"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal." โ demikianlah firman Tuhan.
--- Yohanes 10:1-5
GEMBALA SEJATI DAN DOMBA-DOMBA-NYA
Sobat Obor, salah satu lukisan Kristen yang paling populer sepanjang sejarah adalah Yesus sebagai Gembala baik yang di sekitarnya terdapat banyak domba. Lukisan ini bukan sekadar karya seni religius, melainkan visualisasi dari kasih, pemeliharaan, dan pengorbanan Kristus bagi umat-Nya. Gambaran tersebut berakar pada Yohanes 10, di mana Yesus menyatakan diri sebagai Gembala Sejati yang mengenal domba-domba-Nya. Melalui metafora ini, Yesus menegaskan hubungan yang intim, penuh kasih, dan menyelamatkan domba-domba/orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Dalam Yohanes 10:1-5, Yesus membedakan diri-Nya dari pencuri dan perampok yang berusaha memperoleh domba tanpa otoritas yang sah. Sebaliknya, Sang Gembala memasuki kandang melalui pintu dan memanggil domba-domba-Nya satu per satu. Domba mengenal suara gembala dan mengikutinya karena adanya relasi yang intim. Dalam teologi Reformed, bagian ini berkaitan erat dengan doktrin Effectual Calling (Panggilan Efektif), yaitu karya Allah yang secara berdaulat memanggil umat pilihan-Nya melalui pemberitaan firman sehingga mereka datang kepada Kristus dengan iman. Kemampuan domba mengenal suara gembala bukan berasal dari kekuatan alami manusia, melainkan dari karya anugerah Allah. Teks ini juga mencerminkan doktrin Election (Pemilihan), karena Kristus mengenal dan memanggil domba-domba-Nya secara pribadi. Dengan demikian, keselamatan merupakan karya Allah dari awal hingga akhir, sementara iman menjadi respons yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam hati orang percaya.
Sobat obor, Yohanes 10:1-5 menegaskan bahwa kehidupan iman adalah respons terhadap panggilan Sang Gembala yang berdaulat di tengah dunia yang dipenuhi suara-suara yang bersaing dengan kebenaran Allah. Dunia menawarkan identitas, makna, dan keberhasilan yang terlepas dari Kristus, tetapi domba-domba-Nya dipanggil untuk mendengar dan mengikuti suara-Nya. Doktrin Perseverance of the Saints mengajarkan bahwa mereka yang sungguh-sungguh milik Kristus akan dipelihara oleh anugerah-Nya hingga akhir. Oleh sebab itu, pemuda harus menundukkan pikiran bahkan hidupnya di bawah otoritas Firman Allah. Ketaatan kepada Kristus bukan sekadar kewajiban moral, melainkan bukti karya Roh Kudus yang terus menuntun setiap domba-domba-Nya untuk hidup di jalan yang benar. Amin (SM)



