GMIM

Obor GMIM 21 Agu: Hamba Tuhan Yang Mencari Alasan, Keluaran 6:9-11

OBOR PEMUDA · 2026-08-21

Renungan Obor Pemuda GMIM 21 Agustus 2026 Keluaran 6:9-11 HAMBA TUHAN YANG MENCARI ALASAN

Keluaran 6:9-11

"(6-9) Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa: (6-10) "Pergilah menghadap, katakanlah kepada Firaun, raja Mesir, bahwa ia harus membiarkan orang Israel pergi dari negerinya." (6-11) Tetapi Musa berkata di hadapan TUHAN: "Orang Israel sendiri tidak mendengarkan aku, bagaimanakah mungkin Firaun akan mendengarkan aku, aku seorang yang tidak petah lidahnya!"

— Keluaran 6:9-11

HAMBA TUHAN YANG MENCARI ALASAN

Sobat Obor,

Musa diminta Tuhan untuk menghadap Firaun. Ia “menggunakan” kelemahannya. Ketika ia mulai merasa putus asa, ia mulai mempertanyakan perannya dalam membebaskan bangsa Israel. Musa sempat menolak panggilan Tuhan untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir karena krisis kepercayaan diri dan merasa tidak mampu. Ia merasa tidak pantas, takut ditolak, dan menganggap dirinya tidak memiliki kecakapan berbicara di depan umum. Musa akan semakin kehilangan arti dan kemampuannya, tetapi jawaban Tuhan kepada Musa adalah, “Aku akan menyertai engkau.” Tanggapan Tuhan bukanlah mengubah Musa menjadi sosok yang tiba-tiba mampu melakukan tugas itu, tetapi Tuhan menjanjikan kecukupan-Nya sendiri. Tuhanlah yang akan membebaskan umat-Nya melalui Musa. Jika orang Israel tidak percaya kepada Musa, kuasa Tuhan akan dinyatakan dalam ketidakberdayaan Musa, dan Tuhan akan melakukan melalui dia, apa yang secara manusiawi mustahil.

Pergumulan hidup dapat membuat kita jauh dari Tuhan dan tidak percaya pada-Nya, dapat membuat kita “undur diri” dari pelayanan. Ketika kita larut dalam keputusasaan, hal ini bisa menjadi dosa tersendiri karena pada akhirnya kita tidak percaya akan kebaikan dan anugerah Tuhan. Padahal Allah memelihara hidup kita dan Ia akan membela kita. Perasaan keterpurukan ini justru rentan membuat kita tidak beriman kepada Tuhan. Tentu saja kita perlu curhat dan meratap kepada Tuhan, tapi kita tidak boleh mundur dari kehendak-Nya. Pergumulan hidup jangan sampai membuat kita berhenti mengikuti panggilan-Nya, tapi mendorong kita mencari kehadiran-Nya dalam hidup. Seandainya, kita ingin mengundurkan diri dari pelayanan, siapa yang pertama kali kita hubungi? Rekan pelayanan, diaken, penatua dan pendeta? Berhubung yang memanggil dan memercayakan tugas pelayanan kepada kita adalah TUHAN, maka TUHAN harus menjadi yang pertama kita cari ketika kita ingin mengundurkan diri dari pelayanan. Artinya, kita tidak boleh melangkahi TUHAN dalam hal ini. Jangan sampai kita menimbulkan sakit hati TUHAN karena kita telah bertindak dengan sesuka hati kita. Amin (BFP)

Artikel Terkait

Bagikan:

Tentang Penulis

Ditulis oleh Pdt. Belly F. Pangemanan M.Th di bawah pengelolaan Donald K. Lumingkewas, berafiliasi dengan Dodoku GMIM, media informasi warga GMIM di Sulawesi Utara. Lihat profil lengkap di halaman Tentang.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 21/8/2026