"(6-12) Demikianlah TUHAN telah berfirman kepada Musa dan Harun, serta mengutus mereka kepada orang Israel dan kepada Firaun, raja Mesir, dengan membawa perintah supaya orang Israel dibawa keluar dari Mesir."
— Keluaran 6:12
HAMBA TUHAN YANG MENDENGAR
Sobat Obor,
Ketika “dipilih” untuk jabatan atau tugas tertentu, reaksi dari setiap orang bermacam-macam. Ada yang langsung panik, merasa takut, merasa tidak cukup layak menjadi orang yang “terpilih”. Ada yang merasa gembira, bersyukur atas kesempatan menjadi orang “pilihan” dan bertekad untuk menunaikan tugas sebaik-baiknya. Ada pula yang merasa bangga, “terpilih” dari antara sekian banyak orang diartikannya sebagai pengakuan bahwa diri lebih unggul, lebih hebat. Perasaan-perasaan yang muncul sebagai reaksi inilah yang tanpa disadari akan menuntun bagaimana sikap dan tindakan orang di kemudian hari ketika tampil sebagai “orang pilihan”.
Dalam kisah Musa, kita menemukan kenyataan, bahwa sehebat-hebatnya manusia yang “dipilih” Tuhan, bahkan ketika dijadikan Pimpinan Bangsa Terpilih pun: manusia itu tetap tidak berhak lupa diri, sebaliknya harus taat dan setia pada kehendak Tuhan. Karena sesungguhnya siapapun dirinya, manusia itu hanyalah hamba Tuhan. Hamba, sejatinya taat dan setia pada tuannya. Hamba, sejatinya tidak bermegah atas kehidupan yang merupakan pemberian tuannya semata. Saat Tuhan berfirman, itulah yang harus dilakukan sang hamba. Kekuasaan tirani dan kesewenangan cepat atau lambat akan berakhir. Oleh sebab itu, Tuhan mengutus Musa untuk tugas itu, menjadi telinga yang mendengar jeritan orang yang teraniaya, sekaligus mengulurkan tangan untuk menolong mereka.
Sobat Obor, bagaimana dengan kesetiaan kita kepada panggilan Tuhan dan pelayanan? Apakah tantangan akan membuat kita berputus asa? Apakah karena yang dipercayakan kepada kita begitu kecil, maka kita tidak bersemangat untuk melayani Tuhan? Bukan soal jumlah atau kuantitas, bukan pula soal kehebatan atau ketenaran, dalam melayani Tuhan yang terutama adalah kesetiaan kita. Setialah dalam berbagai situasi pelayanan meskipun mungkin terasa berat dan seolah tidak ada perkembangan. Tuhan hanya minta agar kita setia melakukan panggilan-Nya itu. Soal yang lain-lainnya adalah urusan Tuhan. Amin (BFP)



