GMIM

PELITA PKB · 2026-07-04

Pelita P/KB GMIM, 5-11 Juli 2026, Mazmur 67:1-8 - Tanah Telah Memberi Hasilnya, Tuhan Allah Memberkati Kita

Mazmur 67:1-8

Tanah Telah Memberi Hasilnya, Tuhan Allah Memberkati Kita

Sahabat-sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!

Harus dengan jujur kita mengatakan bahwa Indonesia, tempat kita tinggal, adalah tempat yang diberkati. Tanahnya menyimpan begitu banyak kekayaan alam di dalamnya. Dengan mata telanjang kita bisa melihat pohon kecil tumbuh di atas bangunan, ada tanaman yang tumbuh jauh dari jangkauan tangan kita, yang dapat kita simpulkan bisa saja benihnya dijatuhkan oleh burung. Inilah kekuasaan Tuhan yang dahsyat. Dialah yang menciptakan dan memberi pertumbuhan atas segala sesuatu, bahkan pada tempat-tempat yang tidak pernah kita bayangkan.

Tanah yang telah memberi hasilnya itu benar adanya. Buktinya kita bisa mengambil rempah-rempah, bahkan buah dan sayuran, hasil dari pekarangan rumah atau kebun yang tidak jauh dari tempat kita tinggal. Semua itu terjadi karena Tuhan yang memberkati kita semua, termasuk alam di mana kita bisa menikmati keindahannya. Hampir di semua tempat, kita mendapati dapur hidup dan apotek hidup yang dibuat sendiri di halaman rumah. Inilah bukti nyata bahwa Allah sudah memberkati, dan kita tinggal mengelola apa yang telah Allah berikan.

Saudara-saudara yang diberkati Tuhan!

Pemazmur mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan atas apa yang Allah perbuat dalam hidupnya. Kata yang diucapkan adalah berkat: kiranya Allah mengasihi kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, supaya jalan-Mu dikenal di bumi dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa. Artinya hanya Allah yang patut dipuji dan pemilik segalanya. Dialah yang berkuasa atas semua ciptaan. Pemazmur melanjutkan dengan mengatakan, kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil dan menuntun suku-suku di atas bumi.

Bagi pemazmur, kita adalah milik Allah yang hidup, sehingga sepantasnyalah kita berterima kasih atas apa yang telah dilakukan Allah bagi kita. Bukan hanya tanah yang subur dan diberkati, kita pun yang mendiami tanah pemberian Allah patut bersyukur karena bisa merasakan alam yang indah dan bersahabat dengan kita manusia. Selama alam di bumi ini kita jaga dengan baik, maka alam pun akan bersahabat dengan kita, dan kita tidak akan pernah kehilangan tempat tinggal dengan segala kekayaan alamnya. Yang terpenting dalam hidup ini adalah memelihara apa yang Tuhan percayakan pada kita.

Jemaat yang dikasihi Tuhan!

Satu hal yang harus diutamakan dalam hidup menurut pemazmur adalah bersyukur, dan ini harus dilakukan oleh semua bangsa. "Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu." Mengapa hal ini harus diutamakan? Karena tanah telah memberi hasilnya dan Allah yang memberkatinya. Jadi kewajiban kita yang telah diberkati lewat karunia dan talenta yang ada pada kita adalah bersyukur. Allah telah mempercayakan kepada kita untuk mengelola berkat Tuhan. Allah juga menginginkan agar kita memelihara tanah yang telah diberkati-Nya. Sebagai Pria/Kaum Bapa, kita menjaga apa yang Tuhan berikan lewat pekerjaan atau usaha kita, bahkan lewat pelayanan kita. Semuanya harus bertumbuh karena tanah yang Allah berikan adalah subur, artinya kehadiran kita adalah untuk menjadi berkat bagi sesama. Perbedaan itu indah, hanya dengan menghargai kepelbagaian, kita akan mampu menerima setiap kelebihan dan kekurangan sesama kita, yang juga adalah pemberian Allah.

Pria/Kaum Bapa hadir untuk menjadi tanah yang subur dan bisa menghasilkan. Kehadiran kita juga menjadi 'tanah' yang diberkati bagi keluarga kita. Istri dan anak-anak akan sangat bangga dengan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita, mereka akan menceritakan kedahsyatan Tuhan dalam hidup mereka dengan melihat apa yang dikerjakan suami, papa, opa yang tercinta. Mari kita gunakan kesempatan yang Tuhan berikan. Kita garap dan kelola tanah yang subur dan diberkati untuk menghasilkan buah bagi sesama. Bekerjalah dengan rajin, berusahalah dengan sungguh-sungguh, dan melayanilah dengan menyenangkan hati Tuhan, sebab Tuhan pasti memberkati. AMIN.

Pertanyaan untuk PA:

  1. Apa makna dari "tanah yang subur dan diberkati" dalam kehidupan orang percaya?
  2. Apa yang akan dikerjakan orang percaya dengan memanfaatkan tanah yang diberkati Tuhan?

Bagikan:

Artikel Terkait

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 4/7/2026