"yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu."
--- Efesus 4:22-23
Menanggalkan Manusia Lama
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Coba bayangkan, kita baru saja selesai bekerja bakti di tempat yang sangat kotor, penuh lumpur dan berbau. Setelah selesai, apa yang akan kita lakukan? Tentu saja akan mandi dan mengganti pakaian. Sangat tidak masuk akal jika setelah mandi bersih kita kembali mengenakan pakaian yang kotor dan bau tadi, bukan? Ilustrasi ini menggambarkan apa yang dimaksud Rasul Paulus tentang "menanggalkan manusia lama". Kehidupan kita yang dahulu, sebelum benar-benar hidup dalam Yesus Kristus, diibaratkan seperti pakaian kotor yang penuh dengan nafsu menyesatkan dan menuntun pada kebinasaan.
Firman Tuhan Allah hari ini mengingatkan kita akan dua tindakan menentukan dalam pertumbuhan rohani kita: Pertama, Menanggalkan Manusia Lama (Ayat 22). Kata "menanggalkan" di sini menggunakan istilah yang sama seperti melepas pakaian. Ini adalah tindakan yang sengaja, tegas dan sukarela. Kita diminta untuk membuang kebiasaan lama, egoisme, dendam, perkataan sia-sia, dan rupa-rupa keinginan daging yang dahulu mengikat kita. Mengapa harus ditanggalkan? Karena firman Tuhan Allah dengan jelas memperingatkan bahwa "manusia lama" itu menuju kebinasaan. Mempertahankannya berarti membiarkan diri kita binasa oleh tipu daya dunia. Kedua, Dibaharui di Dalam Roh dan Pikiran (Ayat 23). Menanggalkan yang lama saja tidak cukup; harus ada kekosongan yang diisi. Proses pengisian ini dimulai dari dalam: yaitu roh dan pikiran kita. Pikiran adalah pusat kendali hidup kita. Jika pikiran kita tidak dibarui oleh firman Tuhan Allah dan Roh Kudus, kita akan dengan mudah jatuh kembali ke pola hidup yang lama. Dibarui berarti mengizinkan cara pandang kita, nilai-nilai hidup kita dan motivasi hati kita diselaraskan dengan kehendak Tuhan Allah setiap hari.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Proses menanggalkan dan membarui ini bukanlah peristiwa satu kali selesai, melainkan sebuah keputusan dan perjuangan yang kita lakukan setiap hari. Setiap pagi saat kita bangun, kita memilih pakaian rohani apa yang mau kita kenakan: tabiat lama yang egois atau tabiat baru yang serupa dengan Yesus Kristus? Sebagai keluarga Kristen, kita harus selalu berkaca diri dan bertanya, kebiasaan atau karakter "manusia lama" yang masih sering dipakai dan sulit ditanggalkan? Bagaimana kita menjaga agar pikiran tetap dibarui? Berdoalah dan renungkan firman-Nya agar pikiran kita dijaga dari pengaruh buruk dunia.



