Akulah, Tuhan Allahmu Yang Membebaskan Kamu
Sahabat-sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Perikop Keluaran 6:1-12 menceritakan tentang bangsa Israel pada masa awal pembebasan dari perbudakan di Mesir, setelah mereka mendiami Mesir kurang lebih 430 tahun. Pada awalnya mereka hidup sejahtera sejak zaman Yusuf, tetapi kemudian muncul raja Firaun baru yang tidak mengenal Yusuf. Perkembangan jumlah bangsa Israel dianggap Firaun sebagai ancaman, sehingga ia memperbudak mereka dengan kerja paksa dan menindas mereka.
Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Pada pasal 5, Musa dan Harun telah menghadap Firaun untuk meminta izin agar bangsa Israel pergi dari tanah Mesir untuk beribadah kepada Tuhan. Namun Firaun justru memperberat pekerjaan bangsa Israel dengan tidak lagi menyediakan jerami untuk membuat batu bata. Akibatnya bangsa Israel kecewa kepada Musa dan ia menyampaikan keluhan kepada Allah. Pasal 6 adalah jawaban Allah atas keluhan Musa. Allah tidak memarahi Musa, melainkan meneguhkan kembali panggilannya dan mengingatkan bahwa pembebasan Israel bergantung pada kuasa Allah, bukan kemampuan Musa.
Inti berita Keluaran 6:1-12 bukan sekadar kisah keluarnya Israel dari Mesir, melainkan penyataan jati diri Allah. Kalimat "Akulah TUHAN" diulang beberapa kali untuk menyatakan bahwa penyelamatan bangsa Israel berasal dari Allah sendiri yang setia kepada perjanjian-Nya. Allah yang berinisiatif untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan agar mereka hidup sebagai umat milik-Nya dan mereka memuliakan nama Allah. Jadi dasarnya di sini ialah kasih dan kesetiaan Allah bagi umat-Nya.
Allah melihat dan mendengar penderitaan umat-Nya. Allah tidak menutup mata terhadap kesengsaraan Israel. Ia mendengar jeritan mereka dan Ia mengingat perjanjian-Nya. Dalam hidup kita pun demikian. Di tengah pergumulan, seperti masalah ekonomi, kesehatan, keluarga, pekerjaan, studi, pelayanan, kita dapat yakin bahwa Allah mengetahui dan peduli akan keberadaan kita. Mungkin kadang pertolongan belum datang secepat yang kita harapkan, tetapi Allah tidak pernah mengabaikan kita.
Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Allah sendiri yang membebaskan umat-Nya. Seluruh tindakan berasal dari Allah. Keselamatan adalah karya anugerah Allah. Banyak orang masih terikat oleh perbudakan masa kini karena dosa, rasa bersalah, ketakutan, kecemasan, kepahitan, kecanduan, atau kebiasaan buruk dan merusak. Allah yang membebaskan bangsa Israel, juga sanggup membebaskan umat-Nya pada masa kini melalui karya penyelamatan Yesus Kristus.
Jelas bahwa Allah membebaskan supaya bangsa Israel menjadi umat milik-Nya. Puncak pembebasan bukanlah keluar dari tanah Mesir melainkan relasi dengan Allah: "Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu." Keselamatan bukan hanya membebaskan kita dari sesuatu, tetapi juga membawa kita kepada kehidupan yang baru. Kita dipanggil untuk hidup dalam kekudusan, beribadah dengan setia, melayani sesama, dan menjadi saksi Kristus dalam keluarga, jemaat dan masyarakat.
Mesir dalam konteks kita sekarang ini mungkin sudah tidak ada dalam kehidupan kita, tetapi Mesir dalam arti belenggu dosa, ketakutan, keputusasaan, kesombongan, atau kepahitan masih dapat mengikat kita. Namun firman Tuhan saat ini meneguhkan kita bahwa Tuhan Allah yang sama akan memberikan pertolongan kepada kita dari belenggu pergumulan dan mengajak kita hidup sebagai umat-Nya, menaati-Nya, menjadi utusan dan saksi-Nya serta menjadi saluran berkat di dunia ini.
Di sisi lain kisah Musa dan Israel mengajarkan bahwa Allah tidak selalu memilih orang yang merasa paling mampu. Tuhan dapat memanggil dan menetapkan orang yang menyadari keterbatasannya tetapi bersedia taat. Yang terpenting bukanlah kemampuan kita melainkan kesediaan kita dipakai oleh Tuhan dalam misi-Nya serta jaminan bahwa Tuhan Allah akan menyertai kita. Yakin dan percaya bahwa kalau Tuhan yang mengutus kita maka Tuhan jua yang mengurus kita. God is in control. Langkah-langkah hidup kita berada dalam kendali kuasa-Nya. Kita melangkah saja dengan iman. Sebagaimana periode pelayanan ini yang tinggal beberapa bulan berakhir selama hampir lima tahun kita tidak dibiarkan Tuhan bersekutu, bersaksi dan melayani. Begitu juga dalam keluarga kita mungkin ada banyak persoalan dan pergumulan yang kita hadapi begitu berat namun ternyata tangan kasih Tuhan menopang kita dengan cara Tuhan yang ajaib. AMIN.
Pertanyaan untuk PA:
- Jelaskan pemahaman saudara tentang "Akulah Tuhan Allahmu yang membebaskan kamu" berdasarkan perikop bacaan Alkitab saat ini!
- Bagaimana cara P/KB GMIM hidup sebagai pribadi-pribadi yang telah diselamatkan oleh Allah?



