"Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku." — Yeremia 31:1
Israel Milik Kepunyaan Tuhan Allah
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Tidak dapat dipungkiri bahwa tantangan dan pergumulan sering melanda kehidupan kita. Baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, jemaat dan masyarakat. Tidak jarang situasi dan kondisi seperti itu membuat kita tidak berdaya, patah semangat dan bahkan mungkin sampai hilang harapan. Kita tidak tahu lagi mau berbuat apa oleh karena begitu hebatnya tantangan dan pergumulan yang kita hadapi.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Orang Israel pernah berhadapan dengan situasi yang membuat mereka terpuruk. Kota-kota mereka mengalami kehancuran oleh karena serbuan bangsa asing dan akhirnya mereka harus mengalami pembuangan di Asyur. Sebuah keadaan yang sesungguhnya sulit diterima dan sulit dijalani. Kondisi itu membuat mereka bukan hanya terbuang dari negerinya tetapi juga terbuang sebagai umat milik kepunyaan Tuhan Allah. Sangat pahit hidup yang mereka harus jalani. Tetapi apa yang terjadi? Yeremia menyampaikan berita bahwa Tuhan Allah berfirman bahwa Ia akan tetap menjadi Allah bagi Israel dan Israel menjadi umat-Nya.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Firman Tuhan Allah ini adalah perjanjian yang kembali diperdengarkan Tuhan Allah bagi Israel. Sebuah perjanjian yang meneguhkan bahwa dalam keadaan apapun Tuhan Allah adalah Allah bagi Israel dan Israel sebagai umat kepunyaan-Nya. Ini menunjukkan bahwa Israel sesungguhnya tidak akan pernah dibiarkan oleh Tuhan Allah. Israel senantiasa menjadi kepunyaan-Nya, yang berarti mereka ada dalam jaminan pemeliharaan Tuhan Allah.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Firman Tuhan Allah ini juga diperdengarkan kepada kita bahwa Tuhan Allah tetap melihat kita sebagai umat milik kepunyaan-Nya. Itu berarti dalam keadaan apapun tantangan dan pergumulan yang hebat yang kita alami, Dia tetap melihat kita sebagai kepunyaan-Nya. Tidak mungkin Ia membiarkan milik kepunyaan-Nya berada dalam keterpurukan tanpa ujung. Namun demikian, kita pun diajak untuk senantiasa menjadikan Dia sebagai Allah atas hidup kita. Jangan mengandalkan kekuatan-kekuatan yang lain atas hidup kita. Tuhan Allah adalah Allah yang sanggup memulihkan kita. Ketika kita disebut milik kepunyaan-Nya, itu berarti Ia menjamin keberlangsungan hidup kita. Dengan kata lain, pemeliharaan dan perlindungan-Nya senantiasa Ia berikan kepada kita, baik pribadi maupun keluarga. Tuhan Allah memberkati kita. Amin.



