Barangsiapa Menghujat Roh Kudus Tidak Akan Diampuni
Sahabat-sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Tema perenungan kita saat ini adalah "Barangsiapa menghujat Roh Kudus tidak akan diampuni." Kata "menghujat" dari bahasa Yunani blasphemeo artinya menghina, mencemarkan. Menghujat Roh Kudus bukan sekadar berkata kasar, tetapi tindakan sadar menolak dan memutarbalikkan karya kuasa Allah. Jadi menghujat Roh Kudus di sini bisa dipahami sebagai sikap menolak kesaksian Roh Kudus dan secara sadar berdiri melawan-Nya. Dalam konteks Matius 12 dan Markus 13, ketika Yesus melakukan mukjizat oleh kuasa Roh Kudus, para pemuka agama Yahudi menuduh Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul atau kuasa setan. Mereka secara sadar merendahkan karya Roh Allah yang nyata.
Dalam konteks Lukas 12, penekanannya lebih pada jangan menyangkal karya Roh Kudus saat menghadapi tekanan dan penganiayaan karena Roh Kudus akan menolong saat bersaksi (ayat 12). Namun siapa saja yang menghujat Roh Kudus tidak akan diampuni. Sebab Roh Kudus berperan sebagai penolong yang menuntun orang pada pertobatan melalui iman kepada Kristus. Roh Kudus, Penolong itu justru ditolak, diremehkan bahkan disamakan dengan kuasa setan (Matius 12).
Sebagai orang-orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus Kristus, kita telah dikaruniakan Roh Kudus untuk bersaksi tentang karya keselamatan yang telah dikerjakan Allah melalui Kristus. Kita percaya Roh Kudus menolong kita sebagai kepala keluarga, sebagai ayah, suami, opa maupun kita sebagai Pelayan Khusus, Komisi, UPK ataupun Panji Yosua, asal kita percaya kepada Kristus yang telah mencurahkan Roh Kudus atas kita sebagaimana janji yang diperkatakan oleh rasul Petrus (Kisah Para Rasul 2:38-39).
Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Injil Lukas ditulis oleh Lukas, kawan pelayanan rasul Paulus. Injil ini dialamatkan kepada Teofilus dan kepada orang-orang percaya kepada Yesus Kristus yang berlatar belakang Yunani atau non Yahudi, sekira tahun 60-70 Masehi. Tema sentral kitab ini antara lain keselamatan di dalam Kristus ditawarkan kepada semua orang, integritas sebagai murid atau pengikut Kristus, dan peringatan terhadap kemunafikan agama. Teks Lukas 12:1-12 dapat dibagi menjadi tiga bagian besar yaitu peringatan terhadap kemunafikan, takut yang benar yaitu takut akan Allah, pengakuan iman dan pertolongan Roh Kudus.
Ragi dalam bacaan ini melambangkan pengaruh kecil, tetapi merusak seluruh kehidupan. Kemunafikan adalah tindakan yang tidak selaras dengan hati. Tidak ada yang tersembunyi di hadapan Allah. Apalah artinya reputasi tanpa integritas. Iman bukan soal penampilan melainkan kejujuran dan hati yang murni. Sebagai Pria/Kaum Bapa GMIM kita hendaknya jujur, setia dan tulus hati melakukan apa yang baik dan benar sesuai kehendak Allah, bukan sekadar memenuhi tuntutan/aturan agama. Jadi apapun yang kita perbuat dalam hidup ini, perbuatlah dengan sepenuh hati untuk menyenangkan hati Tuhan.
Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Kita adalah teladan bagaimana hidup takut kepada Allah. Takut di sini berarti tunduk, hormat dan taat kepada Tuhan. Sebab Tuhan Allah yang berdaulat atas kehidupan bahkan hidup kekal. Sedangkan takut kepada manusia tidak dapat menjamin hidup kekal. Kita sadar dan yakin bahwa Allah terus memelihara kita. Gambaran pemeliharaan Allah di sini berupa burung pipit yang dianggap tidak berharga diperhatikan, rambut di kepala terhitung. Sebagai jemaat kita tidak boleh khawatir berlebihan menghadapi rupa-rupa persoalan bahkan pergumulan yang berat sekalipun, sebab Allah yang memelihara kita.
"Yesus berkata barangsiapa mengakui Aku di depan manusia...Anak manusia juga akan mengakui dia..." Hal ini menegaskan tentang kesetiaan kepada Kristus, kemudian konsekuensi penganiayaan dan janji penyertaan Roh Kudus. Yesus mengatakan bahwa Roh Kudus akan mengajar para murid apa yang harus dikatakan saat mereka diperhadapkan pada pengadilan. Bukti pengakuan iman kita tidak hanya sampai di bibir atau ucapan tetapi mencakup gaya hidup sehari-hari yang mencerminkan integritas sebagai pengikut-pengikut Kristus. AMIN.
Pertanyaan untuk PA:
- Apa yang saudara pahami tentang barangsiapa menghujat Roh Kudus tidak akan diampuni?
- Jelaskan dan berikan contoh gaya hidup P/KB GMIM yang mencerminkan integritas sebagai pengikut-pengikut Kristus!


