Kamu Semua Adalah Satu Di Dalam Kristus Yesus
Sahabat-sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Kita dan sesama orang percaya adalah satu di dalam tubuh Kristus. Kita masing-masing adalah anggota-anggota di dalam satu tubuh-Nya dan Kristus adalah Kepala. Seolah-olah kita terpisah oleh karena fungsi yang berbeda-beda. Memang berlainan fungsi namun tujuannya untuk kepentingan bersama dalam satu tubuh, yaitu keselamatan. Hidup oleh dan untuk keselamatan berarti hidup menurut perintah Kepala tubuh, yaitu Kristus Yesus. Masing-masing harus saling menerima perbedaan kedudukan dan peran dalam satu tubuh serta menopang satu sama lain. Tidak ada yang menonjolkan diri. Tidak ada yang berperan untuk kepentingan diri sendiri. Tidak ada yang saling meremehkan. Justru jika ada satu anggota yang sakit, maka anggota yang lainnya turut merasakan dan berupaya agar ia bisa sembuh supaya dapat kembali berfungsi dengan baik. Demikianlah gambaran dari satu persekutuan gereja Tuhan yang di dalamnya terdapat anggota-anggota jemaat dengan potensi karunia dan tugas yang berbeda-beda.
Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan!
Tema "Kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus" diangkat dari perikop bacaan kita saat ini Galatia 3:15-29. Surat Galatia ditulis oleh rasul Paulus dan dialamatkan kepada jemaat-jemaat di daerah Galatia (sekarang Turki). Jemaat ini terdiri dari orang percaya berlatar-belakang Yahudi maupun non-Yahudi. Paulus menghadapi oknum atau kelompok Kristen berlatar-belakang Yudaisme yang mengajarkan bahwa sekalipun seseorang telah menjadi Kristen, ia tetap wajib disunat sebagai ketaatan terhadap hukum Taurat demi keselamatannya. Di sini Paulus menegaskan bahwa keselamatan adalah oleh iman dan bukan karena mematuhi hukum Taurat.
Dalam ayat 15-18, Paulus memakai ilustrasi perjanjian manusia: sekali disahkan, tidak bisa dibatalkan. Lebih-lebih janji Allah kepada Abraham: diberikan kepada "keturunannya" (tunggal) yang menunjuk pada Kristus. Jadi keselamatan kepada kita bukan berdasarkan hukum Taurat melainkan janji Allah. Sebab jauh sebelum ada hukum itu, sudah ada perjanjian kepada Abraham. Kemudian dalam ayat 19-25, dikatakan bahwa hukum Taurat dibuat karena pelanggaran manusia. Dan hukum Taurat ini berfungsi sebagai penuntun sampai Kristus datang supaya orang dibenarkan karena iman. Jadi hukum Taurat bukan tujuan, apalagi untuk menyelamatkan, tetapi untuk menyatakan berbagai dosa manusia sekaligus menuntunnya kepada Kristus yang menebus manusia dari kutuk hukum Taurat atas segala dosa. Setelah kita memiliki iman maka kita tidak bergantung pada hukum Taurat itu.
Sebab itu dalam ayat 26-29 menekankan bahwa kita telah memiliki identitas baru dalam Kristus. Semua orang, baik orang Yahudi maupun non Yahudi yang telah percaya kepada Kristus adalah anak-anak Allah. Kita semua adalah milik Kristus, keturunan Abraham melalui Kristus dan menjadi ahli waris janji Allah. Dari status hamba menjadi anak Allah melalui iman bukan hukum Taurat.
Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Firman Tuhan saat ini mengajarkan kita untuk tidak menjadi sombong rohani karena keselamatan dan iman hanyalah anugerah. Firman ini mencegah kita menjadi orang-orang eksklusivisme dan individualisme (bersikap lebih istimewa dan lebih penting dari orang lain). Jabatan atau struktur dalam pelayanan, kekayaan, popularitas, pengetahuan dan pengalaman, jangan sampai membuat seseorang menjadi tinggi hati dan otoriter. Sikap dan perilaku-perilaku diskriminatif tidak boleh ada dalam persekutuan gereja.
Firman Tuhan saat ini menolong kita untuk menjadi rendah hati dan melihat semua orang percaya sebagai sesama yang mempunyai tugas yang sama untuk bersekutu, bersaksi dan melayani sebagai satu persekutuan gereja Tuhan. Janganlah kita mengandalkan kemampuan dan usaha kita untuk keselamatan tetapi percaya sepenuhnya pada kasih karunia. Jangan membuat dan menjadikan aturan-aturan gereja untuk melemahkan orang lain tetapi sebagai alat untuk menuntun kita hidup seutuhnya dalam Kristus. Semua orang percaya hendaknya dirangkul untuk hidup oleh iman dan berbuah bagi Kristus. P/KB yang dewasa secara rohani seharusnya merangkul sahabat-sahabat yang masih jauh dari kehidupan rohani yang sehat, bukan meremehkan atau menyingkirkan mereka dari persekutuan. P/KB yang kuat iman sepatutnya menolong sesama yang lemah iman untuk bersama-sama belajar dalam menaati kehendak Kristus supaya kita pun bersama-sama tidak kehilangan hak sebagai ahli waris akan janji Allah. AMIN.
Pertanyaan untuk PA:
- Apa yang saudara pahami tentang keselamatan dikaitkan dengan hukum Taurat dan iman di dalam Kristus berdasarkan perikop Alkitab saat ini?
- Bagaimana P/KB menjabarkan dalam tindakan iman sehari-hari firman ini: "... satu di dalam Kristus Yesus"?


