"Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. Maka kata Yesus sekali lagi: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." — demikianlah firman Tuhan.
--- Yohanes 10:6-10
YESUS ADALAH SATU-SATUNYA PINTU KESELAMATAN
Sobat Obor, dalam perikop ini Yesus memakai metafora gembala, domba, dan pintu kandang untuk menjelaskan identitas serta misi-Nya. Perumpamaan ini muncul setelah penyembuhan orang buta sejak lahir (Yoh. 9), ketika para pemimpin Yahudi menolak Yesus dan menunjukkan kebutaan rohani mereka. Di tengah situasi tersebut, Yesus menyatakan diri-Nya sebagai "Pintu bagi domba-domba," menegaskan bahwa hanya melalui Dia umat Allah memperoleh keselamatan, perlindungan, dan hidup yang sejati.
Dalam budaya Palestina kuno, pintu kandang melambangkan akses dan keamanan bagi domba-domba. Karena itu, ketika Yesus berkata, ἐγώ εἰμι ἡ θύρα (egō eimi hē thura), "Akulah pintu," Ia menyampaikan lebih dari sekadar metafora. Secara gramatikal, frasa egō eimi merupakan formula khas dalam Injil Yohanes yang menggemakan penyataan nama Allah dalam Keluaran 3:14 (LXX). Penggunaan artikel tertentu hē sebelum thura ("pintu") menunjukkan identitas yang definitif, unik dan khusus. Secara semantik, Yesus tidak berkata, "Aku adalah sebuah pintu," tetapi "Akulah pintu," yang bermakna klaim eksklusivitas-Nya sebagai satu-satunya jalan menuju keselamatan. Pernyataan ini mengandung dimensi Kristologis, karena menunjuk pada keilahian Yesus, dan dimensi Soteriologis, karena hanya melalui Dia manusia memperoleh keselamatan. Berbeda dengan pencuri dan perampok, Yesus adalah Gembala dan Pintu yang sah bagi umat Allah. Melalui Dia, domba-domba menerima pemeliharaan, perlindungan, dan hidup yang berkelimpahan.
Sobat obor, renungan ini mengajarkan bahwa Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan dan sumber kehidupan kekal. Di tengah banyaknya ideologi dan tawaran dunia, orang percaya dipanggil untuk tetap mendengar suara Sang Gembala dan masuk melalui Pintu yang benar, yaitu Yesus Kristus. Keselamatan tidak diperoleh melalui usaha manusia, melainkan melalui iman kepada Kristus. Karena itu, setiap orang percaya harus hidup dalam ketaatan kepada firman-Nya serta bersaksi bahwa hanya di dalam Kristus terdapat keselamatan, kepastian, dan hidup yang kekal. Amin (SM)



