkemuka yang buku-bukunya sampai sekarang dibaca oleh mahasiswa teologi di seluruh dunia.
Salah satu buku terkenal yang ditulis Bonhoeffer berjudul The Cost of Discipleship, dalam bahasa Indonesia berjudul Mengikut Yesus. Dalam buku itu Bonhoeffer menulis tentang anugerah murahan dan anugerah mahal, tentang pengampunan tanpa pertobatan dan pengampunan yang menuntut respons hidup yang berubah. Bagi Bonhoeffer, pengampunan tanpa pertobatan merupakan penyalahgunaan kasih karunia. Anugerah yang murah adalah anugerah tanpa harus menderita dalam mengikut Yesus. Sebaliknya, anugerah yang mahal menuntut pengorbanan dari kita dalam mengikut Yesus. Itu mahal, sebab kita harus mengikut dan membayarnya dengan hidup kita sendiri, tetapi itu anugerah, sebab yang kita ikuti adalah jejak Kristus dan buahnya adalah hidup yang sejati. Kita sedang berjuang untuk anugerah yang mahal.
Sobat Obor, dalam bagian bacaan kita saat ini Yesus berkata, "Aku pun tidak menghukum engkau." Perempuan itu mengalami anugerah pengampunan. Dia mungkin berdosa, pantas dihukum, tapi Yesus mengampuninya. Ini anugerah. Kata-kata Yesus tidak hanya sampai di situ, Yesus juga berkata, "Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." Yesus tidak menghukum, malahan mengampuni, tetapi juga tidak membiarkan dosa tetap tinggal. Sobat Obor, bacaan ini mendorong kita merenung, anugerah mahal kita nikmati, pertanyaannya apakah anugerah mahal itu terwujud dalam kehidupan kita? Amin.
3 Pelajaran dari Yohanes 7:10-11
- Pengampunan Yesus adalah anugerah, tetapi bukan izin untuk terus hidup dalam dosa.
- Anugerah mahal menuntut respons hidup yang berubah dan kesediaan mengikut Yesus dengan sungguh-sungguh.
- Mengikuti jejak Kristus memang berharga mahal, tetapi buahnya adalah hidup yang sejati.



