Memberitakan Kasih Setia-Mu di Waktu Pagi dan Kebenaran-Mu di Waktu Malam
Sahabat-sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Syalom! Damai di hati! Puji Tuhan kita masih diberkati dengan umur panjang dan hikmat. Kita sudah memasuki pertengahan tahun untuk melanjutkan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan Tuhan baik dalam keluarga, usaha kerja maupun pelayanan gereja.
Tema perenungan firman di minggu ini adalah ["Memberitakan Kasih Setia-Mu di Waktu Pagi dan Kebenaran-Mu di Waktu Malam."](mtpj/ mtpj-gmim-7-13-juni-2026-memberitakan-kasih-setia-di-waktu-pagi-dan-kebenaran-di-waktu-malam-mazmur-92-1-16) Jelas tema ini dikutip dari ayat 3 menurut Terjemahan Baru Edisi 2. Pada edisi pertama perikop ini berjudul "TUHAN, Hakim yang adil" dan edisi kedua berjudul "Tuhan meninggikan orang benar." Pasti kita mempunyai pengalaman sendiri mengenai kasih setia Tuhan di dalam hidup kita yang tak terlepas dari keyakinan akan kebenaran firman-Nya yang kita lakukan. Sebab mengaktualisasikan setiap firman adalah wujud nyata penyertaan dan berkat Tuhan di segala musim kehidupan, suka dan duka.
Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Secara historis, Mazmur ini digunakan oleh umat Israel dalam ibadah hari Sabat sebagaimana perintah salah satu dari 10 Hukum Tuhan. Bagi orang Israel, Sabat adalah momen untuk beribadah dalam rangka mengingat karya penciptaan Tuhan sekaligus mensyukuri kasih setia-Nya. Kasih setia dalam bahasa Ibrani: Hesed menunjuk pada kesetiaan Allah terhadap perjanjian dengan umat-Nya, dan kebenaran dari kata Emunah menunjuk pada keadilan Tuhan yang tak pernah berubah.
Di sisi lain, pemazmur menggambarkan keprihatinan karena orang yang hidup benar namun tidak luput dari pergumulan, sedangkan orang fasik atau mereka yang tidak melakukan kebenaran justru tampak baik-baik saja. Dalam hal ini umat diharapkan jangan menyerah dalam pergumulan tapi harus tetap teguh dalam iman, setia dan adil dalam kebenaran. Ayat 1–4 adalah pujian syukur. Lalu ayat 5–9 menunjukkan perbandingan antara orang fasik dan Allah yang kekal. Ayat 10–12 menyatakan kemenangan dan penguatan orang benar. Kemudian ayat 13–16 menegaskan kehidupan orang benar yang berbuah sampai tua.
Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Pagi menggambarkan awal kehidupan sebagai wujud rahmat Tuhan yang baru untuk dijalani dengan ucapan syukur dan kita menjadi saksi akan bukti kasih setia-Nya. Dengan kata lain setiap mengawali hari baru kita sadar bahwa kita hidup oleh kasih setia Tuhan bukan karena kebetulan saja dan juga bukan karena kuat atau hebatnya kita. Sementara, kebenaran di waktu malam melukiskan kesaksian akan kebenaran firman yang tetap diberlakukan sebagai wujud tuntunan Tuhan sampai akhir. Dalam suka dan duka, Tuhan tetap benar dan setia. Orang beriman senantiasa bersaksi walaupun dalam pergumulan bahkan penderitaan.
Firman saat ini mengajarkan kita untuk memiliki kepekaan rohani mengagumi karya kasih Tuhan. Never give up! Tidak pernah menyerah dalam pergumulan, tetap bersyukur dan setia melakukan kebenaran. Jika kelihatan ada orang fasik berhasil, itu tidak kekal. Percayalah Tuhan adil. Sebab firman Tuhan jelas berkata orang fasik akan binasa. Sebaliknya orang yang tetap bertahan melakukan kebenaran akan ditinggikan Allah.
Orang benar bertumbuh dan berbuah diibaratkan pohon kurma dan pohon aras Libanon. Pohon kurma tetap hidup di padang gurun yang kering dan panas bahkan berbuah dalam waktu lama. Pohon aras Libanon adalah pohon yang besar dan kokoh, kayunya kuat dan tahan lama. Orang yang setia melakukan kebenaran masih akan berbuah sampai di masa tua, bahkan tetap segar dan bugar.
Firman yang indah ini mengajarkan kita sebagai Pria/Kaum Bapa untuk tidak melupakan anugerah Allah terutama karya kasih dan selamat-Nya bagi kita di dalam dan melalui Tuhan Yesus Kristus. Hidup dan tinggal di dalam Kristus pasti mengalami damai sejahtera dan menghasilkan buah yang banyak. Mengucap syukur jangan hanya sesaat melainkan di segala waktu dan kondisi. Demikian juga kesetiaan mengikut Kristus bukan musiman dan tidak bergantung pada situasi dan keadaan yang kita alami.
Firman saat ini juga mengajarkan kita untuk menjadikan hidup dan segala potensi yang ada pada kita sebagai sarana kesaksian bagi kemuliaan Allah bahwa Tuhan itu ada, Tuhan itu benar, Tuhan itu adil. AMIN.
Pertanyaan untuk PA:
- Apa yang saudara pahami mengenai "Memberitakan Kasih Setia-Mu di Waktu Pagi dan Kebenaran-Mu di Waktu Malam" berdasarkan Mazmur 92 ini?
- Seperti apa model hidup P/KB GMIM yang senantiasa memberitakan kasih setia Tuhan dan kebenaran-Nya? Berikan contoh-contoh praktis.


