Dibaharui Dalam Roh Dan Pikiranmu Serta Mengenakan Manusia Baru
Sahabat-sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Patutlah kita menaikkan pujian dan syukur kepada Tuhan Yesus yang adalah Kepala Gereja yang telah memungkinkan kita semua terus beribadah dan melayani untuk kemuliaan nama Tuhan di dunia ini. Kita pun semua tahu, tidak sedikit tantangan yang kita hadapi dalam pelayanan. Meskipun demikian kita warga GMIM tidak patah semangat sebab Tuhan Yesus tetap menolong dan menyertai kita. Atas kemurahan-Nya juga kita diperkenankan untuk merayakan HUT Ke-92 GMIM Bersinode pada 30 September 2026. Penyertaan Tuhan sungguh sempurna dan senantiasa menyertai perjalanan gereja-Nya. Gereja yang adalah kumpulan orang percaya harus menjaga keterpanggilannya sebagai manusia baru; manusia yang meninggalkan manusia lama. Kita perlu terus belajar dari pengajaran Yesus seperti yang disampaikan rasul Paulus dalam Efesus 4:17-32 agar gereja Tuhan, termasuk GMIM dapat menjadi berkat bagi kemuliaan-Nya.
P/KB yang diberkati Tuhan Yesus!
Efesus 4:17-32 adalah surat peringatan rasul Paulus kepada jemaat di Efesus agar tetap menjaga kekudusan dalam kehidupan mereka sebagai orang-orang kudus dan orang-orang percaya dalam Yesus. Jemaat Efesus pada waktu itu sedang menghadapi pergumulan yang cukup menggoncangkan iman mereka. Mereka masih diperhadapkan dengan ajaran-ajaran yang tidak mengenal Allah dengan pikiran yang sia-sia. Paulus mengistilahkan dengan kehidupan manusia lama yaitu memiliki pengertian gelap, jauh dari hidup yang berasal dari Allah, hidup dalam kebodohan, kekerasan hati, perasaan tumpul, menyerahkan diri kepada hawa nafsu, serakah, mengerjakan segala macam perbuatan cemar. Pengajaran sesat yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab ini telah menyebabkan jemaat terus hidup dengan fondasi etika manusia lama. Paulus melihat ini sebagai kemerosotan iman jemaat sehingga perlu ada transformasi atau pembaruan dan hidup sebagai manusia baru.
Paulus tidak hanya mengecam ajaran yang menyimpang, tetapi juga memberikan solusi dan pencerahan kepada jemaat Efesus untuk memberanikan diri keluar dari pergumulan dan permasalahan. Mereka harus berani melakukan terobosan, transformasi hidup dengan menanggalkan manusia lama dan hidup sebagai manusia baru. Manusia baru yang dimaksud adalah belajar mengenal Kristus, mendengar dan menerima pengajaran di dalam Dia, dibaharui di dalam roh dan pikiran, tidak berdusta, tidak marah, tidak memberi kesempatan kepada iblis, tidak mencuri, tapi bekerja keras, membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan, tidak mengeluarkan perkataan kotor, menggunakan perkataan baik untuk membangun. Manusia baru tidak mendukakan Roh Kudus Allah, tidak ada kepahitan, kegeraman, kemarahan, kegaduhan, fitnah. Manusia baru adalah mereka yang hidup ramah seorang terhadap yang lain dan saling mengampuni.
Sahabat P/KB yang diberkati Tuhan Yesus!
Gereja kita, GMIM senantiasa melaksanakan tugas panggilannya untuk bersekutu, bersaksi dan melayani di dunia ini. Kita sebagai Pria/Kaum Bapa GMIM juga terpanggil bersama untuk menjalankan misi mulia dalam tanggung jawab bersama. Kita akan dapat melangkah bersama dalam panggilan ini apabila kita mampu bertransformasi, hidup sebagai manusia baru yang mampu menanggalkan manusia lama. Sebagai manusia baru, kita hidup bukan lagi untuk diri kita sendiri tetapi kita hidup untuk Tuhan. Kita akan dapat melakukan banyak hal perubahan bagi gereja kita kalau kita mampu meninggalkan kehidupan yang lama, yang dimulai dari diri kita sendiri.
Marilah kita semua yang masuk dalam arak-arakan gereja Tuhan, Gereja Masehi Injili di Minahasa selalu mengandalkan Tuhan, Sang Kepala Gereja dalam setiap tugas pelayanan kita. Kita harus selalu bercermin dari firman-Nya sehingga kita terus diperlengkapi dan dipulihkan. P/KB jadi teladan dalam segala perkataan dan tindakan sebagai manusia baru yang menghasilkan kebenaran, keadilan dan kebaikan. Perubahan yang baik dapat terjadi bila kita benar-benar bertekad untuk hidup baru dalam Kristus. Roh Kudus pasti akan menolong kita dalam rangka pembaruan hidup yang berkenan kepada Allah.
Saudara-saudara, mari kita tinggalkanlah kebiasaan-kebiasaan lama yang mendatangkan kesia-siaan. Marilah kita hidup sebagai manusia baru dengan ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra saling mengampuni. So boleh kase tinggal itu kebiasaan menjatuhkan orang, mo cari orang pe salah, dan cuma mulu basar tapi nyanda beking apa-apa. Gereja ini Tuhan punya, mari jo torang melayani untuk kemuliaan nama Tuhan. AMIN.
Pertanyaan untuk PA:
- Jelaskan maksud firman Tuhan dalam bagian Alkitab saat ini tentang bagaimana menjadi manusia baru?
- Bagaimana kita sebagai Pria/Kaum Bapa tampil terdepan melakukan transformasi dalam pelayanan gereja kita?



